7 Fakta Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Yang Jatuh Di Kepulauan Seribu - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
7 Fakta Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Yang Jatuh Di Kepulauan Seribu
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

7 Fakta Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Yang Jatuh Di Kepulauan Seribu

SATUKANAL.com, NASIONAL– Peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 Jakarta-Pontianak membuat warga Indonesia merasakan duka yang mendalam. Pesawat yang membawa 56 penumpang, termasuk 7 anak-anak, 3 bayi serta 6 awak pesawat tersebut diperkirakan jatuh di perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/01/2020).

Pesawat Sriwijaya Air lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Jakarta pukul 14.36 WIB dan 4 menit kemudian kehilangan kontak setelah sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki, setara 3,3 km di atas daratan dengan kecepatan 287 km/jam.

Hingga saat ini, penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air masih belum diketahui pastinya. Pihak Komite Nasional keselamatan transportasi (KNKT) masih menelusuri sebab kejadian tersebut. Sedangkan black box yang telah ditemukan juga masih dalam penyelidikan.

Meski demikian, pesawat yang terbilang tangguh ini mempunyai sepak terjang dan sejarah yang cukup menarik. Banyak juga yang belum mengetahui fakta di balik pesawat Sriwijaya Air yang mengalami kejadian naas tersebut.

Tim satukanal.com telah merangkumnya dalam 7 fakta Pesawat Sriwijaya Air  SJ-182. Berikut ulasannya:

  1. Pesawat Sriwjaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 adalah jenis Boeing 737-500

Maskapai Sriwijaya Air menggunakan jenis pesawat ini sejak 15 Mei 2011. Pesawat dengan registrasi PK-CLC ini merupakan buatan pabrik Boeing di Renton, Seatle, Amerika Serikat. Pesawat Boeing 737-500 ini mempunyai kapasitas tempak duduk hingga 130 penumpang dan paling banyaak melayani penerbangan jarak pendek antara Jakarta-Pontianak, Pangkal Pinang. Selain itu juga melayani rute jarak menengah, seperti ke Makassar, Manado, Sorong dan Ternate.

  1. Boeing 737-500 adalah generasi kedua keluarga Boeing 737, salah satu produk Boeing yang paling laris di dunia

Pesawat Boeing 737-500 mulai diproduksi pada akhir 1998. Penjualannya mencapai 3987 armada dan sebagian besar sudah diantar ke pembeli. Pesawat yang dibanderol dengan harga 31 juta dolar AS atau sekitar Rp 450 miliar ini dibuat setelah generasi B737-200, persis sebelum generasi Boeing 737-NG (Next Generation).

  1. Pesawat Boeing 737-500 merupakan pesawat generasi tertua

Pesawat ini merupakan generasi tertua yang kini dioperasikan Sriwijaya Air bersama dengan pesawat-pesawat lainnya. Saat ini Sriwijaya Air mengoperasikan 24 pesawat, 6 diantaranya yakni B737-500, 16 unit Boeing 737-800 NG dan 2 unit B737-900 NG. Meski tergolong model lawas, masih ada beberapa perusahaan penerbangan yang mengoperasikan pesawat ini seperti Ukraina International Airliner, Nova airways (Sudan), UTair (Rusia) dan Ana Wings (jepang).

  1. Berumur 26 Tahun

Di tangan Sriwjaya Air, pesawat ini kurang lebih berumur 26 tahun. Sebelumnya, pesawat ini terbang bersama Continental selama 16 tahun. Kemudian disewa oleh United Airlines selama 1,5 tahun. Dan akhirnya pindah ke tangan Sriwijaya Air.

Baca Juga :  Aturan Baru Polri, SIM C Bakal Digolongkan Jadi SIM C1 dan C2

Dikutip dari Lokadata, beberapa perusahaan penerbangan besar seperti Air France dan Lufthansa memang masih menempatkan Boeing 737-500 dalam armadanya, namun umumnya telah memasuki masa pensiun secara bertahap.

  1. Memiliki catatan jam terbang paling banyak

Pesawat B737-500 lumayan tangguh dan memiliki catatan paling banyak jam terbang meski jarak yang ditempuh merupakan jarak pendek (kurang dari 2 jam penerbangan) dan menengah (kurang dari 4 jam penerbangan). Menurut data flightradar24, selama sebulan terakhir disebutkan bahwa pesawat ini rata-rata terbang dalam 6-7 penerbangan tiap harinya dengan catatan waktu 10-12 jam penerbangan.

  1. Boeing 737-500 merupakan yang terpendek dan terkecil dari generasi kedua keluarga 737-300/-400/-500 dan yang paling akhir dikembangkan

Pesawat 737-500 pertama kali terbang pada 30 Juni 1989. Selanjutnya, FAA memberikan sertifikasi pada 12 Februari 1990. Boeing 737-500 ditenagai oleh turbofan CFM Internasional CFM56s dalam hal ini 82,3kN (18.500 lb) CFM563B1s atau 89.0kN (20.000 lb) CFM56-3C-1s.

Baca Juga :  Mengenal Saus Cajun Yang Spesial di BTS Meal

Boeing juga menawarkan versi untuk jarak jauh dengan tambahan tangki bahan bakar dan peningkatan pada mesin. Panjang peswat adalah 31,01 meter yang setara dengan 737-200 yaitu 30,53 meter.

  1. Dijuluki sebagai Bayi Boeing (Baby Boeing)

Melihat dari sejarahnya, Boeing awalnya identik dengan pesawat jet multi mesin besar. Ketika Boeing membuat pesawat komersil dengan mesin twinjet terbaru yaitu jenis 737, maka dengan cepat dijuluki sebagai bayi Boeing (Baby Boeing). Boeing 737 ini pertama kali diperkenalkan ke dunia pada 17 Januari 1967. Melansir dari laman Boeing, saat peluncuran pertamanya, ada 17 maskapai penerbangan yang telah memesan pesawat baru turut hadir.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

 

Kanal Terkait