Alunan Melodi Kelompok Bermain yang Memperbincangkan Keterpurukan dan Kematian - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Tampilan perdana Kelompok Bermain dalam ARTFLAG 2021 (foto: Lutfia/satukanal.com)
BERITA Kanal Feature

Alunan Melodi Kelompok Bermain yang Memperbincangkan Keterpurukan dan Kematian

Berakhirlah sudah acara Pameran Seni Budaya Artflag yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Malang pada 20-24 Oktober 2021. Penutupan acara pameran ini mengundang Grup Musik Kelompok Bermain.

Satukanal.comMalang

ENAM lagu dibawakan grup musik Kelompok Bermain. Lagu-lagu karya mereka sendiri. Tampilan mereka pada penutupan ARTFLAG 2021 Minggu (25/10/2021) malam ini adalah yang perdana.“Lagu-lagu yang kami bawakan tadi, lagu tentang keterpurukan, kematian, stagnan hidup yang terakhir (penampilan) tadi ada puisinya,” ungkap Djatmiko, salah seorang personel Kelompok Bermain.

Uniknya, Djatmiko sendiri seorang seniman teater. Ternyata, dia  juga piawai bermusik. Biasanya, dia berperan sebagai perkusi, namun pada penampilan perdana kemarin, ia memutuskan untuk mengambil peran sebagai vokalis.

Baca Juga :  Bakesbangpol Kota Malang Bekali Pendidikan Politik bagi Pemuka Agama dan Tokoh Masyarakat

“Namanya Kelompok Bermain karna kalau bermain itu kan tidak ada yang salah dan benar. Mau misuh, tibo, bales kate opo wong jeneng e bermain (mau mencaci maki, jatuh, membalas bagaimana, namanya juga bermain-Red),” lanjutnya.

Setelah tampil perdana dalam ARTFLAG 2021, mereka berencana tampil di beberapa titik di Kota Malang seperti pasar, toko buku, hinga kedai kopi.

Sayangnya suasana acara penutupan Pameran ARTFLAG 2021 kali ini terlihat lebih sepi dibandingkan ketika pembukaan dan selama rangkaian Bincang Seni Rupa. Beberapa pengunjung yang datang, turut menyaksikan acara penutupan dengan duduk di samping-samping area gedung. Alunan musik dari luapan emosi Kelompok Bermain berhasil sampai ke telinga dan perasaan pengunjung dengan sangat baik.

Baca Juga :  Anugerah Insan Budaya Berprestasi, Apresiasi Pelaku Seni dan Budaya Kota Malang

Seusai acara, para panitia beserta beberapa pihak yang terlibat pun segera mengemasi area panggung dan juga menurunkan karya-karya yang telah dipamerkan. Menurut keterangan dari salah satu pihak DKM, karya yang telah dipamerkan tersebut akan diserahkan kembali kepada si empunya karya. Beberapa karya dari seniman yang berasal dari luar Kota Malang akan dibungkus untuk kemudian dikirimkan ke alamat seniman.

Pewarta: Lutfia

Editor: Danu S

Kanal Terkait