Angkat Budaya Setempat, Graffiti Milik Ari Percantik Jembatan Kedungkandang - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Angkat Budaya Setempat, Graffiti Milik Ari Percantik Jembatan Kedungkandang
Kanal Highlight Kanal Straight

Angkat Budaya Setempat, Graffiti Milik Ari Percantik Jembatan Kedungkandang

Satukanal.com, Malang – Para penggiat seni di Kota Malang turut terlibat dalam penorehan graffiti guna percantik Jembatan Kedungkandang. Proses penggambaran graffiti ini melibatkan berbagai komunitas serta perkumpulan graffiti di wilayah Malang.

Seperti Ari, salah satu warga setempat yang turut dipilih Pemerintah Kota Malang untuk menghiasi Jembatan Kedungkandang dengan gambar graffitinya. Mengangkat tema budaya setempat, sebelum gambarnya terpilih Ari mengajukan dua sketsa sebagai pandangan lukisannya nanti kepada panitia penyelenggara.

“Prosesnya, awalnya saya diundang, lalu menentukan tema graffiti, selanjutnya proses pengajuan sketsa. Saya mengajukan 2 sketsa” Ujarnya pada Satukanal.com.

Ari Art sapaan akrabnya mengatakan bahwa, Proses mempercantik Jembatan Kedungkandang dengan hiasan berupa graffiti turut di ikuti dari berbagai komunitas. Komunitas tersebut antara lain, Komunitas Pena Hitam, Komunitas Graffiti Malang, Artis Vandal, Komunitas Poharin, Chaos, Komunitas Graffiti Batu dan masih banyak lagi.

Dari berbagai komunitas tersebut, turut mengisi pilar-pilar Jembatan Kedungkandang dengan berbagai tema gambar graffiti. “Setiap pilar terdiri dari dua gambar, Jadi setengah pilar itu untuk satu orang dan satu gambarnya. Tema yang diangkat dari setiap pilar pun berbeda-beda.” Ungkap Ari.

Ari juga mengatakan, Jembatan Kedungkandang sendiri memiliki jumlah pilar sebanyak lima pilar. Sehingga, nantinya ke lima pilar tersebut akan diisi oleh sepuluh tema gambar yang berbeda. Tak hanya di pilar Jembatan, tembok yang ada disekitar Jembatan tersebut juga di isi dengan berbagai macam gambar graffiti.

Baca Juga :  412 Peserta dari Enam Negara Ikuti AviSOC 2021 yang Digelar FIA Universitas Brawijaya

Mengangkat kebudayaan setempat merupakan salah satu tema gambar graffiti milik Ari. Untuk sketsa graffitinya, Ari akan menyertakan gambaran gunungan (wayang berbentuk segitiga, seperti gunung), sejarah dari Ken Arok serta terdapat figur Raja pada gambar graffitinya.

Pada proses penyelesaian graffiti ini, dari pihak Pemerintah Kota Malang telah memberikan waktu pengerjaan selama satu minggu. Namun menurut Ari, proses penyelesaian pada gambar graffitinya akan rampung pada dua atau tiga hari kedepan.

“Dari Pemkot Malang memberikan waktu selama 1 minggu. Untuk gambar graffiti saya sendiri, kira-kira akan selesai pada 2 atau 3 hari kedepan” Ujarnya.

Alumni mahasiswa Seni Rupa Universitas Brawijaya ini mengatakan, Pengerjaan graffitinya kali ini, Ari fokus untuk menyelesaikan gambarnya sendiri. Karena, pihak panitia pelaksana memberikan rentang waktu yang cukup lama untuk proses penyelesaiannya.

“Untuk pengerjaannya akan saya lakukan sendiri, kira-kira 2 sampai 3 hari sudah selesai” Ungkap Ari.

Pada kegiatan ini, panitia pelaksana juga telah mempersiapkan segala kebutuhan dari para pelukis graffiti. “Semua disediakan oleh panitia. Setiap orang yang mengerjakan di pilarnya masing-masing mendapatkan sekitar 50 kaleng cat” tuturnya.

Sebagai informasi, Kegiatan ini bagian kerja sama Pemerintah Kota Malang dengan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Inti Daya Guna Aneka Warna atau Indana Paint. Indana Paint telah memersiapkan satu ton cat dinding untuk cat dasar dari jembatan. Pemberian cat tersebut juga menjadi kado Hari Ulang Tahun Kota Malang yang jatuh pada 1 April 2021 mendatang.

Baca Juga :  Polresta Malang Tangkap 4 Pemuda Pelaku Pengroyokan di Taman Nivea Malang

Selain itu, Ari juga menyampaikan beberapa rintangan dari awal proses penyusunan sketsa. Rintangan tersebut salah satunya tentang, bagaimana agar gambar graffiti yang ia buat indah dan lebih bermakna.

“Rintangan, bagaimana agar gambar tersebut indah dan menjadi salah satu upaya untuk mengingat memori sejarah budaya di masa lalu, agar gambar tersebut juga memiliki memori dan makna tersendiri” Ujarnya.

Berangkat dari kegemaranya di bidang seni, Ari berharap agar masyarakat di wilayah Malang dapat berpikiran terbuka tentang seni jalanan seperti Graffiti ini. Adanya kegiatan seperti ini, Ari juga berharap agar Pemerintah terus berupaya untuk menggelar event semacam ini. Guna mewadahi kreatifitas para penggiat seni di Malang.

“Semoga Pemerintah terus memberikan support bagi kreatifitas anak-anak seni jalanan dan tidak strart di event ini saja. Agar kreatifitas berbagai komunitas seni terus terwadahi” Ungkapnya.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait