Bagi Warga Kabupaten Kediri Ini Serabut Kelapa Disulap Jadi Hiasan Pintu Natal | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
20191221_140846-960x640
Hiasan pintu jelang Natal dari serabut kelapa. (Foto: Isnatul Chasanah)
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Bagi Warga Kabupaten Kediri Ini Serabut Kelapa Disulap Jadi Hiasan Pintu Natal

SATUKANAL, KEDIRI – Siapa yang menyangka, dari sebuah rumah yang dikelilingi sawah, kebun jagung, dan peternakan ayam, lahir ratusan karya yang sering unjuk gigi di pameran nasional?

Mulai produk asesoris bernuansa etnik hingga pernak-pernik atribut Natal.

Ialah galeri Ning Craft Sumber Bahagia yang terletak di Dusun Mangunrejo, Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Di galeri sederhana ini, ratusan karya buatan Anamaria Hening Puspasari tertata apik.

Ning, begitu ia biasa disapa, mulai menekuni dunia kerajinan tangan pada 2008.

Saat Satukanal.com berkunjung ke galeri sekaligus rumahnya pada Sabtu (21/12/2019), Ning baru saja menyelesaikan hiasan yang biasa dipasang umat Kristiani di pintu rumah jelang Hari Natal.

“Wah, agak terlambat, baru saja selesai kami buat hiasan pintu, kalau tanggal segini sudah dikirim semua aksesori Natalnya,” ujar Ning menyambut.

Hiasan pintu yang dibuat Ning terbilang unik. Ia membuatnya dari sepet.

Di Jawa Timur, sepet ialah sabut kelapa yang ditata hingga berbentuk lingkaran dengan lubang di bagian tengah.

Fungsinya, sebagai alas peralatan dapur seperti panci atau wajan agar tak langsung mengenai lantai.

Di warung-warung penjual rujak, sepet juga biasa dipakai sebagai alas cobek agar tak bergeser saat dipakai membuat bumbu rujak.

Meski sepet biasa digunakan di dapur, tapi di tangan Ning sepet justru menjadi hiasan cantik bernilai seni tinggi.

“Saya lihat orang-orang sekarang suka sesuatu yang back to nature. Saya coba buat hiasan pintu dari sepet, ternyata responnya cukup bagus,” ujar Ning.

Baca Juga :  Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri, Bentuk Satgas Khusus di Sektor Pariwisata

Sepet yang sudah berbentuk lingkaran itu diberi beragam hiasan dan pernak-pernik oleh Ning.

Jadilah hiasan pintu dengan konsep natural. Ia sudah memproduksi hiasan pintu dari sepet ini sejak Natal tahun lalu.

Namun, tahun lalu Ning masih membalut sepet dengan rumbai-rumbai berwarna merah emas.

Tujuannya, supaya menutupi sabut kelapa. Tahun ini, Ning berpikir justru wujud asli sepet akan menarik perhatian. Ternyata benar.

“Tahun ini yang sepetnya masih terlihat justru lebih banyak peminatnya dibanding tahun lalu,” tutur perempuan yang kini memiliki delapan karyawan ini.

Harganya pun beragam. Paling murah Rp 50 ribu, hingga Rp 150 ribu. Sejak Oktober hingga Desember 2019, sudah hampir 100 buah hiasan pintu yang terjual. Meski begitu, hiasan pintu ini tak melulu dipakai jelang Natal.

Sehari-hari, bisa juga hiasan pintu dipasang di pintu kamar maupun pintu rumah. Tulisannya pun beragam, sesuai keinginan pembeli.

Saat Satukanal.com mengunjungi galerinya, sudah tak begitu banyak aksesori Natal yang terpajang.

Hanya ada beberapa hiasan pintu yang digantung, asesoris gantungan berbentuk ragam atribut Natal, dan bandana bernuansa merah.

Di pojok ruangan, tumpukan topi Santa di atas meja juga tak begitu banyak.

Meski Natal baru dirayakan tiap 25 Desember, tapi persiapan Ning untuk memenuhi permintaan asesoris Natal sudah jauh-jauh hari.

“Bulan Juli sudah persiapan, lalu mulai produksi. Pengiriman biasanya mulai Oktober, kalau sudah H-4 seperti ini sudah selesai kirim semua,” ujar perempuan asli Mojokerto ini.

Baca Juga :  BKD Kabupaten Kediri, Siapkan 893 Usulan Guru PPPK 2021

Galeri yang didirikan Ning memang memproduksi beragam asesoris Natal.

Mulai dari kaus kaki, topi Santa, hiasan pintu, bandana, gantungan, hingga bandana, dan pernak-pernik kecil.

Produknya tersebar di beberapa pertokoan di Kediri. Salah satunya Golden di Kota Kediri.

Ia juga rutin memasok asesori ke beberapa toko buku di Malang. Untuk Natal tahun ini, topi Santa sudah terjual lebih dari seribu buah. Begitu pula dengan bandana dan aneka pernak-pernik.

“Permintaan yang paling tinggi masih tetap topi Santa, karena rata-rata semua kalangan yang memakai. Kalau hiasan pintu kelompok tertentu saja,” imbuh perempuan berkacamata ini.

Di luar momentum Natal, Ning juga memproduksi beragam asesoris. Ada gelang dari buah jenitri, syal dari batik Kediri, hingga kalung-kalung etnik. Galeri Ning juga kerap ditunjuk mewakili Provinsi Jawa Timur di even pameran nasional.

Sepanjang 2019, sederet even pameran diikuti Ning dengan membawa nama Prabha Kencana, baik di skala regional maupun nasional.

Beberapa penghargaan kategori stan terbaik juga kerap diraih perempuan yang hobi mendengarkan musik saat membuat karya kerajinan tangan ini.

Kini, dalam sebulan Ning bisa meraih omzet hingga Rp 35 juta.

Ia pun kerap didapuk mengisi pelatihan membuat kerajinan tangan di berbagai forum, seperti PKK maupun komunitas.

 

Pewarta: Isnatul Chasanah

Editor     : Heryanto

    Kanal Terkait