“Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!” Tema Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2021. Simak Sejarahnya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
“Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!” Tema Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2021. Simak Sejarahnya
Tema Hari Kebangkitan Nasional 2021/foto: Kominfo
BERITA Kanal Artikel

“Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!” Tema Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2021. Simak Sejarahnya

Satukanal.com, Nasional – Tahun ini, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) jatuh pada hari Kamis. Dimana penetapannya dilakukan pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya.

Harkitnas 2021 ditetapkan berdasarkan hari berdirinya Boedi Oetomo (BO) pada 20 Mei 1908. Budi Utomo adalah organisasi yang bergerak di bidang sosial, ekonomi dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik.

Dilansir dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyebut bahwa, perjuangan bangsa Indonesia selama ini sifatnya kedaerahan. Kemudain berubah menjadi nasional dengan tujuan mencapai kemerdekaan.

Sementara itu, sebagai pelopor perjuangan bangsa Indonesia, Budi Utomo memanfaatkan kekuatan pemikiran dan mendorong munculnya organisasi-organisasi pergerakan baru lainnya.

Sebagai penghargaan dan pengingat masa tersebut, Presiden Soekarno pada 20 Mei 1908 di Istana Kepresidenan Yogyakarta menetapkan tanggal 20 Mei sebagai Hari kebangkitan Nasional. Yang diperkuat dengan keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 1985 tentang Penyelenggaraan Peringatan hari Kebangkitan Nasional.

Tema Hari Kebangkitan Nasional 2021

Pada Harkitnas tahun ini, tema yang diusung adalah “Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!”

Baca Juga :  Usai Larangan Mudik, Pengetatan Perjalanan Masih Berlaku. Simak Aturannya!

Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate, dalam sambutannya di peringatan ke 113 hari Kebangkitan Nasional 20 mei 2021 menyatakan bahwa, peringatan Kebangkitan Nasional ini menjadi titik awal dalam membangun kesadaran untuk bergerak mengatasi permasalahan bangsa Indonesia.

“Harkitnas juga mengingatkan kita kepada semangat untuk bergerak sebagai bangsa dengan tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa tujuan peringatan tahun ini salah satunya untuk terus memelihara, menumbuhkan serta menguatkan semangat gotong royong sebagai landasan dalam melaksanakan pembangunan.

“Kita harus senantiasa optimis menghadapi masa depan untuk mempercepat pulihnya bangsa Indonesia dari Pendemi Covid-19,” ujarnya.

Sejarah Budi Utomo dan Hari Kebangkitan Nasional

Melansir catatan Nagazumi yang kemudian dibukukan oleh Institute of Development Economics Tokyo, Budi utomo didirikan di bawah filosofi dan kebudayaan Jawa dengan mengikuti garis-garis modern dari Barat atau Eropa.

Baca Juga :  Pemeran Zahra Jadi Sorotan Publik, Bagaimana Nasib Sinetron Suara Hati Istri?

Budi Utomo yang berdiri sejak tahun 1908-1918 sendiri, merupakan perkumpulan cendikiawan Jawa yang memiliki ikatan kuat dengan kebudayaan Jawa.

Dalam catatannya tersebut, nagazumi menyebutkan dalam pembentukannya masih ada partisipasi yang mendominasi dari orang Jawa dalam daftar siswa STOVIA (Sekolah Dokter Jawa yang didirikan pemeritah kolonial Belanda).

Sedangkan untuk nama organisasi ini, diusulkan oleh Soeradji, teman sekelas Soetomo yang turut hadir dalam pertemuan pembentukannya bersama dengan Wahidin.

Budi otomo mengalami perjalanan yang cukup panjang di masa perjuangan bangsa Indonesia. Tak serupa dengan organisasi pribumi lainnya yang kebanyakan memilih jalur radikal. Organisasi yang moderat-progresif ini tidak mendapat suatu kesulitan berarti semenjak didirikan.

Bahkan, belum genap satu tahun berdiri, organisasi ini sudah mendapat pengakuan dari Gubernur Jenderal Joannes benedictus van Heutsz. Otomatis, dengan pengakuaan tersebut, Budi Utomo berhak berdiri di pengadilan Hindia Belanda.

 

 

 

Pewarta : Adin
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait