Angka Kekerasan Terhadap Perempuan di Kota Santri Tinggi - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Angka Kekerasan Terhadap Perempuan di Kota Santri Tinggi
Ketua WCC Jombang Ana Abdillah (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Angka Kekerasan Terhadap Perempuan di Kota Santri Tinggi

Satukanal.com, Jombang – Angka kasus kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Jombang masih terbilang tinggi. Berdasarkan data Women Crisis Center (WCC) Jombang terhitung sejak Januari hingga Juni 2021 ada 49 kasus.

Ketua WCC Jombang Ana Abdillah mengatakan, dari total 49 kasus yang paling banyak terjadi adalah Kekerasan Dalam Tumah Tangga (KDRT) yang dilakukan suami terhadap istri dengan total sebanyak 22 kasus.

“Untuk kasus kekerasan terhdap istri yang kasusnya masuk di kami pada bulan Januari sebanyak 2 kasus, Februari 3, Maret 3 kasus, April 7 kasus, Mei 1 kasus, Juli 6 kasus,” ucapnya saat dikonfimasi wartawan pada Senin (12/7/2021).

Selain kekerasan terhadap istri, menurut Ana kasus kedua terbanyak adalah pelecehan seksual berjumlah sebanyak 12 kasus, dengan rincian Bulan Januari 3 kasus, Februari 2 kasus, April 6 kasus dan Juni 1 kasus.

Baca Juga :  Penutupan Bundaran Waru, Pekerja Kesehatan dan Sektor Esensial Boleh Melintas

Dia juga mengatakan, angka kekerasan ketiga terbanyak yakni kekerasan terhadap pacar, dengan jumlah sebanyak 7 kasus.

“Tertinggi ke 4 adalah kasus perkosaan, jumlahnya selama Januari hingga Juni ada 6 kasus,” katanya.

Kemudian untuk kasus Pidana Umum (Pidum) dan Trafficking (Perdagangan orang) sampai Juni 2021 masing-masing terdapat 1 kasus.

Kendati demikian, jumlah kasus terhitung turun jika dibandingkan tahun 2020 lalu, yang mencatat ada sebanyak 83 aduan kasus kekerasan terhadap perempuan.

Dari 83 kasus, sebanyak 48 kasus merupakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), terdiri dari 6 Kasus kekerasan Terhadap Anak (KTA) dan 40 kasus Kekerasan terhadap Istri (KTI) dengan pelaku adalah suami dan 1 kasus pelaku adalah saudara.

Baca Juga :  Masih Banyak Aduan, Ini jawaban Kadisdik Soal PPDB 2021

Dari 48 Kasus yang diterima WCC Jombang sebanyak 22 kasus berujung pada perceraian. “15 kasus disebabkan perselingkuhan, 15 kasus penelantaran, 3 kasus marital rape (Pemerkosaan dalam rumah tangga), 1 kasus perebutan hak asuh anak. Sepanjang 2020 tidak ada kasus KDRT yang masuk ke ranah pidana. Upaya penyelesaian yang ditempuh adalah musyawarah dengan melibatkan pemerintah desa,” pungkasnya.

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor: Ubaidhillah 

Kanal Terkait