Ancang-ancang Perbolehkan Konser Musik Saat Pandemi - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kota Malang Targetkan Smart City Terwujud di Seluruh Aspek Pada 2022
Kanal Highlight Kanal Straight

Ancang-ancang Perbolehkan Konser Musik Saat Pandemi

Satukanal.com, Malang – Menyelenggarakan kegiatan yang mengundang keramaian salah satunya konser musik di Kota Malang saat pandemi Covid-19 sepertinya akan mendapatkan restu dari Wali Kota Malang Sutiaji.

Rencana tersebut didasarkan dari pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Uno. Menurut Sandi, ada syarat yang harus dipenuhi oleh setiap penyelenggara. Hal tersebut turut dikoordinasikan bersama dengan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Persyaratan tersebut yakni, harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan memenuhi unsur CHSE, yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Mendengar pernyataan resmi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wali Kota Malang Sutiaji turut memberikan tanggapanya dengan memperbolehkan pelaksanaan konser musik maupun berbagai event lainnya.

Namun, Sutiaji juga tetap menghimbau kepada masyarakat sekitar untuk tetap mematuhi segala aturan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala Mikro (PPKM Mikro) yang hingga kini masih di perpanjang sampai 22 Maret 2021 mendatang.

“Boleh, justru saya kemarin mengusulkan PPKM Mikro tetap berjalan, tapi ekonomi perlahan-lahan juga ikut tumbuh dan naik sampai 100 persen,” Ujar Wali Kota Malang.

Baca Juga :  Tak Bisa Berkegiatan Kesenian, Pemkab Mojokerto Salurkan Bansos Pada Pengrawit

Diperbolehkannya pelaksanaan konser musik ditengah pandemi, Hingga kini Sutiaji belum menjelaskan secara rinci, terkait persyaratan serta prosedur pelaksanaan kegiatan tersebut. Sutiaji hanya menetapkan pembatasan sesuai dengan aturan protokol kesehatan. Untuk pembatasan aktivitas di keramaian, diberi batasan maksimal 75 persen dari kapasitas total tempat.

“Harapan kami kesadaran masyarakat terbangun dengan baik saat PPKM Mikro ini. Dan ekonomi sekarang masih 50 persen. Saya sudah buka sampai 75 persen pelan-pelan harus sampai 100 persen,” terangnya.

Peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat akan Protokol kesehatan (Prokes) menjadi salah satu kunci penting yang harus dibangun dengan baik agar kasus pasien positif Covid-19 di Kota Malang kembali melandai.

Sutiaji pun optimis bahwa penerapan PPKM mikro di Kota Malang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Pelaksanaan PPKM mikro nyatanya juga telah meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan pasien positif Covid-19.

Sehingga dengan demikian, sektor perekonomian di Kota Malang dapat mulai berjalan dan perlahan-lahan bakal mulai bangkit kembali seperti sedia kala sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Baca Juga :  Pandemi Tak Kunjung Usai, BTT Kota Malang Turun jadi 25 M

Sementara itu, Kombes Pol Leonardus Simarmata selaku Kapolresta Malang Kota mengatakan, pihaknya masih menunggu aturan teknis akan proses pengamanan apabila pagelaran musik dan seni budaya kembali digelar. Utamanya, berkaitan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di keramaian.

Sampai saat ini, Kota Malang masih akan tetap mempertahankan status kezonaan wilayah. Sehingga, kini wilayah yang masih berada di zona kuning akhirnya bisa berada di zona hijau. Artinya, jika memang ada event yang mengundang massa, pihaknya akan benar-benar memperketat aturan protokol kesehatan.

Leonardus menjelaskan, berkenaan dengan hal tersebut Satgas Covid-19 Kota Malang tidak akan memberikan izin kegiatan kerumunan, termasuk konser musik. Sebab, Satgas Covid-19 masih fokus mendorong status Kota Malang dari zona oranye ke zona kuning.

Oleh sebab itu, Kombes Pol Leonardus kembali menegaskan, Polresta Malang Kota belum akan memberikan izin acara yang mengundang kerumunan. “Makanya sampai dengan saat ini belum mengizinkan kegiatan-kegiatan yang pengumpulan massa termasuk unjuk rasa dan lain-lain,” Ungkapnya.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait