Bangunan RSI UNISMA Terkendala IMB, Wali Kota Malang Perbolehkan Lanjutkan Pembangunan | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Bangunan RSI UNISMA Terkendala IMB, Wali Kota Malang Perbolehkan Lanjutkan Pembangunan
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Bangunan RSI UNISMA Terkendala IMB, Wali Kota Malang Perbolehkan Lanjutkan Pembangunan

SATUKANAL.com, MALANG – Proyek pengerjaan pembangunan Rumah Sakit Islam Universitas Islam Malang (RSI UNISMA) masih menjadi polemik hingga saat ini. Adanya kasus kecelakaan kerja yang terjadi saat pembangunan tersebut, pihak kepolisian telah menetapkan dua orang tersangka, yakni BW, kepala mandor, dan CA, Operator Lift.

Penghentian kegiatan selain untuk keperluan penyelidikan, juga dikarenakan adanya temukan fakta bahwa proses pembangunan RSI UNISMA tidak mengantongi izin. Mulai dari dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Analasis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Instalasi Pengolahan Air Lingkungan (IPAL).

Terhentinya pembangunan itu tidak berlangsung lama. Karena pada Kamis (01/10/2020), pelaksana proyek PT Dwi Ponggo Seto ini kembali melakukan aktivitas pembangunan. Padahal, perizinan yang menjadi prasyarat boleh dilakukannya kegiatan pembangunan belum juga dikantongi.

Baca Juga :  Mengatasi Jumlah Sampah, Pemkot Malang Bangun TPS Baru Di Kawasan Padat Penduduk

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengatakan bahwa, pembangunan RSI UNISMA ini tetap diperbolehkan dan dapat dilanjutkan. Karena dokumen-dokumen yang digunakan untuk pemenuhan pengurusan IMB dan perizinan lainnya sudah pada tahap pengajuan kepada Pemerintah Kota Malang.

Pengurusan IMB atas bangunan RSI UNISMA yang sampai saat ini belum usai, ternyata memiliki beberapa kendala, berkaitan dengan ketentuan tinggi bangunan yang diajukan RSI UNISMA. Peraturan yang mengatur batas ketinggian suatu bangunan di lingkungan pendidikan sebelumnya telah ditetapkan sebagaimana di Peraturan Daerah (Perda) RT RW Kota Malang.

Pada Perda tersebut telah dijelaskan bahwa lingkungan pendidikan hanya diperbolehkan untuk membangun gedung-gedung bertingkat dengan maksimal empat lantai saja. Sementara bangunan RSI UNISMA yang sedang dalam masa proses penyelesaian ini memiliki tinggi bangunan delapan hingga sembilan lantai.

Baca Juga :  Hari Ini, Bioskop Di Kota Malang Diizinkan Beroperasi Kembali

Sutiaji juga menjelaskan bahwa, pasal-pasal yang ada pada Perda RT RW tersebut perlu dilihat dan dikaji secara mendalam berkaitan dengan klausul mengenai persyatakan ketinggian bagunan di ilingkungan pendidikan. Karena saat ini di Kota Malang sendiri banyak bangunan yang ada pada lingkungan pendidikan memiliki tinggi lebih dari empat lantai.

“Karena sebelumnya, bangunan di lingkup pendidikan banyak yang dibangun setinggi lima lantai ke atas, dan itu sebelum Perda RTRW Kota Malang disahkan. Maka ada klausul yang harus dilihat lagi,” jelasnya. Sehingga ia mengatakan bahwa proses pembangunan RSI UNISMA ini dapat dilanjutkan kembali.

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait