Aksi Copet Bus 288 Kali, Berhasil di Ringkus Satreskrim Polresta Kediri | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Aksi Copet Bus 288 Kali, Berhasil di Ringkus Satreskrim Polresta Kediri
BERITA HIGHLIGHT KRIMINALITAS STRAIGHT NEWS

Aksi Copet Bus 288 Kali, Berhasil di Ringkus Satreskrim Polresta Kediri

SATUKANAL.com, KEDIRI – Pelaku Copet Bus Antar Kota berhasil diringkus oleh Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Polresta Kediri. Dalam dua tahun terakhir, pencopet ini telah melakukan aksi sebanyak 288 kali dengan sasaran mayoritas perempuan.

Kepala Satreskrim Polresta Kediri, Vera Wati Toib, mengungkapkan identitas pelaku copet bus antar kota tersebut bernama Adi Badung, warga Kelurahaan Tosaren Kota Kediri. Aksi pelaku berusia 42 tahun tersebut ditangkap setelah melakukan aksi pencopetan di dalam bus antar kota.

“Jadi aksinya tersebut dilakukan secara cepat dan dilakukan tepat di depan pintu keluar masuk bus terhadap korban yang telah diincarnya dengan membuka tas korban,” ungkap Kasatreskrim Polresta Kediri, Vera Wati Toib, kepada Satukanal.com, Selasa (29/12/2020).

Baca Juga :  Warga Kampung Dalem, Pendonor Plasma Konvalesen Pertama Penyembuhan Pasien Covid-19 di Kota Kediri

Saat pelaku melakukan aksi pencopetan, Vera mengungkapkan selalu bergabung dengan modus operasi beberapa jaringan copet lainnya. Disebutkan beberapa diantaranya seperti jaringan kelompok Malang, Jombang, dan Surabaya.

Adapun modus operasinya mereka selalu bergerombol di dekat pintu Bus, dengan melakukan pengintaian target penumpang yang hendak turun. Dengan modus operasi tersebut Tim Resmob Polresta Kediri berhasil menyergap satu, dari 6 pelaku lainnya.

“Hingga kini Tim Resmob Polresta Kediri, masih terus memburu lima pelaku lainnya yang melarikan diri,” tegasnya.

Baca Juga :  Emak-Emak, Lirik Peluang Bisnis Anggrek di Kota Kediri

Dari hasil interogasi Satreskrim Polresta Kediri, Vera menyampaikan aksi copet yang dilakukan pelaku  sudah sebanyak 288 kali, di dalam bus dengan trayek Jawa Timur ke Jawa Tengah. Pelaku dengan nama Adi Bandung ini juga diketahui tercatat sebagai residivis kasus narkoba pada tahun 2016.

“Sedangkan untuk hukuman dari pelaku ini kita kenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara,” tutupnya.

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait