Awas Banyak Developer Nakal! Ini Tips Membeli Perumahan Yang Aman - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Awas Banyak Developer Nakal! Ini Tips Membeli Perumahan Yang Aman
ilustrasi perumahan/foto:Rumah.com
BERITA Kanal Artikel

Awas Banyak Developer Nakal! Ini Tips Membeli Perumahan Yang Aman

Satukanal.com, Nasional – Tips membeli perumahan yang aman dibawah ini wajib disimak bagi kalian yang hendak melakukan jual beli peruamahan. Pasalnya, saai ini banyak developer nakal yang suka memberi imig-iming diskon besar atau harga murah di bawah harga pasar.

Sebagai konsumen yang pintar, perlu diingat agar tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk membeli rumah murah yang ditawarkan. Bagaimanapun juga kredibitas dari developer tersebut juga penting untuk diperhatikan untuk meghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Berdasarkan data tahunan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), tercatat pengaduan konsumen sepanjang 2020 mencapai 1.276 laporan. Dari jumlah itu, pengaduan konsumen sektor perumahan mencapai 507 laporan, atau tertinggi dibanding sektor lain.

Dikutip dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id, ada 3 ciri developer rumah bodong, yakni terdapat perbedaan rincian informasi yang disampaikan dari brosur dengan customer service. Selanjutnya menjual harga murah di bawah pasaran yang tak masuk di akal, kredibilitas dan perizinan yang meragukan.

Jasa developer memang dapat membantu seseorang untuk memilih hunian yang diinginkan tanpa perlu repot. Namun, konsumen tetap harus jeli agar tidak menimbulkan kerugian. Berikut adalah tips membeli rumah dari developer yang aman :

1. Perhatikan Legalitas Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Untuk menghindari masalah yang dapat terjadi di kemudian hari seperti penyegelan oleh pihak berwenang, penolakan kredit bank, dan masalah lainnya, maka konsumen harus memperhatikan legalitas dari rumah yang ingin dibeli dari developer.

Tanyakan ke pihak developer apakah rumah tersebut sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau belum. Bila belum ada, sebaiknya pembelian ditunda.

Hal ini penting karena setiap mendirikan bangunan gedung di Indonesia, maka wajib hukumnya untuk memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang sudah diatur oleh Undang-Undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

Baca Juga :  Sukses Finish ke-3, Liverpool Ucapkan Terimakasih Pada Fans Indonesia

2. Gali Informasi dan Pertimbangkan Reputasi Developer

Tips membeli perumahan yang aman berikutnya yakni dengan menggali informasi dan mempertimbangkan reputasi developer yang hendak dituju. Menggali informasi reputasi developer adalah langkah awal yang harus dilakukan sebelum memilihnya.

Dengan mengetahui reputasinya, konsumen dapat mempertimbangkan dan menilai apakah developer tersebut dapat bertanggung jawab dalam berbagai urusan nantinya. Cara mudahnya dapat membaca secara detail melalui website dan media sosialnya untuk melihat portofolio dari proyek-proyek apa saja sudah mereka lakukan selama ini.

Selain itu, rajin-rajin juga untuk mengecek pemberitaan di media dan internet untuk mengetahui apakah developer tersebut pernah tersandung kasus-kasus negatif yang merugikan konsumennya.

3. Jangan Membayar Down Payment (DP) Sebelum KPR Disetujui

Sebelum pinjaman yang diusulkan disetujui oleh pihak bank, maka konsumen jangan pernah mau membayar uang muka atau down payment (DP) yang sudah ditentukan kepada pihak developer. Pastikan, KPR telah disetujui, sehingga kemungkinan terburuknya dapat dihindari.

Alasannya sederhana, karena tidak ada jaminan pihak bank akan menyetujui KPR rumah yang diinginkan meskipun developer sudah bekerja sama dengan bank. Jika tetap nekat membayar DP kedeveloper dan KPR ditolak oleh bank, maka akan berisiko uang DP tersebut sulit kembali atau mendapatkan potongan sekian persen.

4. Tanyakan Perihal Sertifikat Rumah dan Waktu Peralihan Nama

Biasanya ketika membeli rumah melalui developer, sertifikat rumah akan sudah diganti nama dari pemilik lama menjadi nama developer. Jika tertarik membeli, pastikan konsumen menanyakan lebih jelas dan pastinya kapan sertifikat tersebut dapat beralih menjadi atas nama konsumen.

Hal tersebut sangat penting, karena jika sertifikat belum balik nama menjadi nama sendiri, maka konsumen tidak dapat melakukan alih kredit (take over) ke bank lain dari bank saat ini. Pihak bank akan meminta sertifikat atas nama konsumen agar bank dapat menyetujui pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) konsumen dan dijadikan sebagai jaminan yang sah di mata hukum.

Baca Juga :  Gerhana Matahari Cincin Terjadi Besok, Wilayah Mana Yang Bisa Menyaksikan?

5. Jangan Melakukan Transaksi Jual Beli di Bawah Tangan

Berisiko besar hingga menimbulkan kerugian ketika konsumen melakukan transaksi jual beli rumah di bawah tangan atau atas dasar kepercayaan yang menggunakan kuitansi sebagai tanda bukti. hal ini akan sangat beresiko bagi konsumen.

Ikutilah aturan prosedur di atas sesuai hukum. Jika rumah yang akan dibeli masih dalam status dijaminkan atau diagunkan di bank, maka lakukan pengalihan kredit dan dibuatkan Akta Jual Beli (AJB) di hadapan notaris.

6. Ketahui Kewajiban Developer

Risiko membeli hunian melalui developer memang besar terjadi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempelajari  dan mengetahui apa saja kewajiban developer. Jika sampai terjadi wanprestasi, langkah mudahnya adalah harus membaca secara rinci dan jelas Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) sebelum menandatangani berita acara serah terima hunian tersebut.

7. Jadwalkan Penandatanganan Akta Jual Beli (AJB)

Langkah lebih lanjut jika sudah setuju dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), maka segeralah menjadwalkan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) yang mana merupakan bukti sah hak atas tanah dan bangunan sudah beralih dari developer kepada pihak lain, yaitu konsumen sebagai pemilik baru. AJB ini harus dilakukan bersama developer di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Nah, itulah tips membeli perumahan yang aman bagi para pemula. Perhatikan benar-benar developer perumahan yang hendak dibeli. Hal-hal diatas dilakukan untuk menghindari atau meminimalisir kemungkinan terburuk yang terjadi.

 

 

 

Pewarta : Adinda
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait