Beralih Musim Kemarau, Tapi Kok Tetap Hujan? - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Beralih Musim Kemarau, Tapi Kok Tetap Hujan?
Peralihan musim kemarau (Foto : Widan Agta/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Beralih Musim Kemarau, Tapi Kok Tetap Hujan?

Satukanal.com, Malang – Musim hujan kini tengah beralih ke musim kemarau. Namun, pada peralihan musim ini mengapa hujan masih terjadi?. Hal itulah mungkin yang menjadi pertanyaan bagi mayoritas masyarakat. Apalagi dengan hujan yang terjadi belakangan ini.

Dikutip dari pernyataan resmi Stasiun Klimatologi Malang, hujan yang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur sejak 23 Juni dikarenakan adanya fenomena gelombang equatorial Rosby.

Equatorial Rossby waves (gelombang Rossby Ekuator), merupakan gelombang atmosfer yang bergerak ke arah barat di sepanjang wilayah ekuator (20LU – 20LS) dengan periode kurang dari 72 hari.

Baca Juga :  PPKM Darurat, PLN Bakal Padamkan Listrik Pukul 20.00 WIB?

Gelombang Rossby umumnya bisa bertahan 7 sampai 10 hari di wilayah Indonesia. Perubahan suhu menjadi lebih kecil pun juga dirasakan. Udara lebih terasa dingin dibandingkan ketika musim penghujan.

“Untuk dampak musim kemarau, terkadang suhu akan terasa lebih dingin ketika pagi dan malam hari. karena saat ini cuaca cenderung cerah atau sedikit berawan,” terang Prakirawan BMKG Malang, Edythya Ferlani, Senin (31/5).

Hal tersebut lantaran awan memiliki fungsi seperti selimut bagi atmosfer. Ketika awan cerah atau tidak ada penghalang, panas pada bumi langsung naik ke lapisan paling atas atmosfer sehingga yang berada di bawah atmosfer cenderung merasa dingin.

Baca Juga :  Si Ikan Nila, Inovasi Kelurahan Bakalankrajan Di Ajang Sinovik 2021

Adanya perubahan musim menjadi berkah bagi sebagian orang. Khususnya para petani. Karena, belakangan ini mereka mengeluh akan curah hujan yang tinggi. Perawatan tanaman tidak bisa berjalan maksimal. Setelah penyemprotan zat akan menghilang terkena air hujan.

Ferlani memperkirakan puncak musim kemarau akan jatuh di bulan Agustus. “Harus tetap menjaga kesehatan dan minum air mineral yang cukup. Karena ketika musim kemarau pasti lebih sering merasa dehidrasi,” imbaunya.

 

Pewarta : Wildan Agta
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait