Beralih dari Kali ke Tangki AG, Agus Gunarto Kembangkan Inovasi MCK Terpadu - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Beralih dari Kali ke Tangki AG, Agus Gunarto Kembangkan Inovasi MCK Terpadu
MCK Terpadu dengan sewerage system (Foto: Lutfia/ Satukanal.com)
ADV

Beralih dari Kali ke Tangki AG, Agus Gunarto Kembangkan Inovasi MCK Terpadu

Satukanal.com, Malang– Berawal dari keresahannya terhadap perilaku masyarakat sekitar pada jaman dulu yang kerap memanfaatkan Sungai Brantas sebagai tempat buang air besar dan kecil, Agus Gunarto, Ketua RT 03 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang mengembangkan inovasi MCK Terpadu dengan sewerage system.

Sewerage system sendiri merupakan infrastruktur yang dibangun khusus untuk menangani, menyalurkan, dan mengolah limbah atau limpahan air hujan agar dapat dikembalikan dan diterima oleh lingkungan sehingga tidak membahayakan dan relatif aman.

Menurut Agus, dulunya masyarakat sering membuang tinja mereka begitu saja tanpa peduli dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Bahkan, ada yang membuangnya dengan hanya dibungkus dengan kresek saja. Padahal, tinja yang dibuang sembarangan tersebut, terkadang sampai dibawa oleh binatang seperti anjing sehingga menyebabkan area pemukiman menjadi kumuh.

 

MCK Terpadu di Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang (Foto: Lutfia/ Satukanal.com)

Mulai tahun 1986, dengan dibantu oleh seorang temannya yang bersal dari Teknik Mesin, Agus mencoba mengembangkan MCK terpadu. Inovasi yang dibuatnya ini menjadikan setiap warga tidak perlu untuk membuat sepiteng. Sebab, kotoran yang berasal dari rumah-rumah warga akan disalurkan ke pembuangan akhir yang berada di dekat sungai.

Baca Juga :  Terima Hibah Lahan 6000m2 dari Pemkot Malang, Kantor Imigrasi Malang Diharapkan Maksimalkan Pelayanan

Masyarakat pun lebih akrab menyebut pembuangan akhir MCK Terpadu ini dengan istilah “tangki AG” yang diambil dari inisial nama sang penggagasnya, Agus Gunarto.

“Di belakang sini turun tangga nanti ada tempat pembuangannya. Jadi pipa yang ada di rumah-rumah warga dialirkan ke sana,” ujar Agus Gunarto ketika dijumpai di kediamannya pada Selasa (23/11/2021).

Di area pembuangan tersebut, terdapat beberapa kotak yang menjadi tempat penampungan kotoran yang berasal dari rumah warga. Untuk penampungan pertama, kata Agus, merupakan tempat penghancuran kotoran yang kemudian akan mengalami pengendapan. Dari situlah, dilakukan penyaringan secara berkala sehinga dihasilkan air bersih untuk dialirkan ke sungai.

“Supaya air itu bersih memerlukan waktu tidur 24 jam, semakin lama air mengendap melalui kolam-kolam maka air bisa keluar secara bersih. Minimal bercampur dengan air sungai itu tidak kotor, tidak kelihatan kalau itu limbah karna mengendap dulu,” lanjut Agus Gunarto.

Baca Juga :  Sertifikat Penghargaan Diberikan kepada Layanan Kesehatan dan Tenaga Medis di Kota Malang

Lebih lanjut, Agus menceritakan bahwa kolam-kolam itu sepenuhnya dikelola oleh warga setempat. Sekitar lima tahun sekali juga akan dilakukan pembersihan dan pengurasan. Sedangkan, untuk kotoran-kotoran hasil pengurasan bisa dimanfaatkan menjadi pupuk. Setidaknya, hingga saat ini terdapat sekitar 60 KK yang menggunakan inovasi MCK Terpadu tersebut.

Agus Gunarto (Foto: Lutfia/ Satukanal.com)

Berkat kepeduliaan yang dicurahkannya selama ini, Agus berhasil mendapatkan penghargaan dari banyak pihak. Salah satu penghargaan yang pernah ia dapatkan adalah World Technology Award pada 2 Juli 2001 di London.

Tak berhenti dengan MCK Terpadu aja, Agus Gunarto juga telah membuat pupuk organic cair bernama Bio Sun yang berasal dari rempah-rempah. Selain itu, kawasan ini juga sedang direnovasi dan direncanakan sebagai tempat Wisata Peduli Perubahan Iklim Tirta Rona bekerjasama dengan Institut Teknologi Nasional Malang. (Adv)

 

Pewarta : Lutfia
Editor : Adinda

Kanal Terkait