Atasi 274 Hektar Kawasan Kumuh, SK Baru Turut Diterbitkan Pemkot - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Atasi 274 Hektar Kawasan Kumuh, SK Baru Turut Diterbitkan Pemkot
BERITA HIGHLIGHT

Atasi 274 Hektar Kawasan Kumuh, SK Baru Turut Diterbitkan Pemkot

Satukanal.com, Malang – Dalam upaya atasi beberapa kawasan kumuh di Kota Malang. Kini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk dapat mengatasi persoalan tersebut secara tuntas.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, bahwa sebenarnya kawasan kumuh di Kota Malang hanya tersisa 72 hektare. Tapi, berhubung ada SK baru sesuai dari Kementerian PUPR, ternyata ada penambahan jumlah kawasan kumuh.

Menurutnya, saat ini Kota Malang masih memiliki 274 hektar kawasan kumuh. “Ada review berkaitan dengan kawasan kumuh dan keluarlah SK baru sesuai dengan ketentuan Kementerian PUPR. Sehingga total saat ini Kota Malang masih miliki 274 hektar kawasan kumuh.” jelasnya.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR melakukan upaya salah satunya melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang bertujuan untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia.

Baca Juga :  Pengrajin Tas Plastik Kembali Tuai Untung Jelang Lebaran

Di Kota Malang sendiri program percantikan Kotaku telah dilakukan. Pada program tersebut berfokus untuk menyentuh banyak kawasan pemukiman kumuh di bantaran sungai Kota Malang. Hingga termasuk penataan kawasan Kayutangan Heritage mulai Zona 1, 2, dan 3 hingga kawasan Kauman dan Muharto.

Pada kawasan Kayutangan Heritage, sejauh ini masih dalam progres. Masih belum sepenuhnya selesai karena akan berlanjut untuk memperluas pembenahan di sisi Zona 3 (Patung Chairil Anwar) hingga kawasan Kauman hingga Muharto.

”Nantinya juga akan dibantu juga dengan APBD Kota Malang pada tahun 2021 ini,” jelas Wali Kota Malang.

Menurut Sutiaji, Pemkot Malang kini tinggal menunggu proses penyerahterimaan dari Kemen PUPR. Dari keterangan Sutiaji, terdapat dua titik yang akan diserah terimakan, yaitu Zona 1 (pertigaan Kantor PLN) dan zona 2 (perempatan Raja Bally)

Baca Juga :  Gunakan Inquiry Learning, Hadapi Tantangan Pembelajaran 4.0

“Mungkin setahun ini nanti ada serah terima dari Kementerian PUPR pada kami. Sama saya juga minta diberi ada infografis biar masyarakat tahu apa yang sudah dikerjakan program Kotaku ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, setelah dirinya bertemu tim Kotaku ada beberapa hal yang disampaikan. Seperti kendala perawatan lampu pernak-pernik, siapa yang akan membiayai, apakah inden dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Sudah diputuskan oleh Pak Sekda (Sekretaris Daerah Kota Malang) bahwa nanti masuk PJU (Penerangan Jalan Umum) saja yang mengcover,” ungkap Sutiaji.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait