Bakal Berlangsung September, MFC Naik Kelas - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Bakal Berlangsung September, MFC Naik Kelas
ilustrasi Malang Flower Carnival (Foto: Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Bakal Berlangsung September, MFC Naik Kelas

Satukanal.com, Malang – Bakal diselenggarakan pada bulan September mendatang, Malang Flower Carnival (MFC) siap digelar secara spektakuler. Pasalnya, dari keterangan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), gelaran MFC tahun ini naik kelas menjadi 10 Kharisma Event Nusantara.

“Tahun ini adalah tahun ke 11 MFC digelar, dan kita sudah naik, masuk dalam 10 Kharisma Event Nusantara. Kalau sebelumnya kita masih pada 100 kalender event Wonderful Indonesia,” ujar Kepala Disporapar, Ida Ayu Made Wahyuni pada Satukanal.com.

Selain itu, yang membedakan pada gelaran MFC tahun ini dengan sebelumnya yakni dengan metode hybrid yang akan digunakan. Dimana penyelenggaraan MFC 2021 ini nantinya akan digelar secara online dan offline, namun pengunjung offline tetap akan dibatasi.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Pemerintah Daerah Segera Selesaikan Jalur Evakuasi di Pesisir Jawa  

“Lokasi sudah disetujui pak Wali, kita gelar di halaman Stadion Gajayana. Secara offline kita hanya batasi 400 pengunjung saja,” imbuhnya

Mengusung tema “Great Garudheya”, MFC 2021 ini hanya bisa diikuti oleh 75 hingga 100 peserta saja. Alasan utama dilakukannya pembatasan peserta dikarenakan, kini Kota Malang masih berada dalam situasi Pandemi Covid-19.

“Kita mengangkat Garuda itu sebagai Lambang Negara yang mempersatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi bagaimana kita mengangkat bahwa ini adalah Garuda yang gagah perkasa sebagai sebuah simbol,” jelas wanita asal pulau Dewata itu.

Baca Juga :  Army Serbu BTS Meal, McD Sarinah Banjir Ojol

Selain itu Ida menambahkan, pada gelaran MFC kali ini para peserta diperbolehkan untuk menggunakan bunga daur ulang berbahan dasar seperti busa dan bahan-bahan bekas lainnya.

“Konsep kita memang adalah bunga artificial, utamanya mempergunakan bahan seperti busa dan sebagainya. Itu kan bekas sebetulnya. Jadi boleh, misalnya peserta yang tahun lalu ikut terus mendaur ulang pakaiannya. Tapi tidak boleh sepenuhnya, harus dipadukan antara yang lama dan baru,” tutup Ida.

 

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait