Belum Genap Sebulan Viral Lagi, Kunjungi Saudara di Ranu Pane Dikenakan Tiket TNBTS | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA STRAIGHT NEWS

Belum Genap Sebulan Viral Lagi, Kunjungi Saudara di Ranu Pane Dikenakan Tiket TNBTS

Belum genap satu bulan viralnya tiket masuk menuju Ranu Pane, pada hari Rabu (1/1) sebuah akun FB bernama Andri Faradiyati mengunggah sebuah postingan yang merasa dirugikan karena harus membayar tiket cukup mahal ketika hendak mengunjungi saudaranya di Ranu Pane.

Dalam unggahan tersebut, Andri Faradiyati mengaku harus membayar Rp 34 ribu perorang untuk bisa melintas di jalan menuju Ranu Pane. Sementara dalam mobilnya ada 4 orang, sehingga Andri harus mengeluarkan uang sebesar Rp 146 ribu, dengan tiket parkir mobil Rp 10 ribu.

“Hari ini saya mengunjungi saudara saya di Ranupane, dan saya sangat terkejut dan kecewa sekali karena saya diharuskan untuk membeli tiket oleh pihak penjaga tiket disana tepatnya di loket sebelum Kali Ireng-Ireng. Dan saya sudah menjelaskan bahwa saya dari Lumajang ingin berkunjung ke saudara saya di Ranupane. Tapi mereka (petugas loket) kekeh bahwa saya boleh lewat kalau sudah membeli tiket. Sedangkan tiketnya gak murah satu tiket 34 rb dan saya dalam mobil itu ada 4 orang, saya, suami, bulek dan anaknya. Jadi saya harus mengeluarkan uang 4×34 ribu, masih ditambah parkir 10 ribu,” tulis Andri Faradiyati melalui akun FB Lapor Lumajang disediakan Pemkab Lumajang untuk menerima keluhan warganya.

Selanjutnya Andri mengarahkan keluhan ini kepada Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, yang mempertanyakan kenapa untuk berkunjung ke saudaranya di Ranu Pane harus dikenakan tiket semahal itu.

Sebelumnya masalah ini sempat ramai di masyarakat Lumajang karena pengenaan tiket tersebut tanpa adanya sosialisasi lebih dulu. Bupati Lumajang langsung turun tangan dan mengunjungi pos di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan memperoleh penjelasan bahwa yang akan dikenakan hanya wisatawan yang akan menuju Bromo dan Ranu Regulo.

Konflik terkait tiket inipun mereda dan masyarakat Lumajang yang hendak ke Ranu Pane juga tidak was-was untuk menuju Ranu Pane, sampai kemudian kejadian yang sama menimpa salah seorang warga Lumajang, pada awal tahun 2020 kemarin.

Kabid Pengelolaan TNBTS Wilayah Lumajang G. Marawayan kepada Kami menjelaskan, kebijakan untuk tidak mengenakan tiket kepada warga yang melintas menuju Ranu Pane dan Malang tetap tidak berubah.

“Tetap pak, kebijakan kita tetap. Jadi untuk warga yang akan ke Ranu Pane dan Malang tidak kita kenakan tiket. Kemarin itu juga banyak yang ke Ranu Pane dan Malang, ya kita bebaskan. Yang ini saya ndak tahu sendiri bagaimana yang terjadi, tapi kalau memang ke Ranu Pane pasti kita bebaskan,” kata G. Marawayan melalui sambungan ponselnya.

Kanal Terkait