SATUKANAL.COM
BERITA

Belum Terima Seragam dari Pemkab Jombang, Wali Murid Pilih Beli Sendiri

Program seragam gratis bupati Jombang berbentuk kain  terus memunculkan permasalahan. Kali ini, sejumlah orang tua murid memilih beli seragam di toko karena hingga hari ini belum menerima seragam sekolah dari pemerintah.

Sebelumnya, seragam sekolah gratis yang akan diberikan kepada para siswa oleh Pemkab Jombang ini berupa kain seragam nasional, pramuka dan olahraga. Rencananya, kain seragam tersebut akan diberikan kepada para siswa SD/MI dan SMP/MTs negeri maupun swasta.

Hingga hari ini, pelaksanaan pemberian seragam sekolah itu baru terlaksana pada kain pramuka yang disalurkan akhir Agustus lalu. Kendati begitu, kenyataan hingga hari ini, pihak orang tua siswa belum menerima program pemerintah itu.

Karena itulah, sejumlah orang tua siswa memilih untuk membeli sendiri seragam sekolah anaknya di toko. Seperti yang diungkapkan salah satu wali murid SMP negeri di Jombang, NI.

Ia mengaku belum menerima seragam untuk anaknya. Ia harus membeli seragam sekolah anaknya lantaran sudah memasuki paro semester. “Baik seragam batik yang beli maupun yang kain pramuka kemarin belum ada yang diterima sampai sekarang,” ujarnya saat dihubungi wartawan, (23/9).

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Sembari mewanti-wanti namanya untuk tidak dipublikasikan, ibu dua anak tersebut menerangkan, meski sudah sebulan, kain seragam pramuka pemberian pemkab maupun kain batik yang ia beli dari sekolah hingga kini masih berada di konveksi.

“Setelah dapat itu, kan semua dikirim ke konveksi. Kemarin memang katanya mundur. Janji minggu kemarin. Terus katanya belum selesai. Jadi, minggu depan katanya. Ya semoga saja cepat jadi,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan wali murid lainnya. YT, seorang wali murid SMP negeri di Kecamatan Jombang, mengatakan dirinya baru mendapatkan satu seragam dari sekolah anaknya. Itu pun bukan seragam gratis yang diberikan oleh Pemkab Jombang.

“Hanya dapat seragam khusus saja, yang dipakai Rabu-Kamis. Yang untuk Senin, Selasa, pramuka sama hitam identitas itu belum,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

YT juga mengeluhkan lambannya pembagian seragam. Ia berharap agar seragam pemberian lemkab ini segera dibagikan karena sudah masuk paro semester.

“Lha iya, masak sudah setengah semester seragam belum jadi juga. Bahkan, kain nasional sama olahraga belum diberikan. Lha mau sampai kapan ini selesainya,” ucapnya.

Sementara, PPK proyek seragam Disdikbud Jombang Rendra Kusuma mengakui jika hingga kini dua proyek kain seragam nasional dan seragam olahraga yang tersisa memang belum ada perkembangan.

Namun, lanjut Rendra, jika mengacu pada jadwal, maka deadline proyek tersebut harus selesai 29 September 2019 atau seminggu lagi. “Masih belum ada perkembangan, Mas,” katanya.
Ketika disknggung terkait jadwal pasti penyerahan kain dan seragam yang tersisa, Disdikbud tak bisa menyebut pasti apakah program ini akan dilanjutkan dengan adendum atau dihentikan. “Belum Mas. Nanti kalau ada perkembangan, saya kabari lagi,” pungkasnya.

Kanal Terkait