ASN Dilarang Mudik, "Kalau Nekat Sudah Ada Sanksi" - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA HIGHLIGHT

ASN Dilarang Mudik, “Kalau Nekat Sudah Ada Sanksi”

Satukanal.com, Malang – Meski tren penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang terus menurun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memutuskan untuk tetap memanfaatkan aturan peniadaan mudik di perayaan lebaran Idul Fitri 1442 H untuk menekan penyebaran Covid-19.

Bupati Malang Sanusi mengungkapkan larangan mudik juga berlaku bagi jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Malang bepergian keluar dari di masa libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H mendatang

“Bagi ASN nanti kita akan gunakan tracing. Kalau nekat, sudah ada sanksi sesuai arahan dari Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri),” ujar Sanusi saat ditemui awak media.

Dalam kesempatan tersebut pria asal Gondanglegi itu juga menjelaskan, Kabupaten Malang bakal tetap melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro di lingkungan masyarakat. Harapannya melalui selain melalui pelarangan mudik kebijakan tersebut menjadi faktor penekan Covid-19 di Kabupaten Malang.

Baca Juga :  Penyekatan Larangan Mudik di Mojokerto Mulai Beroperasi

“Dalam menjalankan peniadaan mudik ini, Kabupaten Malang lebih menitikberatkan pada penerapan PPKM mikro yang sudah memasuki jilid ke 5. Karena di PPKM Mikro ini kan parameternya RT dan RW, karena bisa saja satu desa ada 1 RT yang masih (zona) merah. Makanya dihitungnya dari lingkungan RT dan RW,” jelasnya

Sebab, lanjut Sanusi, saat ini di Kabupaten Malang masih ada 10 RT dan RW yang sedang diupayakan agar bisa menjadi zona hijau Covid-19. Sedangkan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistika (BPS), ada sebanyak 3.305 RW dan 13.906 RT di Kabupaten Malang.

“Tinggal 10 RT dan RW yang masih belum menjadi zona hijau. Nah, kami ingin kondisi ini tetap terjaga. Makanya kami imbau masyarakat untuk sementara tidak mudik. Untuk mencegah adanya mutasi manusia dan menyebabkan kerumunan,” jelasnya.

Baca Juga :  DPC Gerindra Kabupaten Malang Safari Ramadan, Berikan Sumbangan Korban Gempa

Sehingga, Sanusi berharap bahwa kebijakan larangan mudik ini menjadi salah satu upaya Pemerintah untuk dapat menekan jumlah penyebaran Covid-19. Meskipun, dalam moment Hari Raya Idul Fitri, masyarakat juga diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat bersilaturahmi dengan sanak saudara.

“Kalau mau silaturahmi ke sanak saudara di sekitar saja dulu. Hindari kerumunan dengan tidak membuat mutasi manusia yang berlebihan seperti mudik. Pakai masker dan jaga jarak. Kalau bisa jangan open house. Saya juga tidak open house di Kabupaten Malang,” imbaunya.

 

 

 

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait