Anak Yatim Korban Covid-19 Diberikan Beasiswa, Bupati Jombang : Saya Siap Menampung - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Anak Yatim Korban Covid-19 Diberikan Beasiswa, Bupati Jombang : Saya Siap Menampung
Bupati Jombang saat memberikan bantuan kepada anak yatim korban Covid-19 (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Anak Yatim Korban Covid-19 Diberikan Beasiswa, Bupati Jombang : Saya Siap Menampung

Satukanal.com, Jombang – Anak yatim atau piatu di Jombang yang ditinggal orang tuanya karena Covid-19, akan diberikan beasiswa oleh Bupati Jombang.

Bupati Jombang, Mundjidah Wahab menyatakan siap untuk menampung dan memberikan beasiswa kepada anak yatim atau piatu yang terimbas karena kehilangan orang tuanya.

Pernyataan tersebut diungkapkannya saat meninjau pasien anak yatim piatu yang ditinggal ibu akibat terpapar Covid-19 yang sedang menjalani isolasi terpusat (Isoter) di SMP Negeri 1 Mojowarno, Jombang, Senin (23/8/2021).

Mundjidah yang juga merupakan Ibu Nyai dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang mengatakan akan memberikan beasiswa untuk ketiga anak yatim yang menjalani Isoter di SMP Negeri 1 Jombang.

“Dari ketiga anak ini, 2 anak yang duduk di bangku sekolah SMA dan SMP nanti saya bawa ke Pondok Tambakberas dan yang 1 karena masih balita umur 4 tahun nanti kami titipkan di panti asuhan,” ucapnya.

Politisi PPP ini, juga menegaskan, jika ada kasus yang sama di Kabupaten Jombang, pihaknya menyatakan siap untuk menampung anak-anak yang ditinggal orang tuanya akibat terpapar Covid-19.

Baca Juga :  Fitur PeduliLindungi Dapat Diakses di 11 Aplikasi Lain

“Saya siap menampungnya, di tempat saya sekitar 20 orang anak yatim piatu yang juga menimba ilmu kita gratiskan hingga kuliah, bahkan ada yang sampai nikah. Nanti, juga bisa saya titipkan di Pondok besar lainnya seperti Tebuireng atau Darul Ulum,” tegasnya.

Tentunya dengan prosedur dan ketentuan yang jelas yaitu surat-suratnya harus lengkap dari pihak desa. “Seperti anak itu dari latarbelakang apa? Ikut siapa? Ada yang mengurus atau tidak? Jika tidak ada bisa dilaporkan ke saya,” bebernya.

Terakhir, Bupati perempuan pertama di Jombang ini juga menyampaikan banyak terimakasih kepada awak media yang telah memberikan informasi tentang kondisi anak yang ditinggal orang tua akibat terpapar Covid-19. “Tolong dari temen-temen media jika ada informasi seperti ini disampaikan,” pungkasnya.

Masuk Isoter, Ibu Meninggal Karena Covid

Sebagai informasi, tiga bocah asal Desa Catak Gayam, Kecamatan Mojowarno ditinggal ibunya yang meninggal akibat terpapar Covid-19 dan harus tidur di posko Isolasi Terpusat (Isoter) di SMP Negeri 1 Mojowarno.

Baca Juga :  Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp 133 Miliar Lebih untuk Bansos Pandemi

BRM (15), AR (12) serta AF (4) sementara waktu diungsikan ke ruang Isoter setelah ibunya meninggal pada hari Minggu (15/8/2021) malam. Lalu, esok harinya pada Senin (16/8/2021) ketiganya dibawa ke Isoter untuk menjalani masa isolasi.

Salah satu petugas jaga rumah sehat, Auladana Zakaria mengatakan, ketiganya sempat mengalami gejala batuk, pilek saat pertama kali dibawa ke isoter, namun setelah beberapa hari menjalani isolasi, kondisi ketiganya sudah mulai membaik. “Sempat bergejala, tapi sekarang sudah mulai membaik,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa ketiganya tinggal berlima di rumah, bersama ibu dan neneknya. Sedangkan, sang ayah tidak tinggal bersama karena sudah cerai dengan sang ibu. “Saat ini neneknya sedang bersama bude’ nya (tante), sedangkan ketiganya akan tetap berada di isoter ini,” ungkapnya.

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Adinda

Kanal Terkait