Aturan Ibadah Natal di Tahun 2021, Simak Selangkapnya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Aturan Ibadah Natal di Tahun 2021, Simak Selangkapnya
Ilustrasi perayaan natal
BERITA Kanal Straight

Aturan Ibadah Natal di Tahun 2021, Simak Selangkapnya

Satukanal.com, Nasional – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19. Aturan ini keluar untuk antisipasi libur natal dan tahun baru.

Diketahui, Inmendagri ini mulai berlaku pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 mendatang. Pemerintah meminta gereja-gereja membentuk Satgas Protokol Kesehatan (Prokes) hingga jumlah jemaat tak boleh lebih dari 50 persen kapasitas ruang gereja.

Pemerintah juga meminta ibadah Natal digelar secara sederhana dengan lebih menekankan persekutuan di lingkup keluarga masing-masing. Pemerintah juga meminta tiap gereja menyiapkan sarana ibadah Natal secara daring.

Tiap-tiap gereja yang menggelar ibadah tatap muka diharuskan melakukan disinfeksi ruangan terlebih dulu. Serta memasang scan barcode aplikasi PeduliLindungi di pintu keluar dan masuk gereja. Lalu, apa saja aturan terbaru mengenai pelaksanaan ibadah natal 2021? Simak ketentuannya berikut ini.

Baca Juga :  Daftar UMK Jatim Tahun 2022, Surabaya Tertinggi

A. Gereja membentuk Satuan Tugas Protokol Kesehatan Penanganan COVID-19 yang berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah.

B. Pada pelaksanaan ibadah dan perayaan Natal:

    • Hendaknya dilakukan secara sederhana dan tidak berlebih-lebihan, serta lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah
      keluarga;
    • Diselenggarakan secara hybrid, yaitu secara berjamaah/kolektif di gereja dan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola
      gereja; dan
    • Jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan lbadah dan Perayaan Natal secara berjamaah/kolektif tidak melebihi 50% (lima puluh persen) dari kapasitas total gereja,

C. Pada penyelenggaraan ibadah dan perayaan Natal, pengurus dan pengelola gereja berkewajiban untuk:

    • Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area gereja;
    • Melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area gereja;
    • Menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari gereja serta hanya yang berkategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk;
    • Mengatur arus mobilitas jemaat dan pintu masuk (entrance) dan pintu keluar (exit) gereja guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;
    • Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar gereja;
    • Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna gereja;
    • Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak 1 (satu) meter; dan
    • Melakukan pengaturan jumlah jemaat/umat/pengguna gereja yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak.
Baca Juga :  4 Aplikasi Kencan Terbaik Selain Tinder, Udah Coba?

 

 

Editor : Naviska

Kanal Terkait