Bentuk Softskill di Era Digital, Universitas Trunojoyo Madura Bersama Satukanal.com Gelar Pelatihan Jurnalistik Online - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Bentuk Softskill di Era Digital, Universitas Trunojoyo Madura Bersama Satukanal.com Gelar Pelatihan Jurnalistik Online
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Bentuk Softskill di Era Digital, Universitas Trunojoyo Madura Bersama Satukanal.com Gelar Pelatihan Jurnalistik Online

SATUKANAL.com, MALANGUniversitas Trunojoyo Madura bekerja sama dengan Satukanal.com menggelar acara pelatihan jurnalistik online yang diikuti oleh mahasiswa fakultas hukum Universitas Trunijoyo Madura pada sabtu (5/11/2020).

Pelatihan ini diadakan secara virtual dengan menggunakan aplikasi zoom meeting, untuk menghindari penyebaran corona virus disease (covid-19) . Mengingat, hingga saat ini pandemi covid-19 belum berakhir.

Topik yang diambil dalam pelatihan tersebut mengambil beberapa kajian umum terkait media online yang meliputi pertama, keredaksian, tata cara framing, penentuan tema pemberitaan, perencanaan pemberitaan. Kedua, optimasi dan pemeliharaan sosial media dalam dunia pers. Ketiga, penjelasan dan pengetahuan tentang pidana pers. Serta terakhir yaitu tata cara penulisan pemberitaan online.

Pelatihan ini dibuka oleh Devi Rahayu selaku Wakil Dekan Universitas Trunojoo Madura serta Wimpy Renanta selaku Direktur Satukanal.com.

Dalam Sambutannya , Wimpy Renanta dari satukanal.com mengungkapkan bahwa peran media online telah memberikan ruang informasi yang tidak terbatas. Menurutnya, masyarakat selalu menuntut pemberitaan yang uptodate, cepat dan akurat dari media online. Sehingga jurnalis sebagai penopang pemberitaan tentu memiliki peran yang sangat vital untuk mendukung ketersediaan informasi dan sumber berita yang berkualitas.

“Pelatihan ini semoga dapat memberikan manfaat untuk seluruh peserta pelatihan serta dapat dijadikan bekal nantinya,” ungkap Wimpy Renanta.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan Universitas Trunojoyo dalam sambutannya juga mengatakan bahwasanya terkait kegiatan akademik berhubungan erat dengan persoalan persoalan kekinian di masyarakat yang tidak terlepas dari penggunaan media. Sehingga media yang berperan sebagai alat penyampai informasi kemudian dapat bermanfaat terutama bagi sarjana hukum.

Baca Juga :  Agroekoteknologi UB Punya Kuota Terbanyak di SNMPTN 2021, Ini Ulasannya

“Harapannya, tidak hanya mahasiswa komunikasi atau mahasiswa yang berkaitan dengan jurnalistik semata saja tetapi juga aspek hukum juga bisa berkaitan dengan persoalan jurnalistik. Dalam hal ini yaitu mahasiswa hukum. Sehingga dasar-dasar dari pelatihan ini dapat dijadikan sebagai pemahaman secara softskillnya yang nantinya dapat menunjang kegiatan hukum,” ungkap Devi Rahayu menjelaskan.

Lebih lanjut, Devi Rahayu juga mengatakan dengan pelatihan ini mahasiswa hukum diharapkan dapat menjawab persoalan terkait pemilahan media mana yang sehat serta media mana yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi di masyarakat.

Sedangkan untuk pemateri dalam pelatihan jurnalistik online ini, diberikan oleh pemateri-pemateri yang memang berkompeten dalam bidangnya. Mereka adalah Rohman Budijanto selaku Senior Editor Media Jawapost. Kemudian Bahrul Ulum Annafi’ dari satukanal.com. Selanjutnya, Hanugrah Titi Hapsari selaku peneliti dari satukanal.com. Dan yang terakhir adalah M. Akbar Nursasmita yang juga seorang peneliti dari satukanal.com.

Hanugrah Titi Hapsari selaku pemateri terkait hukum pidana pers di bidang jurnalistik menyampaikan bahwa secara spesifik tindak pidana pers harus dengan mempublikasikan berita atau informasi ke publik dengan menggunakan barang cetakan atau tulisan.

Disampaikan bahwa tindak pidana pers terbagi menjadi dua yaitu yang berada dalam KUHP dan di luar KUHP.  Tindak Pidan Pers dalam KUHP meliputi penghinaan, penghasutan, menawarkan sarana dll untuk melakukan tindak pidana, pembacaan rahasia, pornografi serta menyiarkan berita bohong. Sedangkan untuk ketentuan pidana pers diluar KUHP tercantum dalam UU penyiaran, dalam UU Pers serta dalam UU ITE.

Baca Juga :  Jumlah Peminat Tertinggi SNMPTN Sebelumnya, Pendidikan Dokter Universitas Jember Hanya Punya Daya Tampung 28 di 2021

Sementara itu Rohman Budijanto menyampaikan jika keberadaan framing dalam media penting adanya. Menurutnya framing media penting keberadaannya bagi sebuah media. Framing dapat membantu penyampaian informasi berdasarkan sudut pandang tertentu. Sehingga, informasi yang disampaikan tidak terkesan berantakan dan chaos.

“Media dan framing adalah sesuatu yang tidak terpisahkan. Framing merupakan serangkaian proses pemberitaan dengan fokus atau bingkai tertentu yang bertujuan untuk mempengaruhi persepsi dan perilaku khalayak,” ungkapnya menjelaskan.

Lebih lanjut, Bahrul Ulum Annafi’ menyampaikan materi terkait pentingnya sosial media sebagai penunjang media online serta teknik penyebaran juga optimasi pemberitaan secara masiv melalui sosial media. Dan Pada sesi terakhir, disampaikan pembahasan terkait teknik penulisan pemberitaan media online oleh M Akbar Nursasmita.

Tak Lupa, disampaikan diakhir pelatihan ini, harapannya pelatihan jurnalistik ini dappat membentuk sebuah media massa (buletin) terutama yang dikelola oleh pers kampus secaralebih profesional dan proposional sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas.

 

 

 

Pewarta: Adinda A.I.U.
Editor: Redaksi Satukanal

 

Kanal Terkait