Aksi Terorisme di New Zealand, Dosen UMM: Islamofobia Tengah Melanda Masyarakat Dunia Belahan Barat. - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Aksi Terorisme di New Zealand, Dosen UMM: Islamofobia Tengah Melanda Masyarakat Dunia Belahan Barat.

Beberapa waktu yang lalu terjadi aksi teror di Christchuch, New Zealand yang menewaskan lima puluhan orang. Disebutkan bahwa teror ini mengatasnamakan supremasi ras kulit putih serta pembalasan atas tragedi teror yang dilakukan oknum umat Islam.

Padahal, berdasarkan hasil survey yang dilakukan Global Peace Index tahun 2017, New Zealand disebut sebagai negara paling aman kedua di dunia. Pemeringkatan ini didasarkan pada penilaian kondisi keamanan, perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), ketertiban lingkungan, serta praktik kriminalitas.

Merespon hal ini, Nafik Muthohirin, dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerangkan bahwa teror ini disebabkan Islamofobia yang tengah melanda masyarakat dunia belahan Barat.

Berbagai aksi kekerasan berlatar belakang agama ini, disebut Nafik, paling tidak disebabkan oleh dua faktor dominan. Yakni yang pertama, praktik populisme agama yang hadir di ruang publik.

“Yang dibumbui dengan nada kebencian terhadap pemeluk agama, ras, dan suku tertentu,” lanjutnya.

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka di Kota Malang Belum Menyeluruh

Sementara yang kedua, beberapa kelompok yang beraliran politik sektarian yang sengaja menggunakan simbol-simbol keagamaan untuk menjustifikasi kebenaran manuver politik tertentu.

“Paham ekstrim ini menggiring masyarakat ke arah konservatisme radikal secara pemikiran,” terang Nafik.

Islam sendiri seperti yang telah diajarkan di surat Al-Hujurat ayat 13, bahwa setiap umat bahkan setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, berbangsa-bangsa, bersuku-suku, supaya saling mengenal.

“Inilah konsep multikulturalisme dalam Islam,” tandasnya.

Dilanjutkan penulis buku fundamentalisme Islam ini, Islam juga ada begitu banyak mengajarkan kepada kita untuk bertoleransi, seperti menganjurkan supaya umat muslim berlaku adil (al-Maidah: 8-10), peduli terhadap sesama (al-Maun: 1-7), larangan saling bermusuhan (al-Hujurat: 12), serta merajut kebersamaan (al-Hujurat: 10).

Ditegaskan Nafik, Islam mengajarkan ketenangan, perdamaian, toleransi, dan nilai-nilai universal yang semua agama juga meyakini itu.

“Hanya saja banyak pihak-pihak tertentu mempolitisasi atau menjustifikasi dalil agama atau dalil Islam khususnya, untuk kepentingan tertentu,” tukasnya.

Baca Juga :  Sutiaji Harapkan Mall di Malang Segera Dapat Dibuka

Ada sebuah terminologi yang mengatakan bahwa Islam itu kekerasan. Padahal Islam itu adalah jalan keselamatan.

“Jadi tidak mungkin Islam itu mengajarkan kekerasan apalagi terorisme,” tegas direktur penelitian Pusat Studi Islam dan Multikulturalisme (PUSAM) UMM ini.

Penyerangan yang dilakukan Brandon Tarrant tentu sangat mengejutkan publik dunia. Aksi ini tidak serta merta membuat masyarakat muslim New Zealand menjadi takut.

Tepat sepekan setelah teror, masyarakat berduyun-duyun untuk datang ke masjid, bahkan azan disiarkan secara besar-besaran di beberapa stasiun televisi.

“Itu membuktikan bahwa masyarakat di New Zealand memiliki pengetahuan dan toleransi yang tinggi dengan mereka turun kelapangan, memakai hijab, sebagai bentuk empati. Mereka juga bisa membedakan mana yang terorisme dan mana yang tidak, dan mereka tahu bahwa Islam itu adalah agama yang damai,” pungkasnya.

Kanal Terkait