Bantu Siswa Kurang Mampu, Program SAS Dispendik Banyuwangi Raih Penghargaan Kemendikbud | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Bantu Siswa Kurang Mampu, Program SAS Dispendik Banyuwangi Raih Penghargaan Kemendikbud
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Bantu Siswa Kurang Mampu, Program SAS Dispendik Banyuwangi Raih Penghargaan Kemendikbud

SATUKANAL.com, BANYUWANGI– Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Banyuwangi raih penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) RI. Penghargaan ini diserahkan secara virtual dalam ajang Malam Apresiasi Cerdas Berkarakter pada senin (7/12/2020). Dispendik mendapat Penghargaan sebagai Dinas Pendidikan Cerdas Berkarakter.

Menteri pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim yang membuka secara langsung malam apresiasi tersebut menuturkan bahwa Penghargaan Cerdas berkarakter ini diberikan Pusat Penguatan karakter kemendikbud kepda pihak-pihak yang dinilai telah melaksanakan tugas penguatan karakter sesuai dengan kapasitasnya.

Sebelumnya, Siswa Asuh Sebaya (SAS) pernah meraih penghargaan sebagai TOP 12 Kategori Terbaik, Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik, Provinsi Jawa Timur 2016. Selain itu, SAS pernah menjadi nominator penghargaan Millenium Development Goals (MDGs) untuk kategori pendidikan pada tahun 2014, menyisihkan ratusan program dari seluruh Indonesia. Hal ini dikarenakan program SAS selaras dengan salah satu komitmen tujuan MDGs terkait penanggulangan kemiskinan dan pendidikan dasar

“Alhamdulillah, inovasi Banyuwangi terus mencatatkan prestasi, serta diapresiasi dengan baik oleh pemerintah pusat. Penghargaan ini menjadi pelecut bagi kami untuk terus berinovasi agar lebih baik ke depan,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Baca Juga :  Ansor Kunir Jadi Sorotan Positif, Pimpinan DPRD Banyuwangi Bangga Dengan Generasi Muda

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas pendidikan Banyuwangi Suratno menjelaskan bahwa penghargaan tersebut berhasil diraih Dinas pendidikan Banyuwangi melalui program inovatif Siswa Asuh Sebaya (SAS).

Program Siswa Asuh Sebaya ini merupakan program yang ditujukan untuk mengumpulkan dana sukarela dari siswa mampu kemudian diberikan untuk rekannya dari keluarga kurang mampu guna mendukung pendidikannya.

Menurut Suratno, pengelolaan SAS dilakukan dari siswa, olej siswa dan untuk siswa di sekolah bersangkutan. Ia juga menjelaskan bahwa program SAS ini pertama kali diluncurkan pada 2011. Dan sampai saat ini telah menyalurkan sebesar Rp 19,1 miliar untuk membantu pendidikan ribuan anak di Banyuwangi.

Bantuan SAS dilakukan tanpa prosedur yang berbelit. Setiap siswa mampu dapat menyumbang dengan berbagai nominal rupiah. Bahkan bantuan tersebut juga dapat diberikan dalam bentuk yang lain seperti sepeda, uang saku atau pulsa internet.

Baca Juga :  Nadiem Pastikan CPNS Guru 2021 Tetap ada, Namun Fokus Rekrut PPPK

“Sebenarnya bukan pada nominalnya, yang terpenting justru bagaimana menumbuhkan rasa peduli sesama sejak dini. Kita semua berharap, para pelajar kelak menjadi generasi yang welas asih, suka menolong, sehingga masyarakat kita menjadi semakin guyub,” ujar Suratno.

Selama sepuluh tahun pelaksanaannya, program ini diikuti oleh 911 sekolah mulai tingkat SD, SMP sampai SMA di Banyuwangi.

“Sedangkan untuk sasaran dari penerima bantuan ini pun sekarang melebar. Bukan hanya teman sekolah namun sekarang menyasar siswa sekolah lain yang membutuhkan,” jelasnya.

Gerakan SAS juga menjadi pelengkap program intervensi kebijakan pendidikan pemkab lainnya.  Seperti program bantuan uang saku dan transportasi untuk pelajar, tabungan pelajar kurang mampu, beasiswa kuliah Banyuwangi Cerdas, hingga pengangkatan anak putus sekolah.

“Berkat program-program yang kita geber, angka putus sekolah di Banyuwangi dari tahun ke tahun terus menurun,” pungkasnya.

 

 

 

 

Pewarta:  Adinda A.I.U.
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait