70 Persen Pelajar SMA Tak Paham Pancasila, BPIP Ajak Guru Ciptakan Metode Pembelajaran Kreatif - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
70 Persen Pelajar SMA Tak Paham Pancasila, BPIP Ajak Guru Ciptakan Metode Pembelajaran Kreatif
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

70 Persen Pelajar SMA Tak Paham Pancasila, BPIP Ajak Guru Ciptakan Metode Pembelajaran Kreatif

SATUKANAL.com, NASIONALBadan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Melakukan riset terhadap beberapa pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). Riset tersebut dilakukan guna menilai pemahaman pendidikan Pancasila bagi siswa-siswi SMA.

Dari hasil riset yang dilakukan pihak BPIP memperlihatkan bahwa, 70 persen siswa SMA tidak memahami Pancasila. Ketidak pemahaman pelajar SMA tersebut didasarkan pada, beberapa kualitas tenaga pendidik yang kurang kreatif dalam metode penyampaian materinya. Peran generasi muda sangatlah penting guna melanjutkan cita-cita bangsa, namun ketika para pemuda tidak memahami Pancasila, hal tersebut sangatlah memprihatinkan.

Sehingga dengan permasalahan seperti ini, pihak BPIP melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas dari tenaga pendidik di Indonesia dengan menyusun dan mempersiapkan bahan ajar yang akan diberikan kepada siswa-siswi dengan lebih kreatif. Hal tersebut berguna agar meningkatkan kemauan dan ketertarikan siswa-siswi SMA pada pembelajaran Pancasila.

Baca Juga :  Ikan Kakatua, Ikan Cantik Yang Disebut Tak Boleh Dikonsumsi. Ini Alasannya

Aris Heru Utomo selaku Direktur Standardisasi Materi dan Metode Aparatur Negara BPIP, pada acara Bedah Asesmen Kompetensi Minimum yang diselenggarakan di Jakarta, pada Sabtu (28/11/2020). Mengharapkan agar para guru dan tenaga pendidik dalam melakukan penyusunan bahan ajar, berdasar pada Peta Jalan Pendidikan Indonesia (PJPI) tahun 2020-2023.

Penentuan tersebut berguna supaya arah dari PJPI untuk membangun Pelajar Pancasila, menghasilkan para siswa-siswi memiliki profil beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, kreatif dalam segala hal, bernalar kritis serta mandiri.

Para guru dan tenaga pendidik diharapkan untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar yang telah mengalami beberapa peningkatan dan perkembangan. Hal tersebut berguna agar program dan tujuan pendidikan di Indonesia yang telah di buat dapat tercapai secara maksimal.

Penyusunan beberapa bahan ajar agar lebih varitif sehingga meningkatkan minat pelajar, dapat dibuat dengan mempertimbangkan beberapa kegemaran dan minat siswa-siswi. Terselenggarannya kegiatan sosialisasi dan asesmen kompetensi minimum juga berguna sebagai persiapan dan mengembangkan diri terhadap perkembangan zaman agar kualitas pendidikan di Indonesia terus mengalami peningkatan.

Baca Juga :  Punya Refluks Asam Atau GERD? Konsumsi 7 Makanan Ini Agar Tak Mengakibatkan Sakit Yang Berlebihan

Aris pada acara tersebut mengatakan bahwa, beberapa upaya guna mendukung pengembangan pembinaan ideologi Pancasila pada kalangan generasi muda, dilakukan dengan menyiapkan beberapa materi pelajaran, dan mempersiapkan metode pembinaan ideologi bagi dunia pendidikan yang dapat digunakan dalam waktu dekat ini.

Para guru yang hadir, menyambut dengan penuh antusias kegiatan sosialisasi tersebut. Nantinya para guru juga akan terus memberikan dukungan pada upaya sosialisasi dan pembudayaan terhadap nilai-nilai pancasila di dunia pendidikan. Khususnya sosialisasi kepada siswa-siswi yang ada pada sekolah menengah di Indonesia.

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait