Bangun Dinding Rumah, Bocah SD Manfaatkan 450 kg Limbah Plastik Jadi Ecobrick - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Bangun Dinding Rumah, Bocah SD Manfaatkan 450 kg Limbah Plastik Jadi Ecobrick
BERITA HIGHLIGHT

Bangun Dinding Rumah, Bocah SD Manfaatkan 450 kg Limbah Plastik Jadi Ecobrick

Satukanal.com, Surabaya – Ahmad Arkaan Taamir seorang bocah SD berusia 9 tahun. Ia mulai aktif memanfaatkan limbah plastik menjadi ecobrick. Hal itu dilakukan untuk mengurangi limbah plastik yang dapat mencemari lingkungan.

Selain itu, kepedulian bocah yang akrab disapa Arkaan pada lingkungan ini memang layak diacungi jempol. Selain, menjadikan ecobrick sebagai penganti batu bata di lantai dua rumahnya, Aat juga berhasil membuat tempat sampah otomatis dari ecobrick.

Agar tempat sampah bisa dibuka tutup secara otomatis, Arkaan menggunakan motor servo ardiuno HC-SR-04 dan sensor ultrasonik HC-SR-04. “Tempat sampah otomatis ini saya buat dengan sensor arduino uno, jadi dengan melambaikan tangan saja tempat sampahnya bisa buka sendiri,” ujarnya.

Siswa SD Nginden Jangkungan 1 ini menjelaskan, pertama kali membuat ecobrick pada Januari 2021, karena mengetahui inovasi ini dari sang ayah. Ketika dirinya membuat ecobrick, Arkaan juga dibantu oleh orang tuanya serta saudara-saudaranya.

Baca Juga :  Pembayaran THR Molor? Pekerja Bisa Lapor ke Posko Aduan

Arkaan pun juga menjelaskan bagaimana cara ia mengumpulkan sampah plastik. Kini dirinya mengaku telah mempunyai 47 tempat adopsi sampah, mulai dari warung kopi hingga tempat laundry.

“Setiap harinya bisa terkumpul 6 sampai 7 kilogram plastik. Saya mengambil sampah plastiknya, setiap hari secara bergantian. Misalnya pagi ke tempat ini, sore ke tempat yang lain secara bergantian,” ungkapnya.

Saat membuat ecobrick, sebelumnya sampah plastik harus dicuci lalu dijemur terlebih dahulu. Sesudahnya, sampah plastik tersebut baru dipotong-potong kecil dan dimasukan ke botol plastik 1500 ml.

“Standarnya satu botol isinya 500 gram sampah plastik,” jelasnya.

Baca Juga :  Awal Ramadhan 2021, Begini Pantauan Harga Kebutuhan Pokok di Surabaya

Bahkan kini, dirinya telah berhasil mengolah sekitar 450 kilogram sampah plastik menjadi ecobrick. Rencananya ecobrik tersebut akan dimanfaatkan Arkaan untuk membuat dinding kamar di rumahnya.

“Target saya 2000 botol untuk menyelesaikan bangunan di lantai dua rumah saya. Lantai dua rumah saya, saya jadikan untuk bengkel ecobrick,” jelasnya.

Berkat proyek Ecobrick tersebut, Arkaan pun lolos dalam seleksi Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup tingkat SD 2021.

“Semoga apa yang saya lakukan ini bisa membawa dampak bagi lingkungan dan membawa manfaat. Banyak sampah plastik di sekitar rumah yang tidak dikelola dengan baik, Jika dibiarkan terus menerus bisa membahayakan lingkungan, merusak pemandangan, hingga merusak ekosistem,” tutur Arkaan.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska 
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait