Antisipasi Gempa Berkekuatan Besar BPBD Kabupaten Kediri Maksimalkan Fungsi Alat WRS - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Antisipasi Gempa Berkekuatan Besar BPBD Kabupaten Kediri Maksimalkan Fungsi Alat WRS
Alat WRS di BPBD Kabupaten Kediri (Foto: Anis Firmansah/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Antisipasi Gempa Berkekuatan Besar BPBD Kabupaten Kediri Maksimalkan Fungsi Alat WRS

Satukanal.com, Kediri – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri membentuk sistem percepatan penanganan bencana melalui alat WRS atau Warning Receiver System. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi ancaman bencana alam gempa bumi yang sempat dipaparkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat beberapa waktu yang lalu.

Kepala BPBD Kabupaten Kediri Slamet Turmudi mengatakan, wilayah Kabupaten Kediri menjadi salah satu daerah yang diperkirakan akan terdampak gempa pantai selatan. Hal itu diperkuat dengan adanya kejadian gempa beberapa waktu lalu yang sempat membuat sejumlah rumah di Kecamatan Tarokan rusak ringan.

“Kita punya WRS, alat untuk mendeteksi bencana gempa bumi, itu digunakan untuk mengantisipasi beberapa hal dan mempercepat para relawan ke desa,” ungkap Slamet, kepada satukanal.com, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga :  Kominfo Luncurkan Literasi Digital Nasional, Pemkot Malang Genjot Digitalisasi Berbagai Sektor

Dia mengatakan untuk sistem kerja, WRS terhubung dengan handphone milik Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) di kabupaten Kediri, sehingga begitu ada kejadian gempa bumi diatas kekuatan 5 skala Richter akan ada peringatan secara langsung masuk ke handphone masing-masing tim siaga bencana.

Selanjutnya, menurut Slamet pihaknya juga memberikan aplikasi yang terhubung dengan relawan di Desa. Sehingga ketika ada bencana informasi segera tersampaikan dan dilakukan langkah evakuasi.

“Sebagian relawan sudah kita beri alat ini jika terjadi Gempa diatas 5 skla richter maka akan langsung ada pemberitahuan peringatan,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kabupaten Kediri, Saifuddin menambahkan rilis yang disampaikan BMKG ini sangat bagus untuk dunia pendidikan kebencanaan. Karena sampai sekarang di seluruh dunia ini belum ada yang mampu memprediksi kapan dan dimana akan terjadi gempa bumi

Baca Juga :  Izin Operasional Safe House Habis, Lantas Pasiennya?

Hingga sat ini, pihaknya sudah menyiapkan 48 tim siaga bencana desa. “Sementara ini tim ini terbanyak, masih di daerah yang rawan terjadinya bencana seperti lereng Kelud dan Wilis,” jelasnya

Seperti diketahui sebelumnya BMKG menginformasikan bahwa ada potensi gempa dan tsunami di sepanjang pesisir pantai selatan Jawa Timur. Informasi tersebut disampaikan dalam kegiatan diskusi bertajuk “Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur, zona lempeng selatan Jawa memang memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum M 8,7”.

 

 

Penulis: Anis Firmansyah
Editor: Ubaidhillah

Kanal Terkait