Batik Covid-19, Karya Fenomenal Pembatik Malang saat Jalani Isolasi Mandiri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Bati tulis motif Covid-19. (foto: Mandalika/satukanal.com)
BERITA Kanal Feature Kanal Highlight

Batik Covid-19, Karya Fenomenal Pembatik Malang saat Jalani Isolasi Mandiri

Raga boleh terkurung ketika terserang virus Covid-19. Namun, jiwa kreatif yang menyala tak akan padam. Saat isolasi mandiri pun, pembatik Batik Tulis Lintang Karang Ploso Malang ini melahirkan karya batik motif Covid-19.

satukanal.com, Malang – Batik sudah menjadi ciri khas bagi Indonesia. Setiap daerah memiliki batiknya masing-masing. Begitu pula dengan Kabupaten Malang, dengan puluhan bahkan hampir ratusan pembatik yang berkarya.

Salah satunya adalah batik tulis Lintang, Karangploso, yang berdiri sejak tahun 2013. Kreatifitas Batik Tulis Lintang tak berhenti walaupun wabah Covid – 19 tengah merebak.

Memang, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, produksi kain batik menurun drastis. Hal ini tentu dikarenakan pembeli yang juga menurun. “Apabila sebelumnya kami bisa membuat 70 lembar batik, kini hanya 10 lembar,” kata D. Indra, direktur pemasaran Batik Tulis Lintang.

Baca Juga :  690 Ribu Ibu Hamil Kota Batu, Masuk Target Vaksin

Meski secara kuantitas menurun, namun Batik Tulis Lintang tetap produktif dengan memproduksi 3 motif baru. Yakni motif Kawung Garudeya, Garudeya Sidomukti, dan yang paling unik, motif Covid-19.

Motif Covid-19, menurut Indra, tak terpikirkan untuk dijadikan sebuah karya. Namun, dia punya alasan tersendiri. Karya itu muncul ketika Indra dan keluarganya terkonfirmasi positif Covid-19. Di tengah isolasi mandiri, dia justru menghasilkan karya fenonemal.

“Kami hanya menjadikan sebagai momentum dan bentuk keresahan kami karena saya dan keluarga kemarin terkonfirmasi positif, teman dan kerabat pun banyak yang meninggal,” tutur Indra.

Baca Juga :  Sebut Capaian Sudah 70 Persen, Vaksinasi Covid-19 Kini Sasar Rumah Ibadah

Kain dengan motif corona ini pun hanya dibuat satu kali dengan ukuran standar 2,25 meter kali 1,15 meter, telah terjual seharga RP 1,7 juta. Sesuai janjinya, 50 persen penjualan didonasikan melalui Malang Crisis Center sebagai bantuan bagi masyarakat yang terpapar Covid – 19. Seperti bantuan berupa oksigen dan sembako.

Sarjana Teknik Tekstil Institut Teknologi Nasional Malang ini berharap Batik Tulis Lintang serta pembatik lainnya tidak menyerah dan terus berkarya, menghasilkan kreasi yang bisa dipasarkan secara luas. Tak lupa ia pun berdoa agar pandemi ini cepat berakhir. (*)

Pewarta : Mandalika Naurah

Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait