Aksi Protes Sopir Angkutan Umum, Bus DAMRI Berhenti Beroprasi | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Aksi Protes Sopir Angkutan Umum, Bus DAMRI Berhenti Beroprasi
Bus DAMRI berhenti beroprasi
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Aksi Protes Sopir Angkutan Umum, Bus DAMRI Berhenti Beroprasi

SATUKANAL.com, MALANG – Aksi protes sopir angkutan umum mengakibatkan Bus DAMRI di Malang berhenti beroperasi mengantar wisatawan dari terminal Arjosari ke pantai Sendang Biru Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang, sejak Jumat (30/10) kemarin.

Penghentian dilakukan karena adanya protes dari sopir angkutan umum, penumpang yang akan berwisata tersebut dipaksa untuk turun dari bus. Puluhan sopir angkutan umum yang melangsukan aksi protes, melakukan unjuk rasa dan memaksa bus DAMRI trayek Terminal Arjosari – Balekambang – Sendangbiru untuk tidak beroprasi lagi. Pihak sopir angkutan umum menilai, adanya bus DAMRI dapat mengambil penumpang mereka yang ada disepanjang jalur angkutan umum (mikrolet).

Operasional bus DAMRI di Malang Raya sendiri terbilang masih baru. Beberapa rute yang disediakan di antaranya adalah rute Batu menuju Bromo, dengan total ada empat armada bus. Kemudian dari Arjosari menuju Balekambang dan Sendang Biru total ada dua armada yang dioperasikan.

Baca Juga :  DPUPRPKP Kota Malang Optimalkan Sanitasi, Guna Terciptanya Warga Kota Malang Yang Sehat

General Manager DAMRI Kota Malang Zuryani, sedang mengupayakan mediasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Zuryani juga menjelaskan bahwa, Perum DAMRI Kota Malang hanya menjalankan tugas dari Kemenhub untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dalam rangka pemulihan perekonomian dan pariwisata daerah. Penghentian sementara juga sengaja dilakukan dikarenakan butuh adanya mediasi antara pihak DAMRI dan organisasi angkutan umum berkaitan dengan oprasional Bus DAMRI tersebut.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara berencana akan memindahkan titik jemput bus DAMRI yang semula berada di Arjosari ke titik penjemputan yang lain yang rencananya ada di sekitaran Kecamatan Kepanjen.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang mengatakan bahwa, “Tapi ini masih saya bicarakan dengan direktur Bus DAMRI. Kan ini perlu pembicaraan dan Kepanjen mungkin yang akan dipilih, karena ramai dan itu masuk Kabupaten sendiri.”

Baca Juga :  HM Sampoerna Sumbang 1.000 Botol Probiotik Guna Penanganan Pandemi Covid-19

Zuryani membantah adanya dugaan bahwa Bus DAMRI menaik turunkan penumpang di perjalanan, ia menyatakan bahwa Bus DAMRI hanyak berhenti pada titik Check Point, Titik tersebut sebelumnya juga telah di tentukan, Adanya titik Check Point guna memberikan edukasi kepada para penumpang untuk lebih mengenal lokasi yang memiliki nilai-nilai sejarah.

Hal ini lah yang disalah artikan oleh sopir angkutan umum yang menolak adanya Bus DAMRI. Banyak dari masyarakat yang menyayangkan atas pemberhentian sementara Bus DAMRI tersebut, dikarenakan masyarakat menilai adanya Bus DAMRI memudahkan masyarakat yang ingin berwisata dengan budget yang terjangkau.

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait