April 2021, Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
April 2021, Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali
Foto: TNBTS
BERITA

April 2021, Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali

SATUKANAL.com, MALANG– Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan kembali membuka pendakian Gunung Semeru mulai 1 April 2021 mendatang. Pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa pini sempat ditutup selama 4 bulan akibat meningkatnya aktivitas vulkanik sejak 28 November 2020.

Pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru ini tertuang dala pengumuman yang dirilis Balai Besar  Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Nomor: PG. 08/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/3/2021 tertanggal 29 Maret 2021.

Sebelumnya, sepanjang 2019 hingga Maret 2021 tercatat pendakian Gunung Semeru ditutup dua kali. Pertama, pendakian Semeru ditutup akibat kebakaran hebat pada akhir September 2019, disusul program rutin tahunan pemulihan ekosistem Bromo-Semeru. Pendakian dibuka lagi mulai 1 Oktober 2020.

Kedua, belum genap dua bulan penuh sejak 1 Oktober 2020, pendakian ke Gunung Semeru ditutup lagi akibat meningkatnya aktivitas vulkanik ditambah program rutin tahunan pemulihan ekosistem dan masuknya pandemi Covid-19 sejak awal Maret tahun lalu.

Kepala Subbagian Data, Evaluasi Laporan dan Hubungan Masyarakat Balai Besar TNBTS Sarif Hidayat mengatakan pembukaan pendakian gunung setinggi 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) itu diputuskan dalam rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Pihaknya juga tetap merujuk pada rekomendasi yang disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). “Untuk sementara kuota pendaki dibatasi 180 orang per hari atau 30 persen dari daya dukung atau daya tampung harian 600 orang,” kata dia, Selasa malam, 30 Maret 2021.

Baca Juga :  Penumpang KA Jarak Jauh Diperbolehkan Berbuka Puasa di Gerbong

Menurut Syarif, terdapat sejumlah syarta yang harus dipatuhi oleh para calon pendaki. Mereka wajib mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan memakai masker, membawa cairan pembersih tangan atau hand sanitizer, menjaga jarak serta wajib membawa surat keterangan sehat yang masih berlaku atau surat keterangan sehat bebas ISPA (infekksi saluran pernapasan atas).

Para calon pedaki juga wajib membawa bukti tarnsfer, bukti cetak pendaftaran, surat pernyataan, daftar perlengkapan dan perbekalan serta fotocopy identitas resmi (KTP/kartu pelajar/KTM/pasport) yang masih berlaku. Pendaftarannnya dilakukan online di https://bookingsemeru.bromotenggersemeru.org/.

Selain itu, calon pendaki wajib membayar tarif Simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi). Tarifnya masih sama. Pada hari kerja atau hari biasa (weekday), pendaki lokal dikenai tarif Rp 19 ribu per orang per hari. Besaran tarif ini mencakup karcis masuk Rp 10 ribu, tarif kegiatan di dalam kawasan Rp 5.000, serta asuransi Rp 2.500.

Tarif di hari libur dikenakan tarif Rp 24 ribu per orang per hari untukpendaki lokal. Tarif ini meliputi karcis masuk Rp 15 ribu, tarif melakukan kegiatan di dalam kawasan Rp 5.000 serta asuransi Rp 2.500.  Sedangkan pendaki mancanegara dikenai tarif masuk di hari kerja Rp 210 ribu per orang per hari yang terdiri dari karcis masuk Rp 200 ribu, tarif berkegiatan di dalam kawasan Rp 5.000, serta asuransi Rp 5.000.

Baca Juga :  Pemkab Malang Siapkan 10 Persen PAD untuk Sektor Keagamaan

Sarif menyebut, jika pendaki dari luar negeri juga diperbolehkan untuk emlakukan pendakian. “Prinsipnya, pendaki WNA (warga negara asing) sudah boleh masuk karena mereka terseleksi di bandara atau pintu masuk RI. Kita sebenarnya menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah saja terkait masuknya wisman (wisatawan mancanegara),” ungkapnya.

Ada pula persyaratan usia bagi pengunjung yakni 10 tahun hingga 60 tahun. pembatasa usia diberlakukaan  untuk alasan kesehatan dan imunitas tubuh. Pendaki berusia lebih dari 60 tahun termasuk sebagai pendaki beresiko tinggi dalam  hal ketahanan fisik dan mental.

Sementara itu, durasi pendakian Gunung Semeru  mulai 1 April nanti berlaku untuk tiga hari dua malam dengan pembatasan rute pendakian hanya sampai Pos Kalimati. Pendaki dituntut berada dalam kondisi fisik dan mental yang benar-benar prima. Mengingat, Gunung Semeru  punya kelerengan 30 sampai 75 persen dengan panjang 55 kilometer pergi-pulang. Tak heran, jika beberapa pendaki mengalami celaka hidup ataupun meninggal.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait