SATUKANAL.COM
BERITA STRAIGHT NEWS

Alan Budikusuma Turun Gunung ke Surabaya Cari Penerusnya di Daihatsu Astec Open 2019

Daihatsu Astec Open 2019 digelar di Surabaya dalam rangka mencari bibit pebulutangkis handal. Mantan pebulutangkis Alan Budikusuma akan turun langsung ke Kota Pahlawan untuk mencari bibit handal tersebut.

Turnamen ini berlangsung dari Maret hingga November di tujuh kota besar dan terdaftar dalam agenda PBSI. Turnamen Daihatsu Astec Open 2019 di Surabaya sebagai kota penyelenggaraan keenam dengan peningkatan level menjadi BAC (Badminton Asia Confederation) yang digelar mulai 7-12 Oktober di GOR Bulutangkis Soedirman dan GOR Sonny Dwi Kuncoro.

Peningkatan level turnamen ini untuk mengapresiasi tingginya animo masyarakat terhadap olahraga bulutangkis, yang merupakan salah satu cabang olahraga paling populer nomor dua di Indonesia. Tak hanya itu, melalui turnamen ini para atlet dapat memperbesar peluang untuk masuk seleksi Pelatnas dan berpeluang meningkatkan poin resmi yang terdaftar dan diakui oleh federasi bulu tangkis tingkat dunia, yaitu BWF (Badminton World Federation).

Sejak diselenggarakan awal tahun lalu di Medan, Balikpapan, Bandung, Jogjakarta, dan Makassar, telah tercatat lebih dari 4.300 peserta yang mendaftar pada turnamen ini. Jumlah ini membuktikan tingginya partisipasi masyarakat pecinta bulutangkis Indonesia terhadap turnamen Daihatsu ASTEC Open 2019. Dan pada akhirnya para pemenang akan memperebutkan gelar juara pada turnamen final di Jakarta.

Dalam turnamen Daihatsu Astec Open 2019 dibagi menjadi beberapa kategori pemenang berdasarkan umur. Dimulai U-13, U-15, U-17, U-19, dewasa dan veteran. Selain menggelar pertandingan, turnamen ini juga mengadakan coaching clinic yang langsung melibatkan Alan dan Susy sebagai pembicara.

“Saya tahu Surabaya merupakan gudangnya pebulutangkis hebat di Indonesia,” kata Alan Budikusuma di Surabaya.

Pebulutangkis yang pensiun pada olimpiade Atlanta 1996 ini mengatakan, Kota Surabaya banyak melahirkan pemain bulutangkis yang sangat hebat. Selain dirinya, ada nama yang juga asli arek Surabaya, dia adalah Sonny Dwi Kuncoro yang sudah berskala internasional.

Melihat fakta itu, lanjut dia, pencarian bibit-bibit kembali dilakukan di  Surabaya untuk kedua kalinya. Dalam event ini, pembibitan sengaja dicari pada usia dini dan remaja. Kemudian, saat menginjak senior mereka akan dibutuhkan oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Sementata itu Marketing Direcktor PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi masyarakat yang mengikuti turnamen Daihatsu ASTEC Open 2019 ini.

“Kami berharap melalui turnamen ini dapat melahirkan bibit-bibit muda bulutangkis dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya Surabaya. Hingga dapat berprestasi keajang kompetisi yang lebih tinggi yang dapat mengharumkan nama bangsa,“ bebernya.

Sementara Viyanthi Silvana, Manager Communication PT Frisian Flag Indonesia mengaku sangat bangga dengan bergabung dalam event ini. Menurut dia, olahraga bulutangkis memiliki tingkat peminat yang cukup besar. Bahkan olahraga ini sudah menjadi olahraga masyarakat di Indonesia. “Kami akan ikut support event ini. Bulutangkis itu olahraga masyarakat,” imbuh dia.

Kanal Terkait