Atasi Stunting, Dinas Kesehatan Kota Malang Libatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Atasi Stunting, Dinas Kesehatan Kota Malang Libatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Atasi Stunting, Dinas Kesehatan Kota Malang Libatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

SATUKANAL.com, MALANGDinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) turut serta untuk terlibat dalam penganganan stunting. Persoalan stunting yang ada di Kota Malang menjadi masalah yang paling serius, sehingga hal tersebut menjadi fokus utama bagi Pemerintah daerah untuk dapat menekan angka penderita stunting agar mengalami penurunan.

Pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan Kota Malang menegaskan bahwa, pentingnya peran dari seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi agar tingkat penderita stunting di Kota Malang tidak mengalami peningkatan.

Kasi Kesehatan Keluarga (Kesga) dan Gizi Dinkes Kota Malang, dr. Dyah Inarsih menjelaskan bahwa berkaitan dengan penderita stunting di Kota Malang, Bidang kesehatan di luar penganganan stunting dan instansi di luar kesehatan juga turut dibekali edukasi mengenai penanganan stunting.

dr. Dyah Inarsih menegaskan bahwa, “nantinya yang di lapangan dari Dinas Kesehatan bidang lain itu mereka tahu stunting itu apa, dibawa kemana, dirujuk kemana, siberi apa nantinya. Sedangkan pada OPD lain bahwa stunting ini tidak hanya kesehatan. Masalahnya banyak, OPD lain nantinyan juga harus terlibat.”

Baca Juga :  Diskoperindag Gelar Operasi Pasar dan Pasar Murah, 5 Hari Berturut-turut di 5 Kelurahan

Pada acara Pertemuan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku dalam Percepatan Pencegahan Stunting yang dilangsungkan Rabu 11 November 2020. Dihadiri sekitar 55 peserta diantaranya dari tenaga medis, perwakilan bidan dan perwakilan dari OPD Kota Malang.

dr. Dyah Inarsih mengatakan, nantinya akan terjalin sinergitas antara bidang kesehatan dengan bidang yang lainnya. Keterlibatan dari OPD yang ada pada setiap penanganan pencegahan stunting merupakan hal yang sangat penting, dengan melakukan upaya pemantauan dalam pemberian tablet tambah darah bagi para remaja putri, hingga proses penyebaran informasi mengenai penanganan stunting di Kota Malang.

“untuk pendidikannya dari OPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Nah, remaja yang disasar itu kan untuk pemerian tablet tambah darah itu kan anak-anak SMP-SMA. Alalu Diskominfo (Dinas Informasi dan Informatika) menyebarkan informasi tentang stunting ini gimana strateginya” tuturnya.
Sedangkan hal-hal yang menyangkut masalah infeksius nantinya dapat melibatkan tim Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) misalnya dalam hal pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal.

Baca Juga :  Tagar #gerakan56detik, Kemenkes Ajak Tepuk Tangan Peringati Hari Kesehatan Nasional ke-56

Penyebab gaya hidup yang kurang bersih seperti, melakukan kegiatan mencuci baju dan Buang Air Besar (BAB) disatu lokasi yang sama, hal tersebut mengakibatkan timbulnya bakteri penyebab infeksi. Peran bidang lain seperti, Kesehatan Lingkungan (Kesling) juga turut dilibatkan dalam proses penanganan stunting ini. Sehingga dari kolaborasi yang mendatangkan berbagai bidang diharapkan dapat menekan angka stunting di Kota Malang.

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satuk

Kanal Terkait