Belum Miliki Nomor Induk Berusaha, Ini Langkah Sederhananya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Belum Miliki Nomor Induk Berusaha, Ini Langkah Sederhananya

– Online single submission (OSS) sebagai sistem yang mengintegrasikan seluruh pelayanan perizinan berusaha secara elektronik jadi loncatan positif pemerintah bagi para pelaku usaha. Berbagai harapan para pelaku usaha akan sistem yang efektif dan efisien pun muncul.

Selama ini, kalangan pelaku usaha merasa terjebak dalam proses birokrasi yang bertele-tele. Dan, birokrasi bertele-tele itu dipangkas habis oleh OSS yang secara langsung didukung penuh oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Joko Widodo, dalam sambutannya saat OSS diluncurkan, menyampaikan bahwa kemudahan berusaha dalam berbagai skala turut didoron pemerintah dengan reformasi struktural, termasuk  reformasi sistem perizinan. Penerapan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) dan online single submission (OSS) diharapkan efektif mengurangi birokrasi dan mempermudah para pelaku usaha.

Melalui reformasi sistem perizinan, Jokowi mendorong standardisasi birokrasi perizinan di tingkat pusat dan daerah lebih mudah, lebih cepat, dan juga lebih terintegrasi.

Pemerintah pusat pun menginstruksikan OSS diaplikasikan ke seluruh daerah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang pun tidak terkecuali. Bahkan, di Pemkab Malang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), penerapan OSS terbilang yang tercepat diterapkan.

“Kami terbilang yang tercepat menerapkan OSS setelah adanya instruksi pusat tentang hal ini. Tentunya, setelah kami melakukan berbagai bimbingan di pusat sekaligus melakukan studi replikasi. Penyiapan petugas pun sudah dimulai cukup lama. Sehingga kami bisa cepat menerapkan OSS di Kabupaten Malang,” kata Iriantoro, kepala DPMPTSP Kabupaten Malang.

Baca Juga :  Hari Pertama, Kadisdik Langsung Tinjau PTM di 2 Sekolah

Berbagai sosialisasi pun digencarkan oleh DPMPTSP Kabupaten Malang mengenai OSS kepada para pelaku usaha. Salah satunya adalah mengenai bagaimana pelaku usaha bisa mengakses OSS dan mendapatkan nomor induk berusaha (NIB).

NIB ini adalah identitas pelaku usaha dalam rangka pelaksanaan kegiatan berusaha sesuai bidangnya. NIB ini juga diibaratkan kunci bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan berbagai pelayanan perizinan melalui OSS.

“Daftar OSS tidak sulit. Di mana pun daftarnya bisa dilakukan oleh pelaku usaha. Begitu juga untuk mendapatkan NIB. Kalaupun masih mengalami kesulitan, bisa datang ke kantor kami untuk dipandu oleh petugas yang kami tugaskan dalam hal ini,” ujar Iriantoro.

Langkah pertama untuk mendapatkan NIB, tentunya pelaku usaha wajib mengunjungi website resmi OSS (www.oss.go.id).  Lalu, mengisi pendaftaran dengan menggunakan nama dan email pelaku usaha. Setelahnya, OSS melalui e-mail akan mengirimkan username dan password. Pelaku usaha tinggal login pada sistem OSS dengan mengisi username dan password yang telah dimilikinya.

Setelahnya, pelaku usaha diwajibkan mengisi data-data yang diperlukan sesuai dengan bidang usahanya. Antara lain data perusahaan, pemegang saham, kepemilikan modal, nilai investasi, rencana penggunaan tenaga kerja, rencana fasilitas perpajakan dan kepabeanan.

Apabila seluruh data yang diminta telah lengkap dan terdapat kesalahan dalam bidang usaha, OSS akan memberikan notifikasi kepada pelaku usaha untuk mengubah bidang usahanya. Itu pun jika bidang investasi yang di-input tidak memenuhi ketentuan daftar negatif investasi (DNI).

Baca Juga :  Anggaran Tak Terduga Pemkot Malang Bakal Ditambah Rp 35 Miliyar

Tahap terakhir, sistem OSS akan menerbitkan NIB dalam bentuk 13 digit angka acak yang diberi pengaman dan disertai dengan tanda tangan elektronik untuk pelaku usaha. Pelaku usaha dapat menerima dokumen pendaftaran lainnya  bersama penerbitan NIB jika diperlukan.

“NIB tersebut yang berfungsi sebagai identitas berusaha dan dapat digunakan pelaku usaha untuk mendapatkan izin usaha dan izin komersial atau operasional. Termasuk saat harus memenuhi persyaratan lain untuk izin usaha dan izin komersial atau operasional,” ujar Iriantoro.

Selain itu, NIB  akan berlaku sebagai tanda daftar perusahaan (TDP), angka pengenal impor (API), dan hak akses kepabeanan. Juga pelaku usaha secara langsung terdaftar sebagai peserta jaminan sosial kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan. Walaupun, ada catatan khusus untuk kepemilikan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan. Yakni, nomor kepesertaan yang diperoleh hanya akan diaktifkan menjadi sertifikat kepesertaan BPJS setelah melakukan pembayaran premi bulan pertama berdasarkan pemberitahuan virtual account dari BPJS kepada pelaku usaha.

“Sekali lagi, kalau memang kesulitan untuk mendapat NIB, bisa langsung ke kantor DPMPTSP Kabupaten Malang. Kami akan membantunya,” pungkas Iriantoro. (*)

Kanal Terkait