6 Kisah Wisata Pemandian Wendit, Petirtaan Suci Lokasi Hayam Wuruk Singgah - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
6 Kisah Wisata Pemandian Wendit, Petirtaan Suci Lokasi Hayam Wuruk Singgah
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

6 Kisah Wisata Pemandian Wendit, Petirtaan Suci Lokasi Hayam Wuruk Singgah

Satukanal.com, Malang – Kawasan teduh dengan banyaknya pepohonan rindang mengelilingi kawasan Taman Wisata Wendit Malang. Adapun beberapa jenis pohon yang terdapat di wisata Wendit ini seperti beringin, jati, kelapa, pinus dan kedoya yang menjadikan suasana di kawasan tersebut menjadi asri.

Tempat wisata pemandian Wendit ini terletak di desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang memiliki lokasi cukup strategis karena berada di jalan masuk ke arah kota Malang dari bandara Abdurahman Saleh.

Empat buah patung hanoman berdiri gagah di dua pintu masuk wisata Wendit. Patung berwajah monyet ekor panjang ini mengangkat sebuah gada, seolah menyapa setiap pengunjung yang hadir. Patung hanoman (seekor kera putih) dipilih sebagai simbol obyek wisata yang terletak di Malang bagian barat ini dikenal sebagai habitat monyet ekor panjang.

Selain itu masih ada beberapa kisah menarik dibalik berdirinya Wisata pemandian Wendit ini, Berikut penjelasan yang telah di rangkuman Satukanal.com.

1. Sejarah penamaan “Wendit”

Nama Wendit sendiri berasal dari kata wendito yang berarti pendito atau pendeta. Sebuah cerita mengatakan bahwa sumber air Wendit muncul dikarenakan adanya pergeseran Gunung Widodaren yang merupakan salah satu gunung dalam gugusan Pegunungan Bromo.

Pergeseran gunung Widodaren membuat masyarakat suku Tengger kesulitan untuk mengambil air suci yang berada di mata air Widodaren karena curamnya lereng. Karena kesulitan tersebut, para pendito bersemedi kepada Sang Hyang Widhi Wasa (disebut juga sebagai Acintya atau Sang Hyang Tunggal sebutan bagi Tuhan yang Maha Esa dalam agama Hindu Dharma masyarakat Bali) di sekitar gunung Widodaren agar mendapatkan petunjuk dimanakah percikan mata air Widodaren mengarah.

Wahyu pun turun dan para pendito mendapatkan jawaban bahwa percikan air Widodaren mengarah ke Malang. Karena luasnya Malang, pendito tersebut mengambil bukit Mangliawan sebagai tempat bersemedi. Nama desa Mangliawan sendiri berasal dari cerita pewayangan Ramayana dengan tokoh Hanoman.

Baca Juga :  Kampung Warna-Warni Jodipan, Nasibmu Kini

Uniknya, cerita ini bukan hanya sekedar isapan jempol belaka. Sebab di Taman Wisata Air Wendit ini memang terdapat spesies monyet yang mendiaminya. Monyet-monyet ini dipercaya sebagai punggawa kerajaan dari Tengger untuk menjaga mata air tersebut.

2. Habitat Monyet ekor panjang

Satu hal yang menarik dalam wisata ini adalah adanya monyet-monyet yang berada di kawasan wisata. Menurut cerita masyarakat sekitar, jumlah monyet ini tidak akan pernah bertambah dan berkurang dari masa ke masa. Monyet ini disebut sebagai utusan dari sebuah kerajaan di Tengger untuk melindungi sumber mata air di Wendit tersebut.

Puluhan Monyet yang jinak ini bebas berkeliaran di hutan sekitar wisata pemandian wendit. Monyet di sini berjenis kera ekor panjang (macaca fascicularis). Disana para pengunjung juga bisa memberikan makanan kepada monyet-monyet tersebut.

3. Lokasi peristirahatan Raja

Lokasi mata air yang kini menjadi pemandian terbesar di antara wisata lainnya di Malang Raya ini dipercaya sebagai lokasi peristirahatan Raja Majapahit yakni Prabu Hayam Wuruk. Beberapa kepercayaan setempat meyakini bahwa air yang berasal dari mata air Wendit sama sucinya dan berkhasiat magis.

Seperti mata air Widodaren di Bromo dan mata air Pulau Sempu di Malang Selatan. Adapun khasiat yang diyakini salah satunya dapat memberikan kesembuhan untuk berbagai penyakit, dimudahkan mendapatkan jodoh, rezeki serta awet muda.

4. Terdapat tempat ritual keagamaan

Wisata Wendit ini juga terdapat sebuah bangunan dengan relief Hindu. Di dalam, terdapat sumber air bernama Sendang Widodaren. Biasa digunakan untuk berbagai ritual keagamaan. Dipisahkan sebuah tembok pembatas, di samping sendang terdapat sejumlah arca dan digunakan untuk ritual.

Baca Juga :  Kota Malang Tuntaskan Vaksinasi Untuk Guru

Mitos masyarakat setempat, tempat ini digunakan pendiri kerajaan Majapahit bermeditasi. Beberapa ritual yang diselenggarakan di lokasi tersebut pertama yakni Grebeg Tirto Aji oleh masyarakat suku tengger dari 4 daerah yakni Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang setiap kamis pahing bulan rajab penanggalan Jawa.

Suku tengger mengambil air sendang untuk dibawa pulang agar ladangnya subur dan panen berlimpah. Ritual lainnya adalah bersih desa oleh masyarakat Desa Mangliawan. Selanjutnya, ritual jamasan atau mencuci keris oleh pecinta keris serta grebeg suro.

5. Pernah dikunjungi Raja Majapahit

Raja Majapahit, Prabu Hayam Wuruk pernah berkunjung ke telaga purba ini sepulang dari lawatan ziarah di Candi Kidal dan Candi Jago. Raja yang memimpin Majapahit mencapai masa keemasannya ini menyempatkan diri untuk singgah.

Pada persinggahannya tersebut Prabu Hayam Wuruk juga melakukan dua kegiatan, pertama adalah untuk berwisata karena keindahan alam sekitar Wendit, sekaligus melangsungkan ritual di sebuah bangunan suci.

6. Berganti nama menjadi Wendit Water Park

Pada tahun 2008, Pemerintah Kabupaten Malang mulai serius menggarap kawasan wisata wendit dengan menggelontorkan dana miliaran rupiah, sehingga sejak saat itu namanya pun diganti menjadi “Wendit Water Park“.

Kemudian, dibangunlah sejumlah fasilitas tambahan seperti water boom atau lokasi pemandian dengan berbagai fasilitas bermain untuk anak-anak, lokasi out bond serta pemandian spa yang diperuntukan bagi orang dewasa, khususnya untuk pemeliharaan kulit.

Pemkab Malang juga turut membangun empat patung hanoman di dua pintu masuk Wendit Water Park, hal itu untuk menunjukan jika kawasan tersebut merupakan lokasi habitat monyet ekor panjang yang “mirip” seperti Hanoman.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait