Anal Swab Metode Deteksi Covid-19 Tren di China, Apakah Potensi Penularan Bisa Melalui Kentut? - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Anal Swab Metode Deteksi Covid-19 Tren di China, Apakah Potensi Penularan Bisa Melalui Kentut?
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Anal Swab Metode Deteksi Covid-19 Tren di China, Apakah Potensi Penularan Bisa Melalui Kentut?

Satukanal.com, Nasional – Metode pemeriksaan Covid-19 melalui dubur atau yang bisa disebut dengan anal swab kini tengah jadi perbincangan. Pasalnya, dokter di Beijing You’an Hospital, China, saat ini menggunakan metode tersebut untuk mendeteksi Covid-19.

Sebelumnya, metode ini digunakan usai seorang bocah laki-laki yang positif terinfeksi varian baru dari Covid-19 pada bulan lalu. Metode ini pun sebenarnya bukanlah suatu penemuan baru. Namun, metode ini sebenarnya telah dipakai China sejak beberapa waktu lalu.

Penemuan atas metode ini di dasarkan pada temuan bahwa virus Corona bisa bertahan lebih lama pada saluran pencernaan dibanding di saluran napas. Penggunaan anal swab sebagai metode pemeriksaan Covid-19 masih belum banyak dikenal, dikarenakan metode ini memang kalah populer dengan metode swab melalui hidung dan tenggorokan.

Dikutip pada laman Detik, Li Tongzeng dari Rumah Sakit You’an di Beijing mengatakan bahwa, metode anal swab ini hanya digunakan kepada sebagian orang yang memang tinggal di sekitar area karantina Covid-19, terutama bagi warga China yang berada di Shanghai.

Baca Juga :  Webinar Sinergi dan Kolaborasi: 34 Kabupaten dan Kota di JawaTimur Mendapat Kriteria Peduli HAM

“Tentu saja, swab anal tidak senyaman swab di tenggorokan. Metode swab ini hanya digunakan untuk orang-orang yang tinggal di area karantina Covid-19 utama di Shanghai,” Ujarnya.

Berdasarkan beberapa hasil penelitian mengatakan bahwa, hasil tes uji laboratorium mengungkapkan bahwa virus Corona terdeteksi di dalam tinja pasien.

Mengutip pada laman The Sun, Seorang dokter dari Australia, Andy Tagg menjelaskan, “Ya, SARS-CoV-2 bisa dideteksi dalam feses dan telah terdeteksi pada pasien tanpa gejala hingga hari ke-17 setelah terinfeksi,” Ujarnya.

Andy Tagg juga menyampaikan, ada kemungkinan bahwa virus Corona bisa menular lewat kentut. Hal ini didapatkannya setelah menganalisis sampel feses yang diambil dari pasien Covid-19 pada awal 2020. Namun, pada penelitiannya tersebut masih perlu banyak bukti untuk memastikan apakah Covid-19 bisa menular lewat kentut atau tidak.

Berdasarkan temuan Tagg, 55 persen pasien Covid-19 memiliki virus corona pada feses mereka dan kentut yang keluar melalui saluran BAB itu disebut juga mengandung kotoran yang dapat menyebarkan bakteri dan virus.

Baca Juga :  WHO: Pasien Isolasi Mandiri Covid-19 Wajib Punya Oksimeter

“Mungkin SARS-CoV-2 ini bisa disebarkan melalui kentut, tapi kita butuh lebih banyak bukti. Jadi, ingatlah untuk selalu pakai alat pelindung diri (APD) yang tepat dan aman,” lanjutnya.

Direktur Klinis Patientaccess.com, dr Sarah Jarvis, menyanggah pendapat atas penelitian tersebut. Menurutnya, sangat kecil kemungkinan seseorang bisa tertular Covid-19 lewat kentut.

“Kemungkinan seseorang tertular virus karena mereka dekat dengan seseorang yang kentut sangat kecil. Anda jauh lebih mungkin untuk tertular melalui kontak dekat dengan seseorang yang batuk atau bersin, atau dengan menyentuh droplet di tangan ketika kamu menyentuh benda,” Ujarnya.

Hal ini menandakan anal swab test bisa mendeteksi Covid-19 pada seseorang. Namun, sangat kecil kemungkinannya untuk virus Corona bisa menular lewat kentut dan perlu lebih banyak bukti untuk memastikannya.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait