SATUKANAL.COM
Putra Presiden Jokowi
Putra Presiden Jokowi
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Demi Suksesi Wali Kota Solo, Putra Presiden Jokowi Mendadak jadi Anggota Kehormatan Banser

SATUKANAL – Publik tengah diramaikan dengan momen diangkatnya anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, sebagai anggota kehormatan Banser Surakarta.

Gibran mengunggah di media sosialnya bahwa dia telah diangkat sebagai anggota kehormatan Banser Surakarta.

Dalam caption di akun Instagram Gibran (@gibran_rakabuming ), dia mengutarakan bahwa akan memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar.

“Jelas sebuah kebanggaan saya diangkat jadi anggota kehormatan Banser Surakarta. Tapi, status itu menuntut tanggung jawab yang besar dan berat karena ada kesejarahan jamaah dan jami’yyah NU sebagai salah satu unsur penting pendiri dan penjaga kelangsungan NKRI,” kata Gibran dalam caption Instagramnya, Senin (24/2/2020).

Hal ini menjadi pembicaraan publik di beberapa kalangan.

Sebab, Gibran saat ini merupakan sosok yang menjadi calon wali kota Surakarta yang diusung PDI Perjuangan.

Tanggapan datang dari banyak kalangan. Tak terkecuali dari pengamat komunikasi politik Muhammad Najih Farihanto.

Dia mengungkapkan bahwa sosok Gibran yang diangkat menjadi anggota kehormatan Banser Surakarta merupakan langkah alternatif Gibran untuk meraup suara dari orang-orang Nahdliyin.

“Menurut saya, masuknya Gibran ke Banser menjadi lumrah di dunia politik karena Banser berafiliasi ke NU. Ditambah lagi pesaingnya berasal dari kiai NU. Jadi, lumrah kalau Gibran harus mencari alternatif lain mencari suara dari kalangan NU,” ujar Najih.

Dalam Pilkada Surakarta 2020, sementara telah ada dua pasangan calon dari jalur perseorangan yang sudah mendaftar ke KPU Surakarta.

Ini juga menjadi fenomena menarik nantinya karena tim sukses dari salah satu pasangan calon independen adalah pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 serta pasangan calon independen Abah Ali-Gus Amak dari kalangan NU (Nahdlatul Ulama).

Najih menambahkan, pertimbangan Gibran mendekat ke Banser dan diangkat sebagai anggota kehormatan karena Banser berafiliasi ke NU.

“Banser adalah ‘pasukan’ NU yang siap habis-habisan dalam membela jagonya, seperti pilpres tahun lalu. Mulai elit sampai simpatisannya total membela Jokowi-Ma’ruf Amin,” tambah Najih, yang juga sebagai ketua Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan.

Dia mengatakan, ada pertimbangan mengenai massa Banser yang selalu ada di segala lini serta aktif dalam segala macam kegiatan.

“Banser punya basis massa yang cukup solid di kalangan akar rumput dan dari kalangan milenial juga banyak. Tidak menutup kemungkinan akan ikut bersimpati kepada Gibran,” ungkap alumnus Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Brawijaya itu.

Kanal Terkait