Anda Punya Naskah Kuno? Bisa Jadi Berharga Ratusan Juta, Perpusnas Siap Membelinya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Anda Punya Naskah Kuno? Bisa Jadi Berharga Ratusan Juta, Perpusnas Siap Membelinya

Naskah-naskah kuno yang berasal dari nenek moyang memiliki nilai tinggi. Naskah-naskah tersebut, meski tidak dipahami oleh masyarakat awam, biasanya berisi ramalan-ramalan, nasihat, budaya, sastra, dan lain-lain.

Huruf yang digunakan pun bermacam-macam, mulai dari huruf Batak, Melayu, Jawa kuno, Sunda kuno, Bugis, Sansekerta, maupun Belanda. Naskah-naskah tersebut seharusnya disimpan dan dirawat oleh negara. Selain itu, naskah tersebut diteliti oleh para ahli.

Pihak Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan instansi terkait lainnya harus melakukan pengawasan dan penarikan agar naskah-naskah kuno itu tidak hilang. Sehingga, masih ada nilai-nilai sejarah yang ditinggalkan oleh nenek moyang dan bisa dipelajari dengan baik.

Hal ini sesuai dengan UU No 43/2007 tentang perpustakaan, yang menyebutkan bahwa Perpustakaan Nasional memiliki tugas menginventarisasi naskah-naskah kuno yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Dalam hal ini, Perpustakaan Nasional melakukan akuisisi (pengadaan bahan pustaka) melalui pembelian naskah kuno. 

Baca Juga :  Plester Alami dari Binahong, Inovasi Mahasiswa UB Percepat Penyembuhan Sariawan

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI Dra Sri Sumekar MSi dalam kuliah tamu “Teknologi Preservasi dalam Rangka Penyelamatan Khasanah Budaya Bangsa” di aula AVA Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM), Kamis (28/3). “Jadi, di Perpustakaan Nasional  memang ada akuisisi dari pembelian naskah kuno. Kami kemarin beli sampai ratusan juta,” ujar Sri.

Sri mengaku, Perpusnas memang kesulitan melakukan pengadaan naskah kuno. Apalagi, pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sendiri sangat detail dalam memeriksa akuisisi. Untuk itu, harus ada penawaran dulu dari pemilik naskah.

“Nanti kita menawar. Misalnya Bapak menawarkan Rp 100 juta dengan surat. Kemudian kami harus menjawab dulu, menawar harganya berapa. Itu resmi dan itu dicek sama BPK,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bioskop di Malang Sudah Boleh Buka

Tak hanya sampai di situ. Naskah kuno tersebut juga harus terbukti asli. Untuk itu, filolog akan berperan dalam pembuktian keaslian naskah tersebut. Filolog akan meneliti naskah kuno tersebut, membuat laporan tentang keadaan naskah-naskah ini, dan menyunting teks yang ada di dalamnya. 

“Kita harus menghadap ahli filologi  di Perpustakaan Nasional untuk membaca apakah (naskah) ini asli atau tidak,” tandasnya. “Dari kertasnya, kami  cek. Itu bisa menunjukkan usia naskah tersebut. Jadi, ada semacam verifikasi dari kami untuk keaslian naskah, kemudian untuk apakah ini turunan, dan sebagainya,” imbuh Sri.

Kanal Terkait