'Bedah Sumber Winong' Tradisi Kuno Untuk Merawat Mata Air - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
'Bedah Sumber Winong' Tradisi Kuno Untuk Merawat Mata Air
(Istimewa)
BERITA Kanal Feature Kanal Pesona

‘Bedah Sumber Winong’ Tradisi Kuno Untuk Merawat Mata Air

Satukanal.com, Malang – Kabupaten Malang menyimpan banyak tradisi unik peninggalan nenek moyang yang patut untuk dilestarikan. ‘Bedah Sumber Winong’ merupakan salah satu tradisi yang masih eksis diadakan hinga saat ini.

Tradisi tersebut konon katanya merupakan tradisi peninggalan nenek moyang yang masih dipegang hingga kini oleh masyarakat di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Bedah Sumber Winong sendiri adalah sebuah kegiatan ritual adat yang dilaksanakan oleh penduduk sebelum membuka aliran sendang atau sumber mata air.

Kepala Desa Karangkates Sudjono Faksim mengatakan, kegiatan bedah Sumber Winong dilakukan sejak mata air keluar dari bagian bawah pohon winong yang roboh dan mati karena usia tua. Namun tidak diketahui pasti pada tahun berapa kejadian tersebut terjadi.

“Sumber ini sejak dari dulu tidak dinamai oleh warga, yang pada akhirnya kegiatan hari ini dari hasil musyawarah mufakat warga Desa Karangkates setuju dinamai menjadi Sumber Winong,” ujarnya.

Baca Juga :  Percepatan Vaksinasi, Sutiaji Apresiasi ‘Jaksa Peduli’

Prosesi bedah sumber menurut Sudjono, berbentuk selamatan sebagai bentuk rasa syukur. Setelah itu warga secara bersama-sama melakukan kerja bakti membersihkan dan membenahi aliran mata air di Sumber Winong.

Dia juga mengatakan, bedah sumber ini sebenarnya berfungsi sebagai penjaga tradisi kebudayaan lokal, penjaga kerukunan antar warga, dan sebagai pengingat leluhur.

Proses konservasi lingkungan secara tidak langsung terjadi pada saat mengingat mitos tentang leluhur, dengan demikian warga terus menjaga kelestarian sumber mata air.

“Sementara untuk mitos-mitos yang berkembang di masyarakat seputar sumber mata air menjadi pengontrol masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam sekitar, khususnya sumber daya air,” katanya.

Sudjono meneruskan, tradisi ini menjadi salah satu penanda bahwa masyarakat masih peduli dengan adat istiadat, sekaligus bisa menjadi salah satu indikator terjaganya sumber mata air.

Tujuan dari bedah sumber winong adalah membenahi kondisi Sumber Winong yang tidak terurus karena saat ini sebagian besar warga sudah mempergunakan air PDAM yang dialirkan dari sumber air Sungai Biru, sekaligus mengagendakan kembali tradisi ritual suguh sumber air sebagai kekuatan akar budaya lokal yang menjadi kekayaan budaya Indonesia.

Baca Juga :  Peduli IKM dan UKM Terdampak Covid-19, Wabup Serahkan Bantuan Sembako

Keberadaan Sumber Winong bagi masyarakat desa sangatlah penting, terlebih untuk warga yang tinggal di lingkungan kering dan membutuhkan keberadaan air bersih di waktu musim kemarau. “Warga memanfaatkan mata air untuk kebutuhan sehari-hari, dan keperluan lainnya,” katanya.

Sudjono mengatakan, sebenarnya bedah sumber merupakan rangkaian upacara merti dusun atau selamatan desa. Keberlimpahan air di Desa Karangkates utamanya di wilayah RT 05/RW 01, belum terkelola dengan baik.

“Warga masih menganggap air adalah sumber daya alam yang tidak akan habis sehingga cenderung menggunakannya tanpa batas,” pungkasnya.

 

Penulis: Tri Iwan Widhianto
Editor: Ubaidhillah 

Kanal Terkait