Bangun Demokrasi Dengan Dominasi, Dibalik Melejitnya Suara Yang Diperoleh Ikfina-Barra Di Pilkada Mojokerto 2020 | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Bangun Demokrasi Dengan Dominasi, Dibalik Melejitnya Suara Yang Diperoleh Ikfina-Barra Di Pilkada Mojokerto 2020
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Bangun Demokrasi Dengan Dominasi, Dibalik Melejitnya Suara Yang Diperoleh Ikfina-Barra Di Pilkada Mojokerto 2020

SATUKANAL.com, MOJOKERTO– Kata dominasi merupakan unsur pertama sebagai syarat ditempuhnya koalisi. Koalisi yang mewarnai hiruk pikuk Pilkada Mojokerto, merupakan salah satu koalisi yang sangat terbuka. Pasalnya secara gamblang masing- masing partai dengan koalisinya menjunjung Pasangan Calon (paslon) andalannya.

Sebagaimana sang petahana Pungkasiadi dan Titik yang merupakan jagoan dari koalisi antara PKB dan PDI, kemudian Yoko dan Nisa jagoan dari partai Golkar yang terakhir adalah Ikfina dan Gus Barra jagoan dari Nasdem Hanura dan PPP.

Background koalisi dari masing- masing partai yakni Koalisi Pancasialis, Koalisi Nasionalis, dan Koalisi Agamis. Koalisi Agamis yang kini menjadi pilihan oleh pasangan Ikfina- Gus Barra bukan tanpa alasan. Meski kursi DPRD didominasi oleh partai PKB, namun pilihan menggandeng putra sulung dari KH Asep Saifuddin Chalim.

Baca Juga :  PPKM Mojokerto, Pemkab Kurangi Kapasitas Pengunjung Dan Akhiri Kegiatan di Tempat Umum Pukul 20.00 WIB

KH Asep Saifuddin Chalim merupakan Kiai tersohor pemilik Ponpes Ammanatul Ummah Mojokerto. Ayah Gus Barra Juga merupakan tokoh agamis yang masuk di jajaran pengurus PC NU. Hal ini tentu saja menjadi kartu as tersendiri bagi pendukung Ikfina-Barra. meski tak mendapat rekomendasi dari PKB yang mendominasi kursi DPRD Mojokerto, namun berkat background Gus Barra dan beberapa partai pendukungnya merupakan kekuatan utama mereka.

Dominasi itu sendiri merupakan salah satu faktor kuantitas, yang dijadikan senjata utama dalam setiap Pilkada tentunya. Namun disisi lain Faktor kualitas juga harus diperhatikan. Selain faktor dominasi pasangan Ikfina-Barra juga dinilai mempunyai kualitas yang mumpuni untuk menjadi pemimpin, meski banyaknya dugaan indikasi “Dinasti Politik”.

Baca Juga :  Polres Mojokerto Ungkap Motif Serta Sanksi Pasal Berlapis Bagi Pelaku Pembuangan Dan Pembunuhan Bayi

Berkaca pada saat Pilpres Tahun 2019 pemenangnya ialah jokowi-ma’ruf, yang merupakan koalisi agamis. Dari segi kuantitas koalisi agamis memang menjanjikan menjadi pendongkrak suara, mengingat penduduk indonesia yang notabene merupakan islam.

Selain itu Gus Barra juga tercatat memiliki sistem “door to door” yang mampu menjadikan daya tarik tersendiri terhadap kaum milenial. Maka tak heran jika Ikfina-Barra saling melengkapi dan menutupi kekurangan, sehingga mampu meraup suara terbanyak pada Pilkada Mojokerto tahun 2020.

 

 

 

Pewarta: Yuni Shafera
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait