7 Fakta Tewasnya Dua Mahasiswa UIN Malang Saat Diklat Pencak Silat di Coban Rais - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
7 Fakta Tewasnya Dua Mahasiswa UIN Malang Saat Diklat Pencak Silat di Coban Rais
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

7 Fakta Tewasnya Dua Mahasiswa UIN Malang Saat Diklat Pencak Silat di Coban Rais

Satukanal.com, MalangPada Sabtu (6/3/2021) dalam keterangan resmi dari pihak Kepolisian Resor (Polres) Kota Batu menyatakan bahwa, terdapat dua orang mahasiswa yang dilaporkan meninggal dunia usai mengikuti diklat penerimaan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak silat, Pagar Nusa, di kawasan Coban Rais, Kota Batu.

Kedua mahasiswa dari UIN Maliki Kota Malang yang meninggal usai diklat tersebut bernama, M Faisal Lathiful (19) dan Miftah Rizki Pratama (20). Dua mahasiswa ini ambruk dalam waktu yang hampir bersamaan, pada sekitar pukul 15.00 WIB.

Berikut adalah beberapa fakta-fakta temuan di lapangan yang telah dirangkum Satukanal.com terkait dengan insiden meninggalnya kedua mahasiswa UIN Maliki Kota Malang.

1. Dua mahasiswa meninggal dunia saat diklat

Kapolres Batu AKBP Catur Cahyo Wibowo mengatakan, kedua mahasiswa UIN Malang tersebut meninggal saat pelaksanaan diklat UKM Pencak silat Pagar Nusa. Pada kegiatan diklat pencak silat tersebut turut diikuti oleh 41 peserta.

Kegiatan diklat ini diselenggarakan pada Jumat (5/3/2021) dan berlokasi di SMK Mahardika Karangploso, Kabupaten Malang. Kedua mahasiswa tersebut adalah M Faisal Lathiful (19) berasal dari Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dan Miftah Rizki Pratama (20) berasal dari Kota Bandung, Jawa Barat.

2. Meninggal setelah tiba di Coban Rais

Pada Sabtu (6/3/2021), peserta kegiatan dibawa ke Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, tepatnya di depan Predator Fun Park. Mereka dibawa menggunakan kendaraan truk. Dari depan Predator Fun Park, mereka berjalan kaki menuju Coban Rais yang berjarak sekitar lima kilometer.

Kedua mahasiswa itu meninggal setelah tiba di kawasan Coban Rais. Sebelum meninggal kedua mahasiswa itu menjalani rangkaian kegiatan fisik yang menyita banyak tenaga. Semula, MFL yang ambruk dan dibawa ke Puskesmas Karangploso.

Tak lama berselang, MRP juga ambruk dan dibawa ke RS Karsa Husada Kota Batu. “Dalam kegiatan ini ada salah satu yang meninggal dibawa ke Puskesmas Karangploso. Dan yang kedua karena mengalami pingsan dibawa ke Karsa Husada,” katanya.

Baca Juga :  PPKM Mikro Sukses! Jatim Bebas Zona Merah, 16 Wilayah Zona Kuning

3. Meninggal di waktu yang hampir bersamaan

Kasat Reskrim Polres Batu AKP Jeifson Sitorus mengatakan, kedua mahasiswa itu meninggal dalam waktu yang hampir bersamaan pada Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB di Coban Rais, Kota Batu. Faisal asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, ambruk sebelum ambil wudhu setelah tiba di kawasan Coban Rais.

Faisal langsung dibawa ke Puskesmas Karangploso. Tidak lama kemudian, Miftah Rizki asal Kota Bandung, Jawa Barat, juga ambruk dan dibawa ke Rumah Sakit Karsa Husada. Namun, kemudian keduanya dinyatakan meninggal dunia.

4. Polisi menyita sejumlah barang bukti

Polisi telah menyita sejumlah barang bukti, salah satunya dokumentasi kegiatan. “Untuk sementara kita mengamankan dokumentasi ini karena dalam kegiatan ini panitia juga menunjuk tim dokumentasi. Dari dokumen ini kita lihat perbuatan-perbuatan riil,” Ujar Kasat Reskrim Polres Batu AKP Jeifson Sitorus.

Pihak Kepolisian juga masih melakukan proses penyelidikan terhadap kasus ini. Pada saat proses penyelidikan sudah ada 11 orang yang diperiksa, termasuk mahasiswa yang mengikuti diklat serta pihak kampus UIN Malang.

5. Panitia diklat sudah melakukan identifikasi penyakit peserta

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maliki, Isroqunnajah mengatakan, sebenarnya dari pihak panitia kegiatan telah melakukan upaya terbaik dengan mengidentifikasi penyakit peserta sebelum kegiatan berlangsung.

Setelah terdata, panitia memberikan tanda pita merah untuk peserta yang memiliki penyakit rawan. Panitia juga tidak memaksakan kegiatan atau aktivitas berat kepada mahasiswa yang memiliki riwayat sakit.

“Namun, memang kondisi tubuh almarhum sudah drop, keduanya memiliki kesamaan karena kelelahan dan sesak napas. Dan saat dibawa untuk menjalani perawatan, meninggal dunia,” terang Isroqunnajah.

Baca Juga :  Satpol PP Tambah Personel Usai Insiden di Rumah Dinas Wali Kota Malang

6. Acara diklat digelar tanpa izin

Kapolres Batu AKBP Catur Cahyo Wibowo memastikan, kegiatan diklat tersebut digelar tanpa izin. Baik izin dari pihak kampus, kepolisian, satgas Covid-19 setempat, maupun pihak pengelola Coban Rais. “Kegiatan ini pun tidak ada izin ke kami, Satgas Covid-19. Jadi memang betul-betul kegiatan yang di luar dari pihak Universitas, Polri dan aparat setempat juga,” jelasnya.

Isroqunnajah selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maliki Malang mengatakan, kegiatan itu digelar tanpa pengajuan izin dari pihak kampus. Menurutnya, seluruh kegiatan UKM di UIN Maliki yang mendatangkan mahasiswa secara langsung sudah ditiadakan akibat pandemi Covid-19.

“Kita punya edaran rektor. Kuliah aja daring, jadi semua kegiatan mahasiswa, termasuk UKM, kita off-kan. Off dalam arti yang mempertemukan massa. Kalau misalnya dilakukan daring is oke,” katanya.

7. Penyebab kematian korban belum dapat dipastikan

Kapolres menegaskan, hingga saat ini pihak kepolisian masih belum bisa memastikan apa penyebab meninggalnya dua orang mahasiswa UIN Kota Malang tersebut.

Pihak kepolisian, masih menunggu laporan dari Rumah Sakit Karsa Husada, dan Puskesmas Karangploso. “Kami belum bisa menjawab (penyebab kematiannya), apakah dua orang ini meninggal ini disebabkan oleh apa. Ini masih nunggu dari pihak rumah sakit dan puskesmas. Jadi disebabkan oleh apa, kami belum bisa menjawab,” ucapnya.

Pihak Kepolisisan juga menyebut telah berkomunikasi dengan pihak keluarga korban. Keluarga korban menyerahkan sepenuhnya proses pemeriksaan kepada pihak kepolisian. “Dalam surat pernyataan yang dibuat oleh keluarga juga disebutkan bahwa nanti apabila pihak kepolisian menduga ada pidana, bersedia dilakukan autopsi,” Ujarnya.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait