75 Orang Civitas Positif Covid-19, UB Perketat Protokol Kesehatan | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Usai 75 Civitas Academica Positif Covid-19, UB Perketat Protokol Kesehatan
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

75 Orang Civitas Positif Covid-19, UB Perketat Protokol Kesehatan

SATUKANAL.com, MALANG– Covid 19 faktanya tak hanya menyerang kalangan tertentu masyarakat. Setelah Wali Kota Malang beserta jajarannya dinyatakan positif covid-19 beberapa waktu lalu. Kini, giliran para civitas academica kampus yang menjadi sorotan.

Sebelumnya, pada bulan maret 2020 kasus pertama covid-19 Kota Malang juga pernah teridentifikasi dari salah satu kampus negeri Kota Malang yaitu Universitas Brawijaya. Hingga saaat ini, kondisi pandemi covid-19 di Kota Malang pun kembali mengkhawatirkan.

Berdasarkan hasil pantauan tim satukanal.com, jumlah masyarakat yang terpapar covid-19 kian meningkat.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua Tim Monnefvas kampung Tangguh UB, Prof Dr Unti Ludigdo SE Msi Ak. Beliau mengatakan bahwa berdasarkan data dari Tim Monitoring Evaluasi Fasilitas Implementasi (Monefvas) Kampung Tangguh UB, sebanyak lebih dari 75 civitas UB positif Covid-19.

“Berdasarkan data yang masuk di tim kami, sampai data terakhir itu ada 75 keluarga UB yang terkonfirmasi positif sampai hari ini. Itu yang sudah masuk di database kami,” ujar Prof Dr Unti Ludigdo SE MSi Ak selaku Ketua Tim Monefvas Kampung Tangguh UB saat konferensi pers daring, Kamis (3/12/2020)

Menurut Prof Dr Unti Ludigdo SE Msi Ak, aktivitas civitas UB di luar yang tidak bisa dibatasi oleh kampus tidak bisa terhindarkan dari apa yang akan terjadi. Begitu halnya dengan keberadaa civitas Ub sebagai bagian dari masyarakat pun juga tak bisa dipungkiri.

Baca Juga :  Mahasiswa Program Doktor Fapet UB Gunakan Pasta Buah Merah, Ciptakan Rasa juiceness Pada Petty Burger

“Dari penularan yang ada di luar itu sebagian terbawa di kampus dan kemudian itu menular kepada teman yang lain di dalam kampus. Jadi peningkatan kasus di Universitas Brawijaya atau yang menimpa civitas academica Universitas Brawijaya itu sebagian besar mayoritas itu terjadi di luar kampus,” paparnya.

Sejauh ini, pihak UB pun terbuka dalam menyampaikan informasi terkait covid-19. Kampus ternama di Kota Malang ini bahkan mengeluarkan Instruksi Rektor Nomor 9644 Tahun 2020 tanggal 24 November 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan dan Pencegahan Penularan Covid-19 di Lingkungan Universitas Brawijaya.

Intruksi Rektor ini tentu saja berisi sejumlah aturan terkait pencegahan serta penegakan protokol kesehatan. Berikut isi instruksi rektor tersebut

  1. menegakkan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 dalam lingkup kerjanya masing-masing
  2. mengaktifkan kembali satuan tugas penanganan dan pencegahan Covid-19 atau satuan tugas kampus tangguh di masing-masing unit kerja.
  3. mengurangi risiko terjadinya penularan Covid-19 kepada sivitas akademika dengan melarang pelaksanaan kegiatan yang akan dikuti orang lebih dari 50 persen dari kapasitas ruang di dalam kampus dan melarang pelaksanaan kegiatan di hotel atau tempat umum lainnya di luar kampus.
  4. lebih selektif dalam menyetujui kegiatan yang menghadirkan tamu dari luar UB dan memastikan berlakunya protokol kesehatan dengan semestinya apabila kegiatan itu harus dilakukan dan melaporkan kepada tim pencegahan dan penanggulangan Covid-19 UB.
  5. lebih selektif dalam memberikan tugas kepada dosen yang menjadi narasumber atau tugas lainnya pada forum yang diminta instansi atau pihak ketiga lainnya.
  6. menyampaikan keadaan diri dan/atau keluarganya apabila terkonfirmasi positif kepada tim pencegahan dan penanggulangan Covid-19 UB dan/atau satuan tugas penanganan dan pencegahan Covid-19 masing-masing unit kerja guna penanganan dan pencegahan penularan lebih lanjut pada sivitas academica lainnya.
Baca Juga :  Hadiah Dies Natalis Ke-58, UB Raih Penghargaan Zero Project Dari PBB

“Menyeruaknya kembali kasus covid-19 oleh kalangan epidemolog salah satunya dikarenakan adanya libur panjang,” kata Unti melanjutkan penjelasannya.

Lebih lanjut Unti menjelaskan bahwa dari jauh hari sebelumnya Tim Satgas UB sudah memprediksikan kemungkinan kondisi seperti ini bakal terjadi di Indonesia. Unti mengaku, phaknya pada saat itu sempat mengkomunikasikan kepada kepala daerah di Malang Raya agar dapat mengantisipasi kemungkinan tersebut. Namun, masyarakat termasuk pengambil kebijakan menjadi lengah setelah kasus covid-19 mengalami penurunan.

“Tampaknya setelah sekian waktu mengalami penurunan, kita-kita semua, termasuk pengambil kebijakan di level yang di atas kita agak lengah,” terangnya.

 

 

Pewarta: Adinda A.I.U.
Editor: Redaksi Satukanal

 

Kanal Terkait