Antisipasi Bencana, Tulungagung Siagakan Ratusan Personel dan Alat Berat | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA STRAIGHT NEWS

Antisipasi Bencana, Tulungagung Siagakan Ratusan Personel dan Alat Berat

Mengantisipasi bencana yang terjadi saat musim hujan, Pemkab Tulungagung bersama TNI-Polri menggelar apel bersama gelar pasukan dan perlengkapan, Kamis (9/1/20).

Apel digelar di halaman Pemkab Tulungagung. Dipimpin Komandan Kodim Tulungagung Letkol Inf Wildan Bahtiar, apel diikuti setidaknya 700 personel gabungan.

Apel ini merupakan petunjuk dari komando atas untuk mengantisipasi datangnya bencana, terutama bencana yang diakibatkan hidrometeorologi atau musim hujan. “Apel ini merupakan perintah dari komando atas, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri,” ujar Wildan.

Dalam apel ini, selain personel, juga disiagakan peralatan penanganan pasca-bencana dari seluruh potensi yang ada. Dan, potensi bencana yang umum terjadi saat musim hujan ialah longsor, banjir. dan puting beliung.

Tulungagung telah membuka posko untuk penanganan pasca-bencana. Untuk bencana banjir atau dataran rendah, posko dipusatkan di kantor BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tulungagung Jalan Mastrip, Kelurahan Jepun.

Sedang untuk bencana tanah longsor yang biasa terjadi di pegunungan, posko dipusatkan di Lapangan Pagerwojo. “Untuk longsor masih di wilayah Pagerwojo dan Sendang,” kata dandim.

Selain longsor, pemetaan daerah yang berpotensi terjadi bencana banjir meliputi wilayah Bandung, Besuki, dan Pucanglaban. Sedangkan bencana puting beliung berpotensi terjadi di Kecamatan Pakel, Campurdarat, Kedungwaru, Boyolangu, dan Sumbergempol.

Sejak Desember 2019, di Tulungagung telah terjadi beberapa kali bencana longsor, 2 kali puting beliung, dan banjir di Besole, Campurdarat. Meski tidak ada korban jiwa, bencana itu mengakibatkan kerugian materiil yang telah tidak sedikit.

Seluruh personel yang mengikuti apel selalu siaga. Jika terjadi bencana, mereka siap bergerak ke lokasi. “Jika ada bencana, mereka siap bergerak setiap waktu,” tandas dandim. Termasuk alat berat yang selalu stand by jika terjadi bencana longsor.

Sementara, PMI Tulungagung menyiapkan alat-alat untuk penyelamatan korban bencana. Antara lain tripot, tandu, karabiner dan tali. Dinas Sosial menyiapkan peralatan masak untuk dapur umum. Sekali memasak, panci yang ada mampu memasak 25 kilogram nasi. Ada pula chain saw untuk memotong dahan dan ranting saat terjadi pohon roboh akibat angin.

Kanal Terkait