Begini Aturan Terbaru Perjalanan Dalam Negeri Pada 9-25 Januari 2021. Simak Ulasannya! | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Begini Aturan Terbaru Perjalanan Dalam Negeri Pada 9-25 Januari 2021. Simak Ulasannya!
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Begini Aturan Terbaru Perjalanan Dalam Negeri Pada 9-25 Januari 2021. Simak Ulasannya!

SATUKANAL.com, NASIONAL– Aturan mengenai pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi covid-19 yang berlaku pada 9-25 Januari 2021 telah diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Aturan itu tercantum dalam Surat Edaran (SE) Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Perjalanan orang untuk moda transportasi darat, laut, udara dan kereta api. Penerbitan surat edaran yaitu merujuk pada SE satgas Penanganan Covid-19 Nomor 1 Tahun 2021 Tentang ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri pada Masa Pandemi covid-19 yang terbit ada 9 Januari 2021.

Adita Irawati selaku Juru Bicara Kemenhub mengatakan bahwa semua stakeholder di sektor transportasi diminta untuk menerapkan protokol yang ketat guna mencegah penyebaran covid-19.

“Merujuk SE Satgas, SE kemenhub ini juga diterbitkan untuk mengatur perjalanan orang dalam negeri. Hal ini juga dimaksudkan untuk mengantisipasi peningkatan kasus positif covid-19 di tingkat nasional. Ini adalah upaya pencegahan dan untuk memutus rantai penyebaran covid-19 di dalam negeri,” ungkap Adita yang dikutip dari kompas.com.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan empat SE Juklak yaitu untuk moda transportasi darat (SE 1 Tahun 2021), laut (SE 2 tahun 2021), udara (SE 3 Tahun2021) serta kereta api (SE 4 Tahun 2021). Keempat juklak itu akan berlaku mulai 9-25 januari 2021.

Lebih lanjut terkait rincian setiap aturannya, rata-rata memiliki aturan yang hampir serupa namun ada beberapa aturan khusus yang dimilki oleh setiap model transportasi. Merujuk pada aturan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) 3 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara di masa Pandemi Covid-19, berikut penjelasannya:

Untuk ketentuan penumpang dalam negeri:

  • Wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan (3M) yaitu memakai masker (sesuai standar penerbangan), menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.
  • Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan.
  • Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan yang kuurang dari 2 jam. Kecuali bagi individu yang harus mengonsumsi obat-obatan untuk pengobatan yang apabila tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.
  • Wajib memenuhi persyaratan antara lain: 1) Menunjukkan Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan, untuk penerbangan menuju Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. 2) Menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambl dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan untuk penerbangan dari daerah ke daerah selain yang diatur pada butir 1 diatas.
  • Persyaratan kesehatan sebagaimana disebutkan pada huruf d tidak berlaku bagi: Penerbangan Angkutan Udara Perintis, Penerbangan Angkutan Udara di daerah 3T (Tertinggal, terdepan dan terluar) serta Penumpang anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun,
Baca Juga :  BLT Subsidi Gaji BPJS Ketenagakerjaan 2021 Segera Cair. Begini Syaratnya

Untuk penyelenggara angkutan udara

  • Mematuhi ketentuan operasional sebagaimana telah diatur di dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 13 Tahun 2020 Tentang Operasional Transportasi Udara dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona Virus Disease 2019 (covid-19)
  • Tidak memberikan makanan dan minuman kepada penumpang pada penerbangan yang berdurasi di bawah 2 jam kecuali untuk kepentingan medis.
  • Jika hasil RT-PCR atau Rapid Test Antigen pelaku perjalanan negatif tetapi menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR serta isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.
  • Apabila terdapat penumpang yang melakukan pengemalian (refund) tiket penerbangan, proses pengembalian dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Bagi awak pesawat udara yang bertugas dalam penerbangan wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan RT-PCR atau Rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu paling lama 14×24 jam sebelum keberangkatan.

Sementara itu, aturan perjalana juga diberlakukan pada perjalanan kereta api jarak jauh yang sesuai dengan Surat Edaran (SE) kementerian Perhubungan Nomor 4 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi perkeretaapian dalam Masa Pandemi Covid-19 yang berlaku hingga tanggal 25 Januari 2021.

Untuk Penumpang KA Jarak jauh

  • Bagi pelanggan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa dan Sumatera wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil non reaktif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu masimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan kecuali bagi pelanggan dengan usia di bawah 112 tahun.
  • Dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare dan demam)
  • Suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celcius
  • Mengenakan masker kain tiga lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut
  • Memakai face shield
  • Menggunakan pakaian lengan panjang
  • Tidak diperkenan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung selama perjalanan
  • Untuk perjalan yang kurang dari dua jam tidak diperkenankan makan dan minum. Kecuali bagi individu yang diharuskan mengonsumsi obat-obatan untuk menunjang kesehatan orang tersebut.
  • Jika dalam perjalanan menujukkan gejala covid-19 seperti flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare dan demam atau suhu badan lebih dari 37,3 derajat celcius maka pelanggan tidak boleh melanjutkan perjalanan selanjutnya dan diturunkan di stasiun terdekat untuk dilakukan pemeriksaan.
  • Mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan)
Baca Juga :  Semangat Penyintas Covid-19 Kota Kediri Donorkan Plasma Darah

Terkait informasi yang lebih lanjut mengenai perjalanan KA dan pemesanan tiket dapat diakses melalui aplikasi KAI atau Via Call Center (021)-121.

Sementara untuk pelaku perjalanan ke Bali melalui transportasi darat (termasuk angkutan sungai, danau, penyeberangan) dan laut, baik pribadi maupun umum, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau nonreaktif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Adapun untuk perjalanan ke daerah lainnya selain ke Bali dengan menggunakan transportasi umum darat, dilakukan tes acak (random check) rapid test antigen bila diperlukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 di daerah.

Bagi pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat pribadi, diimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait