Alfath, Arek Jombang yang Memperoleh Beasiswa di Negeri Paman Sam - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Alfath, Arek Jombang yang Memperoleh Beasiswa di Negeri Paman Sam
Alfath, pelajar jombang yang dapat beasiswa ke Amerika Serikat(Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Figur

Alfath, Arek Jombang yang Memperoleh Beasiswa di Negeri Paman Sam

Siswa MAN 1 Jombang menuai prestasi. Dia mendapatkan beasiswa untuk studi di Amerika Serikat.

Anggit Puji – Satukanal.com, Jombang

Maharsyalfath Izlubaid Qutub Maulasufa tak menyangka. Siswa kelas 12 Bahasa MAN 1 Jombang ini memperoleh pengalaman berharga dengan kesempatan studi ke luar negeri. Melalui Program YYGS Connect, remaja yang akrab disapa Alfath mendapat kesempatan kuliah di Yale University, Amerika Serikat pada 18 Juni – 3 Juli 2021. Kesempatan langka itu diraihnya bersama peserta global dari 130 negara dan 50 negara bagian Amerika Serikat.

YYGS Connect ini merupakan program yang langka di dunia. Sebuah program pra-kuliah untuk siswa setingkat SMA. “Program YYGS ini unik, mengajak saya berpikir, bukan sekedar belajar,” ucap Alfath saat dikonfirmasi Rabu (15/9/2021).

Melalui program YYGS, Alfath mendapat pengalaman berharga. “Melalui pembelajaran metode Canvas, saya mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan keilmuan yang tidak biasa ditemukan di sekolah SMA pada umumnya,” ujar remaja kelahiran Jombang, 3 Februari 2004 ini.

Dalam program beasiswa ini, ada empat bidang studi yang ditawarkan YYGS, yaitu Innovations in Science and Technology (IST), Literature Philosophy and Culture (LPC), Politics Law and Economic (PLE) dan Solving Global Challenges (SGC).

Alfath mengatakan, proses seleksi program YYGS Connect ini sistematis, rumit, dan ketat. Prosesnya melibatkan orang tua, sekolah, referensi kepala sekolah, dan wali kelas. Sedikitnya ada 28 tahapan formulir pendaftaran yang harus ia selesaikan.

Pendaftaran dibuka mulai bulan September 2020. Sedangkan pengumuman hasil seleksi di bulan Desember 2020. “Dalam proses pendaftaran, saya dibimbing oleh kepala sekolah dan wali kelas. Rekomendasi guru pembimbing ini sangat penting untuk proses pengajuan beasiswa YYGS Connect,” jelasnya.

Baca Juga :  Gus Hans; Calon Ketua PBNU Harus Bisa Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Selanjutnya, Alfath mengikuti serangkaian tes untuk menilai kemampuan bahasa Inggris. Dalam hal ini, siswa diharuskan menunjukkan tingkat kemahiran bahasa Inggris yang tinggi.

Menurut dia, tes ini penting karena terkait kemampuan mengartikulasikan pemikirannya selama mengikuti program. Hasil tes ini juga akan membantu siswa ketika bersaing dengan siswa dari berbagai belahan dunia.

“Tes program ini memang sulit. Namun, program ini sangat bermanfaat. YYGS memang sengaja didesain dan didukung oleh para ilmuwan yang telah memiliki pengalaman dalam mengatasi “kejutan budaya” dan mempelajari keterampilan serta kemampuan baru untuk memaksimalkan pendidikan kepada siswa,” paparnya.

Setelah mengikuti serangkaian proses seleksi yang panjang selama September-Desember 2020, Alfath dinyatakan lolos mewakili pelajar Indonesia untuk bidang studi Sastra, Filsafat, dan Budaya (Literature, Philosophy, and Culture (LPC).

Perjuangan belum usai ketika dirinya terbentur biaya Program YYGS yang relatif mahal. Selanjutnya, ia mengajukan beasiswa. Melalui aplikasi online di yale.edu, Alfath mengajukan fee waiver, yaitu permohonan pembebasan seluruh biaya kuliah Program YYGS Connect 2021.

“Terkait proses pengajuan beasiswa, awalnya pihak YYGS akan mengidentifikasi pemenuhan syarat siswa yang membutuhkan dukungan finansial. Lalu, peserta akan diminta untuk memberikan beberapa dokumen penting dari wali siswa,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan. Di antaranya, surat keterangan dari wali siswa yang menyatakan posisi pekerjaan, gaji, tunjangan, masa kerja, dan salinan laporan pajak penghasilan

Alhamdulillah, permohonan itu disetujui. Saya mendapat beasiswa YYGS Connect 2021 dari Yale University, yang merupakan kampus terbaik, tertua, bersejarah, Ivy League University di Amerika Serikat. Beasiswa YYGS telah membiayai seluruh kegiatan saya dalam program kuliah pendek. Saya mendapat beasiswa penuh (fully funded) sebesar USD $3,500 atau setara Rp 50 juta,” tuturnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 di Jombang Sasar Tunawisma

Program YYGS telah memberikan wawasan kepadanya bahwa pendidikan tinggi model Yale University dapat memberikan kenyamanan belajar bagi mahasiswanya. Alfath berencana mendaftar kuliah di Yale School of Music (YSM).

“YYGS telah memberikan ‘landasan’ awal secara profesional serta membantu saya untuk menggapai cita-cita. Melalui program YYGS, saya berkesempatan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan fleksibel, terlibat secara produktif dengan beragam kelompok teman sebaya, mengeksplorasi ide baru dan menarik, bertemu dengan para pakar, ilmuwan, akademisi, dan praktisi terkemuka,” katanya.

Melalui program YYGS, Alfath berlatih mengeksplor kemampuan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi berbahasa Inggris, diplomasi, dinamika kelompok, dan studi global. Dosen melatih dan mendorong siswa sehingga berpikir kompleks dan mendalam untuk menyelesaikan berbagai kasus global dalam kehidupan secara komprehensif, detail, efektif dan akurat.

“Sungguh, seakan-akan atmosfernya berada di kampus fisik yang sesungguhnya. Saya merindukan suasana itu kembali,” tandasnya.

Baginya, program interdisipliner YYGS sangat mengasyikkan. Alfath beserta peserta lainnya menghadiri seminar yang diajarkan oleh dosen pembimbing sesuai kurikulum khusus. Siswa diberi kebebasan untuk memilih beragam ide untuk satu topik seminar (academic interest).

“Ini merupakan pengalaman positif bagi saya. Bahkan, pada situasi ini siswa dituntut kreatif, dihadapkan pada pendekatan yang berbeda untuk memecahkan masalah,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait