6 Warna Urine ini Bisa Tunjukan Penyakit di Tubuhmu - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
6 Warna Urine ini Bisa Tunjukan Penyakit di Tubuhmu
Ilustrasi urine (Foto: Pixabay.com)
BERITA Kanal Artikel

6 Warna Urine ini Bisa Tunjukan Penyakit di Tubuhmu

Satukanal.com, Nasional – Warna air kencing atau urine memang seringkali berubah-ubah. Ternyata, warna urine dapat memudahkan kita untuk mengetahui apakah kita mengidap suatu penyakit atau tidak.

Diketahui, Warna air kencing dihasilkan dari pigmen yang disebut urochrome dan seberapa encer atau pekatnya urin. Selanjutnya, pigmen dan senyawa lain dalam makanan dan obat-obatan tertentu juga dapat mengubah warna urine seseorang.

Lalu bagaimana cara memberdakan warna urine yang normal dan tidak normal. Melansir dari laman Healthline, simak penjelasan berikut ini.

1. Urin berwarna jernih

Urine berwarna jernih menandakan bahwa kamu terlalu banyak mengkonsumsi air setiap harinya. Meskipun terhidrasi adalah hal yang baik, minum terlalu banyak air dapat merampas elektrolit tubuh kamu. Sehingga, kamu perlu mengurangi jumlah air minum setiap harinnya.

Selain terlalu banyak meminum air. Warna urine yang jernih juga dapat menunjukkan masalah hati, seperti sirosis dan hepatitis virus. Agar kondisi kesehatan lebih terkontrol dengan baik, sebaiknya kamu menemui dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan lebih lanjut.

2. Urine berwarna jingga

Apabila warna urine kamu tampah jingga atau oranye, warna tersebut merupakan salah satu kondisi gejala dehidrasi atau kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan.

Jika kamu memiliki urine yang berwarna oranye selain tinja berwarna terang, empedu mungkin masuk ke aliran darah Anda karena masalah dengan saluran empedu atau hati. Penyakit kuning pada orang dewasa juga dapat menyebabkan urine juga berwarna oranye.

Baca Juga :  Terbaik se-Jatim, Ini Daftar 15 Sekolah Versi LTMPT

3. Urine berwarna kuning gelap

Sementara itu, jika urine berwarna kuning gelap atau warna urin “khas” jatuh pada spektrum kuning muda ke warna kuning yang lebih dalam. Pigmen urokrom yang secara alami ada dalam urinemu menjadi lebih encer saat kamu minum air.

Sehingga Urochrome diproduksi oleh tubuhmu yang memecah hemoglobin, protein yang membawa oksigen dalam sel darah merah. Dalam kebanyakan situasi, warna urinemu akan tergantung pada seberapa encer pigmen ini. Diketahui, apabila urine berwarna kuning gelap, kemungkinan tubuhmu memiliki banyak vitamin B.

4. Urine berwarna merah atau merah muda

Sedangkan jika urine terlihat merah atau merah muda biasahnya kamu barusaja memakan buah-buahan berwarna merah. Salah satu contohnya seperti, buah-buahan dengan pigmen merah muda atau magenta alami, seperti buah bit atau bluberi.

Selain itu, urine berwarna merah atau merah muda juga menjadi salah satu penyebab lain. Beberapa kondisi kesehatan dapat menyebabkan darah muncul dalam urinemu, gejala yang dikenal sebagai hematuria, termasuk pembesaran prostat batu ginjal tumor di kandung kemih dan ginjal.

Baca Juga :  Simak! Ini Rincian Biaya Perpanjangan SIM A dan SIM C Mulai Oktober 2021

5. Urine berwarna keruh

Urine yang keruh bisa menjadi tanda adanya infeksi saluran kemih. Ini juga bisa menjadi gejala beberapa penyakit kronis dan kondisi ginjal. Dalam beberapa kasus, urine keruh adalah tanda lain dari dehidrasi.

Warna urine yang keruh dengan busa atau gelembung juga disebut dengan pneumaturia. Kondisi tersebut bisa menjadi gejala kondisi kesehatan yang serius, termasuk penyakit Crohn atau divertikulitis.

6. Urine berwarna biru atau hijau

Apabila warna air kencing biru atau hijau bisa disebabkan oleh pewarna makanan. Ini juga bisa menjadi hasil dari pewarna yang digunakan dalam tes medis yang dilakukan pada ginjal atau kandung kemihmu.

Lalu, jika tubuh terinfeksi bakteri juga dapat menyebabkan urine berubah menjadi biru, hijau, atau bahkan nila ungu. Secara umum, urine biru jarang terjadi dan kemungkinan besar terkait dengan sesuatu dalam dietmu.

Sebagai informasi, selain warna, kondisi kesehatan juga dapat dilihat dari bau urine. Cairan urine pada umumnya memiliki bau yang khas dalam keadaan normal. Bau yang ditimbulkan pun relatif ringan, tidak terlalu tajam, dan mengganggu indra penciuman.

 

 

Pewarta : Viska 
Editor: Ubaidhillah

 

Kanal Terkait