Banjir Terjang 4 Kecamatan, Pemkot Malang Siaga - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Banjir Terjang 4 Kecamatan, Pemkot Malang Siaga
BERITA HIGHLIGHT KOTA MALANG STRAIGHT NEWS

Banjir Terjang 4 Kecamatan, Pemkot Malang Siaga

Satukanal.com, Malang – Secara geografis, terdapat dua pembagian musim di Indonesia, musim kemarau dan musim penghujan. Saat ini, situasi musim di Indonesia masuk pada fase masim penghujan, dimana dalam fase ini secara statistik, bencana alam terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, dengan klasifikasi bencana yang paling banyak terjadi adalah banjir dan tanah longsor.

Bencana banjir dan tanah longsor dipengaruhi oleh beberapa sebab. Selain karena instensitas hujan terjadi sangati tinggi, ada beberapa faktor yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap terjadinya kedua bencana tersebut. Salah satunya adalah faktor lingkungan, terkait prilaku dan kesadaran masyarakat yang belum berorientasi pada prinsip sadar lingkungan.

Kota Malang menjadi salah satu wilayah yang setiap tahunnya tidak luput dari terjangan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Ancaman dua jenis bencana tersebut juga dipengaruhi oleh aspek geografisnya, dimana Kota Malang dilewati oleh beberapa aliran sungai besar seperti Sungai Brantas dan Sungai Metro.

Pada Minggu (17/01/2021), akibat guyuran hujan deras yang terjadi selama beberapa jam, menyebabkan beberapa kelurahan di 4 kecamatan Kota Malang tergenang banjir. Peristiwa banjir tersebut juga menyebabkan sekitar 260 rumah warga turut terdampak.

Baca Juga :  6 Kisah Wisata Pemandian Wendit, Petirtaan Suci Lokasi Hayam Wuruk Singgah

Hujan deras juga menyebabkan satu rumah ambruk akibat longsornya plengsengan sungai di Kawasan Sulfat, Bunulrejo. Bencana banjir dan tanah longsor menghambat berbagai aktivitas warga di wilayah terdampak. Bencana tersebut merenggut satu korban jiwa, warga Bunulrejo yang terseret aliran sungai hingga akhirnya ditemukan di Bendungan Sengguruh Kepanjen 2 hari kemudian.

Atas kejadian tersebut, Pemerintah Kota Malang bersama beberapa instansi terkait melakukan berbagai upaya mitigasi dan penanggulangan. Pemkot Malang bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang terjun langsung ke beberapa wilayah yang terdampak.

Saat melakukan penelusuran di wilayah Bandulan, BPBD Kota Malang menemukan fakta bahwa, saluran drainase terhalang oleh Cor Beton. Sehingga, tidak mampu menahan debit air yang besar. Akibatnya air diwilayah tersebut meluap hingga merendam pemukiman warga.

Kemudian, insiden tanah longsor yang terjadi di wilayah Sulfat Bunulrejo. BPBD Kota Malang pada kunjungannya tersebut, menemukan fakta bahwa wilayah tersebut tidak aman untuk didirikan sebuah bangunan. Temuan fakta tersebut didasarkan dari hasil analisis terhadap dampak lingkungan area longsor.

Baca Juga :  Atasi Masalah Ketersediaan Air dan Sanitasi, Pemkot Malang : Sumur Resapan Jadi Solusi

Pemkot Malang dan BPBD Kota Malang pun melakukan koordinasi searah. Hal tersebut dilakukan guna menganalisis permasalahan penyebab banjir dan longsor, sehingga dapat diperoleh solusi untuk menanggulanginya.

Untuk sementara, Pemkot Malang bersama dengan BPBD Kota Malang masih melakukan upaya antisipasi. Sebab, berdasarkan hasil pemantauan dari pihak BMKG, curah hujan tinggi masih akan melanda wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari ke depan.

Atas terjadinya bencana tersebut, Wali kota Malang Bersama beberapa elemen terkait mengunjungi semua warga terdampak banjir yang tersebar di beberapa wilayah. Sutiaji juga mengunjungi keluarga dari salah satu korban meninggal dunia akibat longsor di Bunulrejo.

Dalam kunjungan tersebut, Sutiaji juga menginstruksikan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, mengingat jumlah penderita pandemi Covid 19 di Kota Malang masih tergolong tinggi.

 

 

 

 

Pewarta : Albertus ADW
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait