SATUKANAL.COM
Bawaslu Kabupaten Kediri Temukan Ribuan Data Anak Dibawah Umur Masuk DPS
Foto : Ali Masyhudi Komisioner Bawaslu Kabupaten Kediri Divisi Pengawasan (Kiri)
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN STRAIGHT NEWS

Bawaslu Kabupaten Kediri Temukan Ribuan Data Anak Dibawah Umur Masuk DPS

SATUKANAL.com, KEDIRIBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri mendapati sebanyak 3252 anak dibawah umur masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri 2020.

Ali Mashudi, Komisioner Bawaslu Kabupaten Kediri Divisi Pengawasan mengatakan, dalam hal ini Bawaslu melakukan pengawasan terhadap kualitas data yang telah diumumkan oleh KPU. Termasuk tidak boleh ada kesalahan data yang sangat penting untuk masuk daftar pemilih, semisal masih dibawah umur.

“Dalam arti kata nanti pada 9 Desember 2020, belum genap berumur 17 tahun. Ini mestinya tidak bisa masuk ke daftar pemilih, dan statusnya juga belum menikah atau tidak kawin. Juga dalam jumlah cukup signifikan, yakni sebanyak 3252 pemilih tersebar di 26 Kecamatan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, masih ada Tiga pengawasan yang juga penting untuk dilakukan perbaikan, tersebut antara lain terkait usia data pemilih yang masih kurang dari 0 tahun didapati sebanyak 17 pemilih tersebar di 11 Kecamatan. Berikutnya terkait tentang data tangg lahir Invalid atau tidak sesuai.

Baca Juga :  KPU: Batas Dana Kampanye Kabupaten Kediri Sebesar 30.084.100.000 Miliar

“Biasanya kalau data invalid, ada kesalahan pada input data. Dan ini ditemukan data sebanyak 20 pemilih tersebar di 10 Kecamatan,” ungkapnya.

Ali melanjutkan, untuk hasil pengawasan DPS dengan jumlah cukup signifikan, yakni sebanyak 303 pemilih, terkait Nomor Kartu Keluarga bukan Kabupaten Kediri.

“Ini juga cukup banyak, terkait nomor kartu keluarga yang bukan domisili asal Kediri. Padahal yang namanya pemilih pada Pilkada Kediri 2020 ini, secara identitas kependudukan harus warga Kediri. Itu jumlahnya juga signifikan, ada 303 pemilih tersebar di 26 Kecamatan,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bila memang ada hasil temuan yang diduga kuat adalah kesalahan pada proses penyusunan data pemilih. KPU akan menindak lanjuti dengan memberi instruksi kepada jajaran PPK dan PPS dengan data pemutakhiran atau perbaikan sesuai dari lokasi DPS. Yang nantinya akan diperbaharui dan disampaikan ke kami untuk sejauh mana tindak lanjut dari ini.

Baca Juga :  Tak Terdampak Pandemi, Gubernur Jatim Apresiasi Sentra Tenun Ikat Bandar Kidul

“Hal ini harus segera dituntaskan, sebagaimana nanti untuk penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tingkat Kabupaten yang tidak bisa lagi dirubah. Data tersebut nantinya sebagai acuan untuk penyediaan logistik, surat suara, dan lain-lain. Serta yang tak kalah penting adalah kualitas data pemilih harus berkualitas, akurat, mutakhir, dan komprehensif,” jelasnya.

“Maka dari itu, mumpung ini masih dalam tahap penyusunan daftar sementara hasil perbaikan, yang mulai hari ini sampai tanggal 9 dilakukan rekapitulasi dari Kecamatan. Untuk itu kita minta untuk KPU melalui surat saran perbaikan untuk segera ditindak lanjuti,” tutupnya.

 

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal

    Kanal Terkait