SATUKANAL.COM
BERITA

Baru Sepekan Bertugas di Malang, Kasat Intelkam Riza Sapa Aktivis di Coffee Times, Ini Harapannya

Seminggu setelah resmi dilantik menjadi Kasat Intelkam Polres Malang Kota, AKP Muhammad Riza Rahman langsung tancap gas melaksanakan mandat yang telah dipercayakan kepadanya. Salah satunya dengan aktif bertemu elemen masyarakat.

Seperti yang terjadi pada Jumat (27/9/2019) malam. Bersama dengan sekitar 40 mahasiswa dari perwakilan beberapa kampus dan organisasi se-Malang Raya. Anggota polisi yang akrab disapa Riza ini, tampak gayeng saat diskusi bersama mahasiswa yang dilaksanakan di Coffee Times, kawasan Terminal Kopi Malang, Pasar Terpadu Dinoyo.

Riza membaur bersama mahasiswa yang tergabung dalam FORPI (Forum Pemuda Indonesia). Dia menjadi pemateri dalam diskusi santai degan tema “Menangkal Gerakan Anarkisme di Kota Malang”.

Sepanjang berjalannya diskusi, puluhan peserta mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga anggota polisi nampak serius tapi santai saat melakukan diskusi tersebut. ”Ini temen-teman mahasiswa dari mana saja ini,” tanya Riza yang kemudian dijawab oleh para mahasiswa jika mereka berasal dari kampus Unisma (Universitas Islam Malang), Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi) Malang, Widyagama, dan beberapa kampus lain di Malang Raya.

”Katanya panitia, juga ada yang dari Ormek (Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus), coba angkat tangannya,” celetuk Riza yang kemudian dijawab oleh para mahasiswa sembari mengangkat tangan saat mengatakan jika masing-masing dari mereka berasal dari organisasi PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), dan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam).

Di sela-sela agenda diskusi, pria kelahiran tahun 1992 tersebut juga sempat curhat kepada para peserta diskusi. ”Saya ini masih baru ditugaskan di Kota Malang, tepat seminggu ini saya bertugas di Polres Malang Kota sebagai Kasat Intelkam. Sebelum di sini saya bertugas di Manado. Di sana daerahnya banyak pantainya, jadi agak panas. Setelah ditugaskan di Malang, saya langsung flu karena di sini dingin sekali,” canda Riza yang langsung disambut tawa dari para peserta diskusi.

Pria 27 tahun itu mengaku sangat senang saat diundang FORPI, untuk diskusi di Coffee Times. Menurutnya amanah yang baru diserahkan kepadanya, yakni menjadi Kasat Intelkam menuntut dirinya untuk banyak bertemu dengan elemen masyarakat. Termasuk salah satunya dengan mahasiswa.

”Sebagai orang baru di sini, saya butuh banyak kenalan dan informasi. Makanya saya antusias datang ke sini (Coffee Times) untuk bertemu temen-temen dan berdiskusi. Kalau dirasakan memang berat, tapi hidup itu memang perjuangan. Makanya saya tetap butuh bantuan adik-adik untuk menjalankan tugas yang diberikan kepada saya sebagai Kasat Intelkam Polres Malang Kota,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Riza juga sempat menyinggung soal aksi unjuk rasa mahasiswa yang terjadi beberapa waktu lalu. Salah satunya terkait birokrasi dan perizinan. ”Kalau mau demo, datang ke Polres nanti bisa ketemu saya langsung dan akan saya arahkan terkait prosedur yang harus ditempuh,” ungkapnya.

Setelah hampir dua jam lebih berdiskusi, Riza juga sempat memberikan apresiasi akan aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa. Namun demikian, pihaknya juga berpesan agar dalam aksi tidak ada yang sampai berujung anarkisme. ”Pesan terakhir sebelum mengakhiri diskusi saya ingin menyampaikan, jika kita ini masih satu generasi. Kita sama-sama masih muda, usia saya juga masih kisaran kepala dua. Saya paham betul di usia seperti ini, masih identik dengan idealis. Tapi saya berpesan jangan sampai sifat idealis yang ada dalam diri kita digunakan orang lain yang tidak bertanggungjawab, demi kepentingan mereka,” imbaunya.

Sebelum beranjak dari tempat duduknya, Riza dan beberapa anggota kepolisian dan pemateri dari akademisi nampak berfoto bersama dengan karyawan Coffee Times. ”Trimakasih, kopinya enak,” tuturnya.

Sebagai tambahan, Coffee Times ini berlokasi di Pasar Terpadu Dinoyo lantai dua. Selain menjadi tempat yang rekomended untuk tempat nongkrong. Di Coffee Times juga bisa menjadi rujukan tempat untuk rapat, diskusi, dan mengadakan pertemuan.

Selain free Wifi, fasilitas penunjang yang disediakan oleh penggelola adalah layar dan sound sytem. Hal inilah yang membuat para pengunjung betah berlama-lama saat nongkrong maupun nobar (nonton bareng) pertandingan sepak bola.

Tempat yang luas, didukung dengan menu yang tidak menguras kantong juga menjadi kelebihan selanjutnya. Mulai dari makanan, camilan, hingga minuman tersaji lengkap.

Beberapa menu yang bisa dipesan di Coffee Times di antaranya menu dalam varian kopi yang meliputi kopi moro seneng,kopi selir, kopi ambyar, kopi tubruk, kopi bromo, kopi ijen, tubruk susu, french pres, v60, vdrip dan kopi luwak.

Selain minuman yang disajikan dalam menu panas dan hangat, Coffe Times juga menyajikan menu yang bisa dinikmati secara dingin. Yakni es kopi susu, ice milkshake kacang hijau, moccachino, macchiato, cappuchino, cokelat susu, dan lainnya.

Kemudian untuk menu yang bisa disajikan dalam kondisi panas maupun dingin ada susu, cokelat, teh, teh tarik, milkshake, cokelat susu, Josua, dan sebagainya. Berbagai varian menu tersebut dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Sebab harga yang ditawarkan dijual dengan harga yang berkisar antara Rp 4 ribu hingga Rp 20 ribu.

Kanal Terkait