92 Tahun, Sejarah Singkat Lahirnya Sumpah Pemuda | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Hari Sumpah Pemuda
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

92 Tahun, Sejarah Singkat Lahirnya Sumpah Pemuda

SATUKANAL.com, NASIONAL– Hari ini 92 tahun lalu, tepatnya 28 oktober 1928 berlangsung Kongres Pemuda II yang menjadi pemicu lahirnya Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda seakan menjadi titik balik perjalanan Bangsa Indonesia menuju kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Momentum ini juga menjadi penanda persatuan para pemuda kala itu demi mewujudkan Indonesia yang bersatu.

Sebelum lahirnya Sumpah Pemuda, para pemuda masih terpecah dalam beberapa organisasi kedaerahan seperti Jong Java, Jong Sumatra dan lain-lain. Organisasi-organisasi berbasis pemuda ini memang sudah ada sejak tahun 1908 seperti Perhimpunan Indonesia serta Tri Koro Darmo pada tahun 1915. Namun, hingga saat itu kesadaran para pemuda Indonesia belum muncul terkait siapa musuh yang mereka hadapi bersama.

Sampai saat munculnya Kongres Indonesia Muda yang pertama (Kongres Pemuda I) yang berlangsung pada tahun 1926. Tetapi kesadaran yang muncul terkait siapa musuh yang dihadapi mereka belum cukup untuk melahirkan sebuah Sumpah Pemuda.

Lahirnya Sumpah Pemuda.

Dua tahun berselang setelah Kongres Pemuda I, pada tahun 1928 Moh. Yamin menerbitkan sebuah kumpulan sajak yang baru berjudul Indonesia, Tumpah Darahku. Hal ini menunjukkan perubahan kesadaran para pemuda terkait pentingnya persatuan para pemuda Indonesia demi mewujudkan tanah air yang merdeka.

Ketika Kongres Indonesia Muda kedua (Kongres pemuda II) diselenggarakan pada tahun 1928, bahasa Melayu sudah lama menjadi bahasa pergaulan yang dipakai secara luas di seluruh kepulauan Nusantara. Namun pada saat itu, kedudukan bahasa Melayu masih belum kuat. Sehingga, sebagian ahli Belanda menganjurkan agar bahasa Belanda menjadi bahasa resmi di seluruh Indonesia (dipakai seluruh penduduk Bumiputera). Tetapi, ada juga ahli Belanda yang menganggap bahasa Belanda terlalu tinggi sehingga tidak pantas dipakai oleh kaum inlander (Indonesia).

Perbedaan paham tersebutlah yang kemudian menjadikan pemerintah kolonial Belanda tidak segera sampai pada kebijakan untuk menjadikan bahasa Belanda sebagai bahasa resmi satu-satunya. Seperti halnya dengan Inggris dan Perancis yang mewajibkan bahasanya untuk diterapkan di daerah jajahannya.

Kongres Pemuda II diselenggarakan pada 27-28 oktober 1928. Kongres itu melahirkan sebuah deklarasi yang dikenang hingga saat ini. Sedangkan tokoh yang berjasa merumuskan deklarasi itu adalah Moh. Yamin.

Soegondo Djojopoespito yang saat itu menjabat sebagai ketua kongres mendapatkan gagasan “Sumpah Pemuda” dari Moh. Yamin. “Ik heb eleganter formulering voor resolutie (saya punya rumusan resolusi yang elegan),” kata Yamin kepada Soegondo, dikutip dari buku Mengenang Mahaputra Prof. Mr. H. Muhammad Yamin Pahlawan nasional RI (2003).

Kemudian, setelah para peserta Kongres menyatakan sebuah kesepakatan bersama akan pentingnya persatuan pemuda lahirlah sebuah Deklarasi yang disebut dengan Sumpah Pemuda. Tetapi, istilah Sumpah Pemuda sendiri tidak muncul dalam putusan konres tersebut, melainkan diberikan setelahnya.

Berikut ini isi teks keputusan Kongres Pemuda II:
Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu tanah Indonesia.
Kedua: kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.
Ketiga: kami Putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Lagu Indonesia Raya Pertama kali Dinyanyikan

Dalam Kongres Pemuda II di Batavia pada 28 Oktober 1928, untuk pertama kalinya lagu Indonesia raya diperdengarkan ke khalayak. Wage Rudolf Soepratman memainkan lagu ciptaannya itu di depan peserta kongres dengan gesekan biolanya yang mendayu-dayu.

Satu hal yang menarik dari lagu Indonesia Raya yaitu tidak banyak yang tahu bahwa lagu tersebut selama ini dinyanyikan hanya satu bait saja. Padahal, WR Supratman menciptakan lagu tersebut dalam tiga bait (stanza).

Dari ketiganya, stanza pertama jauh lebih populer dan dihafal masyarakat Indonesia daripada kedua dan ketiga. Adapun orang yang pertama kali melantunkan lagu Indonesia Raya dalam Kongres Pemuda II itu adalah Dolly Salim yang tidak lain merupakan putri kesayangan Haji Agus Salim.

 

Pewarta: Adinda A.I.U.

Editor: Redaksi Satukanal 

Kanal Terkait