Alokasikan Dana Rp 150 juta, Wujudkan Smart City Diskominfo Kota Malang Beri Pelatihan Influencer Bagi Masyarakat - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Alokasikan Dana Rp 150 juta, Wujudkan Smart City Diskominfo Kota Malang Beri Pelatihan Influencer Bagi Masyarakat
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Alokasikan Dana Rp 150 juta, Wujudkan Smart City Diskominfo Kota Malang Beri Pelatihan Influencer Bagi Masyarakat

Satukanal.com, Malang – Keberadaan influencer di dunia digital, saat ini merupakan salah satu profesi yang dapat menarik banyak perhatian beberapa kalangan masyarakat yang aktif di media sosialnya. Hal tersebut ternyata menarik Pemerintah Kota Malang untuk membuat pelatihan khusus bagi seluruh masyarakat segala usia untuk dapat menjadi influencer.

Pada keterangan resmi Wali Kota Malang Sutiaji di forum perangkat daerah (FGD) terkait tencana kerja (renja) Diskominfo, Kamis (25/2/2021) menyampaikan, pihaknya meminta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang untuk mengadakan pelatihan bagi para milenial dan kolonial.

“Saya meminta Dinas Kominfo untuk mengadakan pelatihan youtuber bagi millenial dan kolonial. Misalnya kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) membuat tiktok dan youtube,” Ujarnya.

Adanya rencana pelatihan tersebut, Erik Setyo Susanto selaku Plt Kepala Diskominfo Kota Malang  menambahkan, program untuk memberikan pelatihan menjadi influencer ini rencananya akan direalisasikan di tahun 2021 ini.

“Ini adalah sebagai salah satu upaya adaptif mewujudkan Smart City di Kota Malang,” kata dia.

Program Smart City sendiri menjadi salah satu program jangka panjang Pemkot Malang direspons penuh oleh Diskominfo Kota Malang. Smart City sendiri adalah salah satu cara untuk beradaptasi dengan jaman yang terus berkembang.

Baca Juga :  Tingkatkan Pemahaman Riset Mahasiswa, Dosen Berkarya UB Bakal Gelar Pendampingan Penguatan Metode Penelitian Berbasis Online

“Namanya smart city itu tidak akan ada kata final, akan selalu berkembang terus seiring jaman. Jadi harus ada substansinya dan kita harus bisa adaptif,” Ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji saat ditanya terkait program Smart City, dirinya menyebutkan kalau smart city sendiri memang diambil dari patokan smart goverment. Nantinya, bakal secara otomatis berhubungan dengan smart living, smart economy hingga smart citizen.

Sebagai informasi, influencer sendiri merupakan istilah baru yang mempu memberikan peluang kerja bagi setiap orang dengan memanfaatkan kanal media sosial untuk menyampaikan informasi, salah satunya adalah pemasaran produk.

“Istilah influencer di sini, menciptakan terbukanya peluang pekerjaan sektor baru akibat perkembangan teknologi informasi ini. Kalau dulu ada pelatihan bikin kue atau bikin bikang. Saat ini pelatihannya pemahaman media sosial, pemahaman youtuber dan lainnya,” papar dia.

Program ini, lanjut dia, merupakam wujud dari perkembangan di sektor ekonomi kreatif (Ekraf) di Kota Malang. Dimana, penerapannya memanfaatkan perkembangan teknologi informasi komunikasi.

Plt Kepala Diskominfo Kota Malang juga menjelaskan, khusus pelatihan youtuber, tik tok dan berbagai pemahaman sosial media ini pihaknya mengalokasikan anggaran senilai Rp 150 juta. “Rencananya pelatihan ini akan kita lakukan di tahun ini, jadi sudah masuk di anggaran tahun 2021, teralokasi Rp 150 juta,” lanjut dia.

Baca Juga :  26 Rumah Sakit di Kota Malang Sudah Terakreditasi

Sementara, untuk pelaksanaannya, akan dibagi menjadi dua tahap pelatihan dan akan disesuaikan dengan kapasitas tempat yang akan digunakan. Sebab, saat ini, masih dalam kondisi pandemi Covid-19. “Rencananya nanti akan ada dua tahap pelatihan. Sebenarnya kalau tidak pandemi bisa langsung. Nanti juga kita buat per gelombang, sekitar 50 orang,” pungkas dia.

Pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemuda Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Malang tahun 2022 pada Selasa (16/2/2021) lalu, Sutiaji menjelaskan bahwa, pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, Peran para pemuda sangat berpengaruh untuk pemulihan perekonomian.
Sutiaji juga menyampaikan, isu strategis di tahun 2022 berkaitan dengan peningkatan ekonomi kreatif. Di mana salah satunya yang paling berperan ialah kaum milenial. Ke depan, ia berharap agar para pemuda mampu membawa pangsa pasar untuk menjangkau pasar global. Salah satunya, dengan memanfaatkan platform media sosial, seperti TikTok ataupun YouTube.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait