SATUKANAL.COM
MUI Kota Malang
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Belum Masuk Kategori Gawat, MUI Kota Malang Persilakan Warga Salat Jumat di Masjid

Satukanal, Malang – MUI Kota Malang telah mengeluarkan fatwa khusus terkait antisipasi penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

Salah satunya, mengganti Salat Jumat di masjid dengan salat dzuhur di rumah.

Fatwa itu dikeluarkan karena virus Corona memang menyebar atau menular dengan pesat.

Bahkan pemerintah pusat juga melakukan pembatasan dengan meminta masyarakat tanah air untuk sementara waktu bekerja, belajar, dan beribadah di rumah.

MUI Kota Malang Mengikuti Fatwa MUI Pusat

Berkaitan dengan hal tersebut MUI Kota Malang memang tetap mengikuti fatwa MUI pusat, namun hal itu tetap harus dilihat dari situasi dan kondisi masing-masing wilayahnya.

Ketua MUI Kota Malang, Baidlowi Muslich menyatakan untuk di Kota Malang tidak memberlakukan instruksi penutupan Salat Jumat di masjid.

Baca Juga :  Sikapi Edaran MUI, 129 Masjid Muhammadiyah Kota Malang Tetap Jalankan Salat Jumat

Namun, para jamaah yang merasa khawatir dipersilahkan apabila ingin mengganti Salat Jumat dengan Salat Dzuhur.

“Secara resmi ditutup (untuk Jumatan di masjid) itu enggak, cuma dipersilahkan para jamaah itu istilahnya ijtihad-nya masing-masing. Kalau ternyata jamaah merasa khawatir dipersilakan mengganti dengan Salat Dzuhur,” ujarnya, Kamis (19/3).

Dijelaskannya, fatwa dari MUI pusat mengenai penggantian Salat Jumat dengan Salat Dzuhur di rumah dimaksudkan untuk daerah-daerah yang sangat mengkhawatirkan.

“Adapun, daerah-daerah yang tidak terlalu mengkhawatirkan, tetap Salat Jumat di masjid wilayahnya masing-masing,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menyatakan untuk Kota Malang saat ini belum dalam kategori sangat mengkhawatirkan.

Artinya, MUI Kota Malang tidak memberikan paksaan kepada masyarakat yang ingin salat Jumat di masjid atau di rumah.

Baca Juga :  Dua Pasien Positif Covid-19 Ditangani RSSA Malang, Salah Satunya Meninggal

Sehingga apabila memang masyarakat menghendaki untuk mengganti karena khawatir berkumpul dengan banyak massa, dipersilahkan. Dengan dasar utama dari fatwa MUI pusat tersebut.

“Untuk Kota Malang menurut pendapat kami, sementara ini belum terlalu berat seperti daerah lain. Maka kami menyerahkan saja kepada jamaah, kalau memang jamaah menghendaki Salat Dzuhur saja disilahkan, dasarnya hasil dari fatwa MUI itu. Tapi kalau dianggap ndak apa-apa di sini, monggo Salat Jumat tetap di masjid. Melihat sikon (situasi kondisi)-nya bagaimana di masing- masing wilayah,” tandasnya.

Keputusan itu, lanjut KH Baidlowi Muslich, sudah dikaji dari berbagai segi dengan mengambil rujukan Al Quran dan Sunnah yang kuat.

Editor : Heryanto

Kanal Terkait