SATUKANAL.COM
Hoax Covid-19
Dosen FISIP UB dengan beberapa Pengurus Anak Cabang Muslimat NU Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, saat penyuluhan terkait hoax Covid-19
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT

Begini Cara Dosen FISIP UB Agar Tidak “Termakan” Berita Hoax Covid-19

SATUKANAL, PASURUAN – Situasi pandemi akibat Covid-19 yang saat ini terjadi membuat masyarakat dibuat bingung antara mana informasi yang hoax dan mana infomasi yang real. Reza Safitri, Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Brawijaya berbagi tips membedakan berita hoax dan bukan kepada 20 Pengurus Anak Cabang Muslimat NU Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Kegiatan ini mengangkat tema literasi digital dalam rangka penguatan kapasitas penyuluh kesehatan dalam memanfaatkan media untuk mengakses informasi kesehatan.

Menurut Reza Safitri, salah satu media yang menjadi tempat persebaran informasi dan berita hoax adalah handphone.

“Grup di whatsapp yang banyak, interaksi yang intens, informasi juga kita peroleh banyak dari grup whatsapp, bahkan ada orang yang rutin update berita di grup whatsapp, akhirnya kita jadi bingung mana ini berita yang bisa dipercaya” ungkap Reza Safitri.

Baca Juga :  Usaha Pemerintah Dalam Menganggulangi Dampak COVID-19 pada Sektor Ekonomi dan Kesehatan

Maka dari itu, penting bagi para penyuluh kesehatan sebagai garda terdepan di masyarakat untuk mengetahui cara memetakan informasi yang hoax dan bukan.

Reza Safitri menuturkan, setidaknya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membedakan berita hoax “Periksa judulnya dulu, biasanya berita hoax itu judulnya provokatif dan menghasut.

Kedua, cermati juga berita dari website yang mencantumkan url link tertentu, kalau ke blog pribadi bisa dipastikan itu hoax. Kita juga harus bisa membedakan mana opini dan fakta, terlalu banyak opini bisa jadi itu juga hoax”.

Reza Safitri juga menekankan pentingnya melihat asal sumber berita dan keberimbangan berita. Jika ingin mengecek keaslian foto dan video berita, Reza Safitri menyampaikan saat ini sudah ada cara untuk melakukan pengecekan yaitu melalui komunitas anti hoax.

Tak ketinggalan Reza Safitri juga mengingatkan peserta melaporkan jika ada temuan berita hoax melalui fitur report yang ada di Facebook, Google, dan Twitter serta melaporkan kepada Kominfo melalui e-mail [email protected].

Baca Juga :  Menko PMK Apresiasi Pengadaan Mesin PCR di RS Kabupaten Kediri

Dalam kegiatan ini, Malikha, salah satu peserta yang hadir dalam acara ini menyampaikan “Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, saya jadi bisa tahu setelah ini saya harus apa agar masyarakat sekitar saya lebih percaya. Saya berencana mengundang dokter ke wilayah saya agar lebih percaya dengan bahaya Covid-19, biar tidak terkena informasi hoax lagi.”

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Agustus 2020 ini berlokasi di wilayah Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dengan membagi dalam 2 sesi kegiatan. Upaya pembagian sesi ini dilakukan sebagai tindak lanjut protokol kesehatan yang harus dijalankan dalam kegiatan luring

Kontributor: Sinta Swastikawara
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait